TIMUR TENGAH

Trump Merajuk karena NATO Tidak Mau Berperang

Hubungan AS-NATO sedang diuji. Di sisi lain, situasi ini membuat Trump jemawa. Trump mengisyaratkan bisa saja AS keluar dari NATO.

18 Mar 2026 13:35 WIB · Internasional

AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/WIN MCNAM

Oleh Elsa Emiria Leba

WASHINGTON, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump merajuk terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara alias NATO. NATO menolak terlibat perang AS-Israel melawan Iran, termasuk dengan mengirim kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.

Penolakan itu membuat Trump gagal menggalang dukungan atas perang AS-Israel melawan Iran. Sebagian besar anggota NATO dan sekutu lainnya enggan terlibat dalam operasi militer, termasuk mengamankan Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur perdagangan penting minyak global yang ditutup Iran.

Infografik Selat Hormuz yang Strategis

”NATO tidak ingin terlibat, meskipun hampir setiap negara sangat setuju dengan apa yang AS lakukan dan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump melalui platform Truth Social, Selasa (17/3/2026), waktu setempat atau Rabu (18/3/2026) WIB.

Trump mengaku tidak terkejut karena merasa hubungan AS-NATO selama ini berjalan satu arah. Padahal, biaya pengiriman beberapa kapal penyapu ranjau tidak terlalu mahal. Terlepas dari itu, ia mengklaim keberhasilan serangan AS-Israel.

”Karena telah meraih kesuksesan militer yang begitu besar, kami tidak lagi ’membutuhkan’ atau menginginkan bantuan negara-negara NATO. Begitu pula Jepang, Australia, atau Korea Selatan. Bahkan, kami tidak membutuhkan bantuan siapa pun!” ujar Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara didampingi Mary O’Shea, istri Taoiseach Irlandia Micheál Martin, dalam acara Hari St Patrick di East Room, Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (17/3/2026). Presentasi Shamrock Bowl merupakan tradisi tahunan Hari St Patrick yang melambangkan hubungan Amerika Serikat dan Irlandia.
Anggota Resimen Infanteri Asing ke-2 (2e REI) berdiri di depan kendaraan lapis baja multiguna Griffon (VBMR) saat demonstrasi di dekat Setermoen, Norwegia, Kamis (12/3/2026). Demonstrasi ini merupakan bagian dari latihan militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Cold Response. Latihan musim dingin yang dipimpin Norwegia ini melibatkan sekitar 32.000 personel, 100 pesawat, dan 30 kapal perang dari 14 negara di lingkungan Arktik.

Perang AS-Israel terhadap Iran sekarang memasuki pekan ketiga. AS memulai perang ini tanpa berkonsultasi dengan sekutu-sekutunya. Komunitas internasional berharap agar perang segera berakhir karena telah menyebabkan lonjakan harga minyak serta mengganggu ekonomi dan penerbangan global.

Sikap NATO

NATO adalah aliansi dengan fokus pada bertahan, bukan menyerang. Selama ini, perhatian aliansi ini terkuras kepada perang Rusia-Ukraina yang pecah pada 2022. NATO sudah menyatakan tidak berencana terlibat dalam perang dengan Iran.

”Itu bukan perang Eropa. Kami tidak memulai perang itu. Kami tidak dimintai pendapat. Kami tidak tahu apa tujuan dari perang tersebut. Negara-negara anggota tidak ingin terseret ke dalamnya,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Selasa.

Kallas berbicara sehari setelah memimpin pembicaraan di antara negara-negara anggota tentang tuntutan kapal perang Trump. Mayoritas anggota UE adalah anggota NATO.

Terlepas dari penolakan NATO dan UE, Departemen Luar Negeri AS menghubungi sejumlah negara untuk meminta dukungan dalam mengisolasi Iran, Senin (16/3/2026). Washington meminta agar negara-negara itu, dengan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kekuatan proksinya, Hizbullah di Lebanon, sebagai organisasi teroris sehingga dua entitas itu bisa terkena sanksi.

Ujian AS-NATO

Trump menjalin hubungan yang fluktuatif dengan NATO karena menganggap para anggota hanya mengeluarkan sedikit anggaran pertahanan. AS juga mengklaim sudah menghabiskan miliaran dolar AS untuk mendukung Ukraina.

Oleh sebab itu, Trump menyatakan, momen saat ini merupakan ”ujian besar” bagi NATO. Menurut dia, aliansi itu membuat ”kesalahan yang sangat bodoh” dengan menolak tuntutannnya.

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte berbicara pada hari pembukaan Bedex (Brussels European Defence Exhibition) di Brussels, Belgia, Kamis (12/3/2026). Pameran pertahanan pertama Belgia ini berlangsung pada 12–14 Maret 2026.

Seorang jurnalis bertanya, apakah Trump sedang mempertimbangkan kembali hubungan AS dengan NATO karena respons terhadap perang Iran. Pertimbangan lainnya ialah apakah AS mungkin keluar dari aliansi tersebut.

”Tentu saja itu sesuatu yang harus kita pikirkan. Saya tidak membutuhkan Kongres untuk keputusan itu. Saat ini saya tidak memiliki apa pun dalam benak saya, tetapi saya tidak terlalu senang,” ujar Trump.

Kemampuan presiden AS untuk keluar dari NATO masih diperdebatkan. Kongres mengesahkan undang-undang pada 2023 yang mengharuskan otorisasi kongres untuk meninggalkan aliansi militer itu. 

Para ahli mengatakan, Trump dapat mencoba untuk menegosiasikan celah hukum. Salah satunya, ia mungkin akan memakai wewenang presiden atas kebijakan luar negeri.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kedua kanan), Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte (kanan), dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan personel militer dalam pertemuan di 10 Downing Street, London, Inggris, Kamis (17/3/2026).

Di sisi lain, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan, Paris siap membantu mengawal Selat Hormuz bersama dengan negara-negara lain ketika situasi sudah lebih tenang. Namun, operasi itu harus menjadi bagian dari misi yang terpisah dari perang Timur Tengah saat ini.

”Kami bukan pihak dalam konflik tersebut. Dan, oleh karena itu, Perancis tidak akan pernah mengambil bagian dalam operasi untuk membuka kembali atau membebaskan Selat Hormuz,” tutur Macron.

Trump menepis posisi Macron. Padahal, hubungan keduanya sebetulnya cukup akrab. ”Yah, dia akan segera lengser dari jabatannya,” kata Trump tentang masa jabatan Macron yang akan berakhir pada Mei 2027.

Lama perang

Perang di Timur Tengah masih berlangsung sengit. Iran masih menutup Selat Hormuz dengan mengancam kapal-kapal tanker yang melintas. Selain itu, Teheran terus menyasar fasilitas energi negara-negara tetangganya sebagai pembalasan karena membalas dan menekan AS.

TOPSHOT - An Emirates aircraft prepares for landing as a smoke plume rises from an ongoing fire near Dubai International Airport in Dubai on March 16, 2026. Flights were gradually resuming at Dubai airport on March 16, previously the world's busiest for international flights, the airport operator said, after a "drone-related incident" sparked a fuel tank fire nearby, as Iran kept up its Gulf attacks. (Photo by AFP) /

Pada Selasa, militer AS mengumumkan telah menembakkan beberapa bom ke situs-situs rudal Iran di sepanjang garis pantai dekat selat tersebut. Bom-bom itu seberat 2.268 kilogram. Menurut Komando Pusat AS (Centcom), rudal jelajah anti-kapal Iran di situs-situs itu menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Trump masih memberi pesan rancu soal durasi perang AS-Israel di Iran. Perang ini secara dramatis telah meluas di kawasan serta melonjakkan harga minyak global. AS-Israel telah membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat militer Iran.

”Iran hanyalah operasi militer bagi saya. Kami akan pergi dalam waktu dekat,” kata Trump.

Dalam perkembangan terbaru, Israel mengklaim telah membunuh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, Selasa malam. Trump menyebut Larijani sebagai pemimpin tertinggi Iran yang ”sebenarnya”.

Pusat Pelestarian dan Publikasi Karya Pemimpin Tertinggi Iran merilis foto pada 21 Februari 2017 yang memperlihatkan; (kiri ke kanan) Presiden Iran Hassan Rouhani, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Ketua Parlemen Ali Larijani, dan Kepala Lembaga Peradilan Sadeq Larijani menghadiri konferensi internasional keenam untuk mendukung intifada Palestina di Teheran, Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam jamuan makan siang tahunan Friends of Ireland di Gedung Capitol AS, Washington DC, AS, Selasa (17/3/2026). Taoiseach Irlandia Micheál Martin berkunjung ke Amerika Serikat dalam rangka tradisi tahunan Hari St. Patrick untuk bertemu Presiden Trump dan menghadiri jamuan bersama para pemimpin Kongres.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyatakan, perang tersebut bisa berlangsung hingga enam pekan. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada awal perang bahwa kampanye tersebut akan berlanjut selama diperlukan.

Trump juga tak kunjung menjelaskan rencana politiknya untuk Iran setelah perang. ”Kami akan mencoba mendapatkan orang-orang yang akan menjalankannya dengan baik,” ucapnya.

Iran telah menunjuk putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Karena belum terlihat di depan publik, ia diduga terluka. BBC mencatat, Teheran sudah membantah kabar ini.

Perang AS-Israel melawan Iran telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran, lebih dari 900 orang di Lebanon, dan 12 orang di Israel, menurut para pejabat di negara-negara tersebut. Militer AS menyatakan, 13 anggota militer AS tewas dan sekitar 200 anggota terluka. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto