Trump: Perang Gaza Sudah Selesai

Setelah bertemu dengan keluarga para sandera di Israel, Trump akan ke Mesir untuk memimpin KTT tentang Gaza.

13 Okt 2025 09:50 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

WASHINGTON DC, SENIN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berangkat menuju Timur Tengah. Ia bersama Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi akan menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi tentang Jalur Gaza, Palestina.

Trump bertolak ke Timur Tengah pada Minggu (12/10/2025) waktu setempat atau Senin (13/10/2025) WIB. Pertama-tama ia akan ke Israel, setelah itu ke Mesir.

”Saya senang sekali dengan kunjungan ini. Perang sudah selesai, oke? Kalian mengerti itu, kan?” kata Trump ketika ditanya mengenai perkembangan keadaan di Gaza.

Menurut Trump, gencatan senjata yang dimulai sejak Jumat pekan lalu akan bertahan. Alasannya, warga dari Palestina dan Israel sudah muak dengan konflik yang telah berlangsung selama berabad-abad.

US President Donald Trump points to attendees after delivering remarks to the United Nations General Assembly at the UN headquarters in New York City on September 23, 2025. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)

”Saya pikir kita akan sukses. Gaza akan dibangun kembali. Ada banyak negara kaya yang siap membantu,” tutur Trump.

Di Israel, Trump akan bertemu dengan keluarga para sandera yang diculik Hamas pada 7 Oktober 2023. Israel menarik mundur pasukan pada Jumat (10/10/2025) dan Hamas diberi waktu 72 jam untuk memulangkan sandera.

Ada 48 sandera dan 20 orang di antaranya masih hidup. Hamas juga harus mengembalikan jasad sandera yang sudah meninggal.

Selain bertemu keluarga sandera, Trump akan ke Knesset atau Parlemen Israel. Terakhir kali presiden AS ke sana adalah di masa pemerintahan George W Bush pada 2008.

Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, Trump didampingi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Kepala Badan Pusat Intelijen AS (CIA) John Ratcliffe, serta petinggi militer, Dan Caine.

Fase pertama gencatan senjata Hamas dan Israel ini diperkirakan berakhir paling lama Selasa (14/10/2025). Israel harus membebaskan tahanan Palestina dan memperbolehkan truk-truk pembawa bantuan sosial memasuki Gaza. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Tom Fletcher, ada 170.000 paket bantuan sosial yang siap disalurkan.

Sebanyak 1.700 warga Palestina ditahan oleh Israel dan 220 orang di antaranya masih berusia remaja. Selain itu, Israel juga harus memgembalikan jasad 360 pejuang Palestina.

Masih ada beberapa hal yang mengganjal dalam perundingan Hamas dan Israel. Pertama, Hamas keberatan dengan klausul mereka harus meletakkan senjata secara total dan menyerahkan kekuasaan kepada Otoritas Palestina. Kedua, Israel hanya menarik mundur pasukan dari 40 persen wilayah Gaza, bukan dari semua wilayah.

Meskipun begitu, Trump optimistis semua akan terselesaikan. Ia menuturkan, awalnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sukar diajak bekerja sama. Berkat kedekatan mereka, semua hal bisa dibahas dan dicari jalan keluarnya.

”Kedua belah pihak, Israel dan Hamas, berjanji secara lisan kepada saya untuk menyukseskan gencatan senjata ini,” ujar Trump.

Pemerintahan transisi

Trump mengatakan, kapan-kapan akan mengunjungi Gaza. Menurut rencana, ia dan mantan PM Inggris Tony Blair akan mengepalai dewan pengelola pemerintahan sementara di Gaza. Hal ini menuai banyak kritik karena Blair terlibat dalam invasi Barat ke Irak pada 2003.

Oleh sebab itu, Trump pikir-pikir kembali apabila hendak melibatkan Blair. ”Bukannya saya tidak menyukai Tony, tetapi untuk dewan ini sebaiknya orang yang bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.

Keputusan mengenai dewan transisi ini sejatinya juga menuai kritik. Sejak awal, berbagai pengamat isu Timur Tengah menyarankan supaya Otoritas Palestina dilibatkan dalam perundingan.

Palestinians collect aid parcels from aid trucks which entered from the Karem Abu Salem crossing, in Khan Yunis in the southern Gaza Strip on October 12, 2025, as a ceasefire between Israel and Palestinian factions holds in the besieged territory. A Gaza ceasefire was holding for a third day on October 12, ahead of a US-proposed hostage-prisoner exchange and a summit aimed at charting a path to peace after two years of war. (Photo by Omar AL-QATTAA / AFP)

Salah satunya ialah Zion Evrony, mantan diplomat Israel. Dalam artikel opini untuk Times of Israel edisi 31 Juli 2025, ia berargumen, yang bisa memerintah Gaza hanya Otoritas Palestina.

Terlepas dari kekurangan mereka, antara lain skandal korupsi dan dikuasai oleh generasi tua, hanya Otoritas Palestina sebagai Pemerintah Palestina yang diakui oleh hukum internasional. ”Israel tidak boleh memerintah di Gaza dan kekosongan pemerintahan pasti membawa kehancuran. Harus ada transisi pemerintahan Gaza ke Otoritas Palestina,” tulis Evrony.

Dalam hal ini, Ororitas Palestina harus mereformasi diri supaya bisa mengemban kepercayaan dunia. Hanya dengan begitu Palestina bisa berada di bawah satu pemerintahan.

”Hanya ini jaminan keamanan dan perdamaian jangka panjang bagi Israel,” tuturnya.

Bagi warga Gaza, gencatan senjata ini pengalaman yang manis sekaligus getir. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, ada 67.137 korban jiwa di sana sejak perang meletus pada 2023.

Rami Mohammad Ali (37), warga Gaza, berjalan sepanjang 15 kilometer bersama anaknya ke Deir Al-Balah, tempat tinggal mereka sebelum perang. ”Semua tinggal puing, tetapi kami senang bisa kembali,” katanya.

Di Tel Aviv, warga Israel menyambut gembira gencatan senjata. Namun, mereka mencemooh Netanyahu. Warga menuduh Netanyahu sengaja memperpanjang konflik demi mempertahankan kekuasaan.

KTT Mesir

KTT membahas Gaza akan dilaksanakan di Sharm El-Sheikh, Mesir. Kota ini juga tempat Hamas dan Israel berunding pekan lalu. Setidaknya, 20 kepala negara dan pemerintahan dipastikan menghadiri KTT itu.

Berdasarkan pengumuman Pemerintah Mesir, yang dikonfirmasi akan datang adalah Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, PM Spanyol Pedro Sanchez, Sekjen PBB Antonio Guterres, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Jordania Abdullah II, Emir Qatar Tamim Al-Thani, dan PM Inggris Sir Keir Starmer. Presiden Prabowo Subianto juga tengah menuju Mesir untuk ikut serta dalam pertemuan itu.

Mesir juga mengundang Iran, tetapi ditolak. Teheran masih marah atas serangan Israel ke Iran pada Juni 2025. Israel dengan bantuan AS mengebom fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

”Walaupun begitu, Iran menyambut baik semua penghentian genosida dan okupasi di Gaza. Kami siap membantu bangsa Palestina memenuhi hak mereka atas kemerdekaan dan kedaulatan,” cuit Menlu Iran Abbas Araghchi di X.

Konflik Hamas

Di Gaza, BBC melaporkan bahwa terjadi konflik internal antara Hamas dan klan Dughmush. Klan itu salah satu kelompok paramiliter yang kuat di Gaza.

Menurut saksi mata, terjadi kontak senjata antara Hamas dan klan Dughmush. Sebelumnya anggota klan membunuh dua anggota Hamas di wilayah Sabra di Gaza.

Hamas kemudian mengepung titik yang diduga sebagai markas klan Dughmush. Mereka juga menangkap 30 anggota klan dan menembak tewas satu orang. 

Menurut Hamas, selama gencatan senjata berlangsung, mereka memastikan keamanan internal di Gaza. Mereka mengatakan akan membersihkan geng-geng pencuri, perompak, dan kolaborator dengan Israel.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan