Trump Kirim Senjata Tambahan dan Ultimatum Pengosongan Teheran

Seperti sekutu di Surabaya 1945, kini Trump mengultimatum warga Teheran mengungsi. Trump juga mengirimkan armada tambahan ke Timur Tengah

17 Jun 2025 12:49 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

ALBERTA, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengultimatum warga Teheran, Iran. Ia juga memerintahkan tambahan kekuatan militer ke Timur Tengah.

Ultimatum dikeluarkan Trump di sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-7 di Alberta, Kanada, pada Senin (16/6/2025) siang waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. ”Segera tinggalkan Teheran,” kata Trump.

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut maksud ultimatumnya itu. Hal yang jelas, ledakan beruntun terdengar di Teheran beberapa jam selepas pernyataan itu.

Bukan cuma Trump, Israel juga meminta warga Teheran meninggalkan kota itu. Militer Israel, Tzahal, berulang kali menyiarkan hal itu dalam bahasa Arab, Persia, dan Inggris. ”Tzahal akan menggempur kawasan tersebut dan sebagian besar Teheran,” demikian pernyataan Tzahal

Ultimatum itu mirip yang disiarkan pasukan Sekutu pada November 1945 di Surabaya, Jawa Timur. Waktu itu, Sekutu meminta pejuang kemerdekaan Indonesia menyerah dan warga sipil menjauhi daerah pertempuran. Hal yang terjadi, malah pecah Peristiwa 10 November 1945.

Sejak Iran diserang Israel, sebagian warganya memang mengungsi. Walakin, lebih banyak warga Iran bertahan di negaranya. Arus pengungsi Iran antara lain mengalir ke Turki, salah satu tetangga Iran.

Di sisi lain, Iran masih terus membalas serangan Israel. Pembatasan penyebaran informasi di Israel membuat tidak dampak kerusakan diketahui dunia.

Sejak Sabtu, Tzahal melarang warga membagikan foto dan video kerusakan akibat serangan Iran. Media Israel, Kann, melaporkan, jurnalis asing kini dilarang menyiarkan berita dampak serangan Iran ke Israel.

This handout grab taken from footage released by the US Defence Visual Information Distribution Service (DVIDS) on June 11, 2025 shows the aircraft carrier USS Nimitz (CVN 68) conducting flight operations in the South China Sea, on May 28, 2025. The aircraft carrier USS Nimitz was leaving Southeast Asia on June 16, 2025 after cancelling plans to dock in Vietnam, amid reports it is headed to the Middle East to boost the US presence as Israel and Iran do battle. (Photo by Edward Jacome / DVIDS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  DVIDS / Mass Communication Specialist Seaman Edward Jacome" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Tambah kekuatan

Trump tidak cuma mengultimatum Iran. Ia juga memerintahkan penambahan kekuatan AS ke Timur Tengah. Pejabat pertahanan AS yang menolak identitasnya diungkap membenarkan ada penambahan pesawat tanker udara.

Laman pelacak pergerakan pesawat menunjukkan 31 pesawat tanker udara AS menuju Timur Tengah pada Senin. Mayoritas pesawat itu adalah KC-135 dan KC-46. Tanker-tanker itu bisa mengisi bahan bakar untuk hingga 240 jet tempur.

Sebelum Israel menyerang Iran, AS mengerahkan puluhan pesawat pengebom ke Pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia. Pada Mei 2025, Sebagian pesawat meninggalkan pangkalan milik Inggris itu. Kini, AS mempertahankan sebagian pesawat pengebom B-2 di pangkalan tersebut.

Selain tanker udara, AS juga mengerahkan Gugus Tempur Laut (Guspurla) yang berpokok pada kapal induk USS Nimitz bergerak dari Laut China Selatan ke Timur Tengah. Perintah itu membuat Guspurla USS Nimitz membatalkan lawatan ke Vietnam.

Saat Guspurla Nimitz tiba, AS akan kembali punya dua guspurla di Timur Tengah. Kini, AS menempatkan Guspurla USS Carl Vinson di kawasan itu. Sudah beberapa bulan Guspurla Carl Vinson beroperasi di Timur Tengah.

USS Nimitz dan USS Carl Vinson satu kelas dan sama-sama mengangkut antara lain F/A-18. Bedanya, USS Nimitz lebih tua karena mulai beroperasi pada 1975. Sementara USS Carl Vinson mulai beroperasi pada 1982.

Sebelum Nimitz datang, Guspurla Carl Vinson bertugas bersama Guspurla Harry Truman di Timur Tengah. Guspurla Harry Truman beberapa kali menyerang Yaman.

Jet tempur F/A-18 Super Hornet AS lepas landas dari kapal induk USS Harry S. Truman milik Angkatan Laut AS di laut pada 16 Maret 2025.

Penambahan kekuatan menunjukkan dukungan AS kepada Israel. Selasa pekan lalu, AS mengirimkan 300 rudal hellfire ke Israel. Sebagian rudal dipakai Israel menyerang Iran.

Di sisi lain, kepada mitranya di G7, Trump menegaskan, AS tidak akan ikut campur serangan Israel ke Iran. Sikap itu dipertahankan selama tidak ada warga AS diserang Iran.

Bersama sekutunya di G7, AS juga menegaskan dukungan kepada Israel. Mereka menyalahkan Iran, negara yang sedang diserang Israel, sebagai sumber kekacauan kawasan.

Di sisi lain, dalam pernyataan bersama pemimpin G7, ada desakan peredaan ketegangan. Walakin, mereka tidak menyinggung serangan Israel ke Iran.

Trump meninggalkan KTT G7 lebih cepat. Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut Trump pulang karena mau mendorong gencatan senjata Israel-Iran. Trump membantahnya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .