Trump sudah dua kali menyerang Iran di tengah perundingan. AS mengirimkan 15 butir rencana mengakhiri perang ke Iran.
25 Mar 2026 11:30 WIB · Internasional
MUHAMMAD SAMSUL HADI
WASHINGTON DC, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bicara soal kemajuan diplomasi dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Meski AS mengaku sedang berunding, serangan tetap berlanjut dan Divisi Lintas Udara 82 dengan keahlian bertempur di pegunungan mendapat perintah bergerak ke Timur Tengah.
”Kami sedang berunding saat ini,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (24/3/2026) waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia.
Menurut Trump, dirinya sudah berhubungan dengan orang yang tepat di Iran. Teheran langsung membantah adanya perundingan dengan Trump. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bager Ghalibaf menyangkal adanya perundingan dengan AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/22/67d036e2-8327-40f1-9ebd-da5b86e25eca.jpg)
Harian The New York Times, Selasa, melaporkan, AS mengirimkan 15 butir rencana mengakhiri perang ke Iran. Sementara stasiun televisi Israel, Channel 12, mengutip tiga sumber melaporkan, AS meminta gencatan senjata sebulan untuk membahas 15 butir tuntutan itu.
Seorang sumber di Pemerintah AS mengatakan, Washington sudah mengirim usulan ke Iran, tetapi tidak memberikan isi usulan tersebut. Trump di Gedung Putih menyatakan, Iran sudah memberikan konsensi terkait energi non-nuklir dan Selat Hormuz. Namun, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang konsesi dan lalu lintas Selat Hormuz.
Media Israel menyebutkan, tuntutan yang diajukan adalah penghentian program nuklir Iran, menghentikan bantuan bagi kelompok yang didukung Iran, serta pembukaan Selat Hormuz bagi pelayaran niaga. Adapun Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan terkait kabar tuntutan AS yang disampaikan ke Iran.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/12/b146b14143c716f021839996b0e20847-20260312_ANU_Selat_Hormuz_Jalur_Penting_mumed.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/18/f4c94a8a-f62a-4381-a158-b38d28a71ba7.jpg)
Iran kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan, kapal dari negara yang tidak bermusuhan bisa melintas Selat Hormuz setelah berkordinasi dengan otoritas Iran.
Setelah diserbu AS-Israel, Iran memblokade Selat Hormuz yang menjadi jalur pengiriman 20 persen minyak dunia selama empat pekan terakhir. Kondisi tersebut mengakibatkan kekacauan pasokan energi dunia dan melonjaknya harga BBM.
”Tindakan mereka (Iran) menelan banyak uang. Sungguh luar biasa langkah mereka,” kata Trump mengomentari penutupan Selat Hormuz.
Sembari mengklaim perundingan berjalan, sumber di Pemerintah AS mengatakan, AS sedang menyiapkan ribuan prajurit dari Divisi Lintas Udara (Airborne) Ke-82 ke Timur Tengah. Sumber tersebut mengatakan, sudah ada 50.000 prajurit AS di kawasan Timur Tengah dan penempatan pasukan sedang dipercepat. Hal itu memicu kekhawatiran agresi berkepanjangan AS-Israel.
Pengiriman 1.000 prajurit Divisi Lintas Udara Ke-82 menambah kekuatan Batalyon Ekspedisi Marinir (MEB) dari Camp Hansen Okinawa, yang diangkut USS Tripoli ke Timur Tengah. Divisi Lintas Udara Ke-82 bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, dan dijuluki sebagai Mountain Division karena keahlian beroperasi di pegunungan dan dataran tinggi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/02/21/9556e2ea-d5b5-4c1e-8b5e-a98286d55363.jpg)
Disebutkan, tugas utama Marinir adalah mendukung pengamanan kedutaan-kedutaan AS, mengungsikan warga sipil, hingga tanggap bencana. Adapun Pasukan Divisi Linud Ke-82 dilatih untuk operasi terjun payung masuk ke wilayah musuh dan beroperasi di pegunungan untuk merebut sasaran strategis dan landasan udara. Wilayah Iran dikelilingi pegunungan dan ibu kota Teheran pun berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter dari permukaan laut.
Pada saat Trump bicara sedang berunding dengan Iran, Israel kembali melancarkan agresi dengan menghantam sasaran di Iran dan Lebanon yang mengakibatkan korban sipil dan petugas medis. Dalam serangan awal ke Iran pada 28 Februari 2026, AS-Israel menewaskan lebih dari 160 anak-anak perempuan murid sekolah dasar di Kota Minab.
PM Pakistan Shehbaz Sharif, Selasa, menyatakan kesediaan menjadi penengah perundingan AS-Iran untuk mengakhiri perang. Hal itu disampaikan Pakistan setelah Trump menyatakan menunda serangan karena adanya perundingan yang positif dengan Iran.
Dalam akun X, PM Pakistan mengatakan mendukung penuh upaya diplomasi dan siap menjadi tuan rumah perundingan untuk mencapai perdamaian penuh. Seorang pejabat Pakistan menyatakan, usulan itu baru tahap awal dan akan menjadi serius tergantung perkembangan dalam sepekan ini. Pakistan adalah negara tetangga Iran dan juga berusaha membangun hubungan dengan Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/f17382b0de948108e750919baf3dc5fa-wires_photo_50.jpg)
Dalam wawancara dengan Democracy Now, Senin (23/3), Direktur Eksekutif Center on Consience and War Mike Prysner mengatakan, ribuan orang prajurit dan keluarga AS menghubungi terkait pengajuan keberatan untuk ikut dalam perang di Iran. Secara hukum AS, warga negara dibenarkan untuk mengajukan keberatan dalam menjalankan perintah tugas jika bertentangan dengan hati nurani. Seorang warga AS yang menolak perang disebut sebagai consientous objector.
”Prajurit kita berhak menolak terlibat dalam perang atau tugas apa pun, termasuk dikirim ke Timur Tengah kali ini. Perang tanpa kejelasan dan dasar hukum, serta berperang bersama organisasi militer lain yang melakukan genosida di Timur Tengah sangat bertentangan dengan hati nurani,” ujar Prysner yang juga veteran Perang Irak tahun 2004.
Semasa Perang Vietnam banyak warga AS menjadi constientour objector ataupun meninggalkan AS untuk sementara dan bermukim di Kanada. Terlebih setelah Serangan Tet tahun 1968, masyarakat AS marah dan menolak perang di Vietnam.
Sudah 255 prajurit yang terluka dalam serangan AS ke Iran dan kembali bertugas. Juru bicara Komando Tengah AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan, ada 35 prajurit terluka yang dirawat dan 10 di antaranya luka berat. Sejauh ini tercatat 13 prajurit AS yang tewas dalam agresi AS-Israel ke Iran. (REUTERS/ASSOCIATED PRESS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra