WASHINGTON DC, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan ke Iran. Ancaman dilontarkan tak lama setelah dialog dengan Iran disebut akan berlangsung. AS terus menambah kapal perang dan pesawat pengebom di sekitar Iran.
Trump menyebut, Israel akan memimpin serangan ke Iran kalau Teheran tidak mau menghentikan program senjata nuklir. ”Jika diperlukan tindakan militer, kita akan mengerahkan kekuatan militer. Tentu saja Israel akan terlibat. Mereka akan memimpin operasi militer, tetapi tentu saja tidak ada yang mengatur militer kita. Kita melakukan apa saja yang kita mau lakukan,” kata Trump, Rabu (9/4/2025), di Washington DC.
Pernyataan Trump disampaikan di tengah peningkatan kekuatan AS di sekitar Iran. Media AS, Newsweek, melaporkan, AS terus menambah pesawat pengebom dan pesawat tanker udara ke Pulau Diego Garcia.
Pulau milik Inggris di tengah Samudra Hindia itu merupakan pangkalan AS. Jaraknya 4.210 kilometer dari Bandar Abas, kota Iran di tepi Selat Hormuz.
Dalam berbagai kesempatan, banyak pihak khawatir Iran akan menutup Selat Hormuz jika diserang besar-besaran oleh AS dan Israel. Penutupan bisa menghentikan hingga 30 persen pasokan minyak ke pasar global.
Dari Timur Tengah, minyak dan gas dipasok ke pasar global, terutama melintasi Teluk Persia dan Laut Arab. Iran mengendalikan Selat Hormuz yang menjadi mulut Teluk Persia. Sementara Houthi yang disokong Iran praktis mengontrol Selat Bab al-Mandab yang menjadi akses keluar Laut Merah.
Hampir 1,5 tahun terakhir, kapal AS-Israel dan sekutunya tidak bisa lagi melewati Selat Bab al-Mandab. Houthi terus menyerang kapal-kapal itu sebagai solidaritas kepada Gaza yang dihancurkan Israel sejak Oktober 2023.
Selain penambahan pesawat pengebom, AS juga menambah kapal induk. Di Laut Merah ada gugus tempur laut yang dipimpin kapal induk USS Harry Truman. Pekan ini, guspurla USS Carl Vinson memasuki Samudra Hindia dan mendekati Iran.
USS Carl Vinson dan USS Harry Truman membawa jet-jet tempur yang bisa menjangkau Iran. Beberapa pekan ini, F-18 di geladak Harry Truman berulang kali mengebom Yaman.
Perundingan
Trump mengancam menyerang Iran beberapa hari selepas mengumumkan AS akan berunding dengan Iran. Perundingan di Oman itu membahas soal program nuklir Iran.
Trump tidak menetapkan batas waktu kapan perundingan harus berhasil. Meski demikian, ia sudah pesimistis. ”Ketika Anda memulai perundingan, akan kelihatan apakah berhasil atau tidak. Saya merasa hasilnya tidak akan baik-baik saja. Itu yang saya rasakan,” kata Trump.
Sebelum menyebut soal serangan bersama AS-Israel ke Iran, Trump menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, Netanyahu menyatakan dukungan pada upaya diplomasi AS-Iran.
Israel dan AS, kata Netanyahu, sama-sama mau memastikan Iran tidak bisa memiliki senjata nuklir. ”Perundingan itu baik, tetapi kita harus memastikan Iran tidak akan pernah mempunyai senjata nuklir,” kata Netanyahu.
Di era pertama pemerintah Trump, Netanyahu mendorong Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Trump memang membawa AS keluar dari kesepakatan yang bernama resmi JCPOA itu pada 2018.
Di era pertama pemerintah Trump, Netanyahu mendorong Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Trump memang membawa AS keluar dari kesepakatan yang bernama resmi JCPOA itu pada 2018. Pendahulu Trump, Barack Obama, susah payah mengupayakan kesepakatan itu disetujui pada 2015.
Sementara di era pemerintahan Joe Biden, AS berusaha kembali berunding dengan Iran. Perundingan tidak langsung dan beberapa putaran itu, antara lain, berujung pada pembekuan sebagian dana Iran yang disita AS.
Sebagai imbalannya, Iran meredam laju pengayaan uraniumnya. Sejak AS keluar dari JCPOA, Iran memacu pengayaan uranium dan jumlah cadangan uranium dengan aras pengayaan tinggi.
Dalam JCPOA, Iran setuju menjaga aras pengayaan di bawah 20 persen. Teheran juga sepakat menjaga jumlah uranium sekadar untuk keperluan riset saja.
Imbalannya, AS dan sekutunya mencabut aneka sanksi untuk Iran. Rangkaian sanksi dijatuhkan sejak 1979. Sampai AS keluar JCPOA, sanksi tetap berlaku.
AS juga terus menambah sanksi ke Iran. Pekan ini, lima lembaga dan seorang warga Iran menjadi sasaran terbaru sanksi AS. Lembaga itu adalah Organisasi Tenaga Atom Iran.
Sanksi juga dijatuhkan pada Perusahaan Teknologi Sentrifugal Iran, Perusahaan Tenaga Thorium, Perusahaan Pembangunan Reaktor Pars, dan Azarab Industries. ”Saya ingin Iran maju, tetapi mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Presiden Iran Masoud Pezeskhian mengatakan, Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir. Sebaliknya, ia menekankan Iran siap bekerja sama dengan AS. ”Pemimpin Besar Iran tidak keberatan kalau investor AS datang ke Iran,” kata Pezeskhian dalam pidatonya merujuk kepada Ayatollah Ali Khamenei soal investasi AS.
Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran memang menyatakan, Iran siap menerima investasi AS. Ia juga menyatakan, Iran tidak akan menjadi pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir. Meski demikian, Iran siap melawan sampai mati jika diserang musuh-musuhnya. (AP/AFP)
WASHINGTON DC, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan ke Iran. Ancaman dilontarkan tak lama setelah dialog dengan Iran disebut akan berlangsung. AS terus menambah kapal perang dan pesawat pengebom di sekitar Iran.
Trump menyebut, Israel akan memimpin serangan ke Iran kalau Teheran tidak mau menghentikan program senjata nuklir. ”Jika diperlukan tindakan militer, kita akan mengerahkan kekuatan militer. Tentu saja Israel akan terlibat. Mereka akan memimpin operasi militer, tetapi tentu saja tidak ada yang mengatur militer kita. Kita melakukan apa saja yang kita mau lakukan,” kata Trump, Rabu (9/4/2025), di Washington DC.
Serial Artikel
AS Akan Berunding Langsung dengan Iran soal Nuklir, Teheran Pilih Sebaliknya
Trump menekankan bahwa jika pembicaraan itu gagal, Iran akan berada dalam bahaya besar. Iran memilih model perundingan tidak langsung.
Pernyataan Trump disampaikan di tengah peningkatan kekuatan AS di sekitar Iran. Media AS, Newsweek, melaporkan, AS terus menambah pesawat pengebom dan pesawat tanker udara ke Pulau Diego Garcia.
Pulau milik Inggris di tengah Samudra Hindia itu merupakan pangkalan AS. Jaraknya 4.210 kilometer dari Bandar Abas, kota Iran di tepi Selat Hormuz.
Dalam berbagai kesempatan, banyak pihak khawatir Iran akan menutup Selat Hormuz jika diserang besar-besaran oleh AS dan Israel. Penutupan bisa menghentikan hingga 30 persen pasokan minyak ke pasar global.
Dari Timur Tengah, minyak dan gas dipasok ke pasar global, terutama melintasi Teluk Persia dan Laut Arab. Iran mengendalikan Selat Hormuz yang menjadi mulut Teluk Persia. Sementara Houthi yang disokong Iran praktis mengontrol Selat Bab al-Mandab yang menjadi akses keluar Laut Merah.
Hampir 1,5 tahun terakhir, kapal AS-Israel dan sekutunya tidak bisa lagi melewati Selat Bab al-Mandab. Houthi terus menyerang kapal-kapal itu sebagai solidaritas kepada Gaza yang dihancurkan Israel sejak Oktober 2023.
Selain penambahan pesawat pengebom, AS juga menambah kapal induk. Di Laut Merah ada gugus tempur laut yang dipimpin kapal induk USS Harry Truman. Pekan ini, guspurla USS Carl Vinson memasuki Samudra Hindia dan mendekati Iran.
USS Carl Vinson dan USS Harry Truman membawa jet-jet tempur yang bisa menjangkau Iran. Beberapa pekan ini, F-18 di geladak Harry Truman berulang kali mengebom Yaman.
Serial Artikel
Houthi Serang Kapal Zografia di Laut Merah, AS Hancurkan Empat Rudal Balistik
Kelompok Houthi mengonfirmasi bahwa pasukan angkatan lautnya telah menyerang kapal barang Zografia di Laut Merah.
Trump mengancam menyerang Iran beberapa hari selepas mengumumkan AS akan berunding dengan Iran. Perundingan di Oman itu membahas soal program nuklir Iran.
Trump tidak menetapkan batas waktu kapan perundingan harus berhasil. Meski demikian, ia sudah pesimistis. ”Ketika Anda memulai perundingan, akan kelihatan apakah berhasil atau tidak. Saya merasa hasilnya tidak akan baik-baik saja. Itu yang saya rasakan,” kata Trump.
Sebelum menyebut soal serangan bersama AS-Israel ke Iran, Trump menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, Netanyahu menyatakan dukungan pada upaya diplomasi AS-Iran.
Serial Artikel
Revitalisi Kesepakatan Nuklir Iran Makin Sulit
AS-Iran terlibat perundingan tidak langsung untuk menghidupkan ulang JCPOA. Israel dan sejumlah pihak di AS menolak upaya itu.
Israel dan AS, kata Netanyahu, sama-sama mau memastikan Iran tidak bisa memiliki senjata nuklir. ”Perundingan itu baik, tetapi kita harus memastikan Iran tidak akan pernah mempunyai senjata nuklir,” kata Netanyahu.
Di era pertama pemerintah Trump, Netanyahu mendorong Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Trump memang membawa AS keluar dari kesepakatan yang bernama resmi JCPOA itu pada 2018.
Di era pertama pemerintah Trump, Netanyahu mendorong Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Trump memang membawa AS keluar dari kesepakatan yang bernama resmi JCPOA itu pada 2018. Pendahulu Trump, Barack Obama, susah payah mengupayakan kesepakatan itu disetujui pada 2015.
Sementara di era pemerintahan Joe Biden, AS berusaha kembali berunding dengan Iran. Perundingan tidak langsung dan beberapa putaran itu, antara lain, berujung pada pembekuan sebagian dana Iran yang disita AS.
Sebagai imbalannya, Iran meredam laju pengayaan uraniumnya. Sejak AS keluar dari JCPOA, Iran memacu pengayaan uranium dan jumlah cadangan uranium dengan aras pengayaan tinggi.
Dalam JCPOA, Iran setuju menjaga aras pengayaan di bawah 20 persen. Teheran juga sepakat menjaga jumlah uranium sekadar untuk keperluan riset saja.
Imbalannya, AS dan sekutunya mencabut aneka sanksi untuk Iran. Rangkaian sanksi dijatuhkan sejak 1979. Sampai AS keluar JCPOA, sanksi tetap berlaku.
AS juga terus menambah sanksi ke Iran. Pekan ini, lima lembaga dan seorang warga Iran menjadi sasaran terbaru sanksi AS. Lembaga itu adalah Organisasi Tenaga Atom Iran.
Sanksi juga dijatuhkan pada Perusahaan Teknologi Sentrifugal Iran, Perusahaan Tenaga Thorium, Perusahaan Pembangunan Reaktor Pars, dan Azarab Industries. ”Saya ingin Iran maju, tetapi mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Serial Artikel
AS Masih Dingin dengan Proposal Iran untuk Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Pemerintah AS-Iran mengajukan syarat agar masing-masing bisa kembali ke kesepakatan nuklir. Pada saat sama, Iran terus mengupayakan pengayaan uranium di situs nuklirnya. Ini membuat AS hati-hati dengan proposal Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeskhian mengatakan, Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir. Sebaliknya, ia menekankan Iran siap bekerja sama dengan AS. ”Pemimpin Besar Iran tidak keberatan kalau investor AS datang ke Iran,” kata Pezeskhian dalam pidatonya merujuk kepada Ayatollah Ali Khamenei soal investasi AS.
Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran memang menyatakan, Iran siap menerima investasi AS. Ia juga menyatakan, Iran tidak akan menjadi pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir. Meski demikian, Iran siap melawan sampai mati jika diserang musuh-musuhnya. (AP/AFP)