TIMUR TENGAH

Trump Frustrasi pada Sekutunya karena Tak Serius Bantu Perangi Iran

Merasa sekutunya tak maksimal bantu perang di Iran, Trump kesal. Ia meminta sekutunya mengurus sendiri Selat Hormuz dan menyuruh mereka mencari minyak sendiri.

01 Apr 2026 13:30 WIB · Internasional

AP/Alex Brandon

Oleh Luki Aulia

WASHINGTON, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi pada sekutu-sekutunya. Ia merasa bantuan mereka untuk memerangi Iran kurang maksimal.

Ia bahkan mengecam sekutu dan meminta mereka untuk ”mencari minyak sendiri” gara-gara tak ada yang membantu AS membuka kembali blokade Iran di Selat Hormuz. ”Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukan ini. Itu bukan urusan kami. Itu urusan Perancis. Itu urusan siapa pun yang menggunakan selat itu,” kata Trump, Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia.

Trump menyalahkan sekutu AS, seperti Inggris dan Perancis. Mereka menolak ikut terlibat dalam perang tanpa tujuan akhir yang jelas dan tanpa konsultasi dengan mereka.

Trump secara khusus menyebut Perancis. Sebab, Perancis tidak mengizinkan pesawat AS terbang di atas wilayah Perancis saat mengirimkan pasokan militer ke Israel. Perancis sudah mengizinkan Angkatan Udara AS untuk menggunakan Pangkalan Istres di Perancis selatan dengan jaminan pesawat yang mendarat di sana tidak akan terlibat dalam serangan ke Iran.

Spanyol juga menutup wilayah udaranya untuk pesawat AS yang memerangi Iran. Spanyol menjadi kritikus perang paling vokal di Eropa.

Italia baru-baru ini menolak mengizinkan aset militer AS menggunakan Pangkalan Udara Sigonella di Sisilia untuk operasi yang terkait serangan ke Iran. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menulis di X, Italia masih mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan mereka.

A ground crew member stands in front of a US Air Force B-1 Lancer bomber at RAF Fairford in south west England shortly after sunrise on March 7, 2026. Britain's Prime Minister Keir Starmer has given approval for Washington to use the bases of Diego Garcia in the Indian Ocean and RAF Fairford in south-west England to bomb Iranian missile sites, after several Gulf countries were targeted by Iranian retaliations. (Photo by JUSTIN TALLIS / AFP)

Trump mengomel di media sosialnya, Truth Social. ”Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri sendiri. AS tidak akan ada lagi untuk membantu kalian, sama seperti kalian tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Cari minyak kalian sendiri!” tulis Trump.

Trump juga mengatakan, AS bisa mengakhiri serangannya dalam 2-3 minggu. Setelah itu, AS tidak akan terlibat dengan apa yang terjadi selanjutnya di Selat Hormuz yang ditutup Iran. Tanggung jawab untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka akan berada di tangan negara-negara yang bergantung pada selat itu.

Trump akan berpidato pada Rabu malam waktu setempat untuk memberikan informasi terbaru tentang perang di Iran.

Diplomasi Eropa

Perancis dan Inggris sama-sama berusaha meredam retorika Trump. Kantor Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan, Perancis tidak mengubah posisinya sejak hari pertama.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey juga mengatakan, AS adalah sekutu utama. Inggris sudah melakukan bagiannya untuk membantu negara-negara Teluk mempertahankan diri dari serangan Iran.

Britain's Prime Minister Keir Starmer makes a statement from Downing Street in central London on March 5, 2026, in relation to the US-Israel war with Iran. (Photo by Jaimi Joy / POOL / AFP)

Saat berkunjung ke Qatar, Healey mengumumkan, Inggris mengirimkan lebih banyak sistem rudal dan pertahanan udara ke Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi serta memperluas penggunaan jet tempur Typhoon di Qatar. ”AS adalah sekutu yang sangat dekat dengan Inggris. Kami melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh militer atau badan intelijen lain,” ujarnya.

Meskipun Eropa sudah menyatakan konflik ini bukan urusan mereka, para analis mengatakan, Eropa punya banyak alasan lain. Selain mengamankan lalu lintas di Selat Hormuz, mereka juga ingin memastikan Iran tidak meningkatkan eskalasi lebih lanjut.

Mereka berkaca pada pengalaman lebih dari satu dekade perang saudara di Suriah. Perang itu menyebabkan lebih dari 5 juta orang mengungsi dan mayoritas mencari suaka di Eropa. Ini punya dampak sosial dan politik bagi Eropa.

Kini setelah kelompok Houthi menyerang Israel dan mengancam akan menguasai Laut Merah, Eropa semakin gencar mendorong Trump mengakhiri perang. Laut Merah adalah jalur perdagangan yang sangat penting bagi Eropa.

“Ini kesempatan bagi Eropa untuk menunjukkan kepada negara-negara Teluk bahwa mereka dapat menjadi mitra. Mereka sudah menunjukkannya dalam hal pertahanan (senjata yang diberikan kepada negara-negara Teluk). Mereka sekarang perlu lebih fokus pada upaya diplomatik untuk cari jalan keluar dan capai kesepakatan,” kata Direktur Proyek Teluk dan Semenanjung Arab di International Crisis Group Yasmine Farouk.

Direktur Program AS dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri Jeremy Shapiro mengatakan, dalam upaya membujuk Trump, Eropa dapat melakukan hal yang baik dengan tetap fokus pada konsekuensi ekonomi perang. Eropa bisa mendesak diplomasi dan misi stabilisasi maritim yang terkait dengan gencatan senjata. ”Trump akan mengklaim kemenangan tidak peduli bagaimana perang ini berakhir,” kata Shapiro.

Penutupan Selat Hormuz membuat harga rata-rata bensin di AS melampaui 4 dolar AS per galon. Harga spot minyak mentah Brent, standar internasional, sekitar 107 dolar AS per barel. Angka ini naik lebih dari 45 persen sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.

Sejumlah Kapal Tanker yang Bisa Melewati Selat Hormuz

Meski dampaknya sudah terasa, AS tetap saja menghantam Iran. Membalas serangan AS, Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait yang penuh muatan di Teluk Persia. Trump membagikan rekaman video yang menunjukkan serangan di Isfahan, Iran. Satelit pelacak kebakaran NASA juga menunjukkan terjadi ledakan di wilayah pegunungan Iran. Namun, Iran belum mengonfirmasi serangan itu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan sedang mempertimbangkan mengirimkan pasukan darat. Hanya saja invasi darat justru dapat membuat seluruh rakyat Iran melawan AS, termasuk mereka yang anti-Pemerintah Iran. Bahkan, mereka tak akan ragu bersatu untuk melawan AS.

The US Capitol building is seen in the distance as demonstrators hold up US, Israeli and Iranian pre-1979 Islamic Revolution flags near a sign with a portrait of US President Donald Trump during a rally in support of Iranians' fight for freedom, in Washington, DC, on March 29, 2026. (Photo by Amid FARAHI / AFP)

Seorang aktivis muda di Iran mengatakan, dirinya akan menjadi sukarelawan di militer jika Trump menindaklanjuti ancamannya. ”Saya bersedia menjadi tentara untuk membela bangsa Iran,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengancam, jika gencatan senjata tidak terwujud atau Selat Hormuz tak juga dibuka, AS akan memperluas serangannya, termasuk ke pusat ekspor minyak Pulau Kharg dan pabrik desalinasi.

Kapal induk USS George HW Bush sudah berangkat dari Norfolk, Virginia, pada Selasa dan dijadwalkan menuju Timur Tengah. Ini kapal induk ketiga yang dikirim AS untuk mendukung perang melawan Iran. Sudah ada USS Gerald R Ford yang saat ini sedang menjalani perbaikan dan USS Abraham Lincoln yang tiba di wilayah Iran sejak Januari lalu. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati