TIMUR TENGAH

Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz

Trump juga memerintahkan armada AS untuk mengejar kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran.

12 Apr 2026 22:29 WIB · Internasional

AP Photo/Alex Brandon

Oleh Irene Sarwindaningrum

WASHINGTON, MINGGU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS segera memulai blokade Selat Hormuz dan mencegat kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran. Perintah itu diumumkan beberapa jam setelah perundingan damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.

”Efektif segera, Angkatan Laut AS, yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokade setiap dan semua kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social, Minggu (12/4/2026).

Trump juga memerintahkan armada AS untuk mengejar kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran. Ia menyebutnya tol ilegal.

”Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal di Perairan Internasional yang telah membayar tol kepada Iran. Tak seorang pun yang membayar tol ilegal akan memiliki pelayaran aman di laut lepas,” tulis Trump.

Trump juga mengisyaratkan ancaman serangan lanjutan. ”Pada saat yang tepat, kami sepenuhnya siap tempur, dan militer kami akan menuntaskan sedikit yang tersisa dari Iran!” tulisnya.

Asap mengepul dari kapal kargo curah Thailand Mayuree Naree di dekat Selat Hormuz setelah serangan Iran, Rabu (11/3/2026). Angkatan Laut Thailand menyatakan kapal tersebut diserang saat melintas di jalur vital itu. Sebanyak 20 awak sejauh ini berhasil diselamatkan.
Sejumlah Kapal Tanker yang Bisa Melewati Selat Hormuz

Trump mengatakan, perundingan maraton itu berjalan baik, sebagian besar poin disepakati. Namun, menurut dia, Teheran tetap menolak mengalah dalam isu program nuklirnya. Kegagalan perundingan itu, katanya, terkait tuntutan Washington agar Iran melepaskan ambisi nuklirnya.

Perintah Trump dimaksudkan merebut kendali strategis atas Selat Hormuz. Selama ini, jalur laut itu mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak global. Selat Hormuz juga menjadi salah satu alat tekan ekonomi utama Iran selama perang berlangsung.

Sebelum mengumumkan blokade, Trump juga telah memberi sinyal bahwa ada atau tidak adanya kesepakatan tidak akan mengubah operasi militer AS di jalur pelayaran itu. ”Kami sedang menyapu selat itu. Apakah kami mencapai kesepakatan atau tidak, itu sama sekali tidak ada bedanya bagi saya,” kata Trump saat perundingan berlarut hingga Minggu dini hari.

President Donald Trump speaks in the Oval Office of the White House before signing an executive order Tuesday, March 31, 2026, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

Perundingan yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026) gagal menghasilkan terobosan. Gencatan selama dua pekan antara AS dan Iran kini ikut berada dalam tanda tanya. Gencatan senjata itu dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, perundingan kandas karena Iran menolak memberikan komitmen tegas untuk tidak membuat senjata nuklir.

”Kami perlu melihat komitmen yang tegas bahwa mereka tidak akan membuat senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat-alat yang memungkinkan mereka dengan cepat memperoleh senjata nuklir,” kata Vance setelah perundingan.

This handout photograph taken on April 11, 2026 and released by Pakistan's Prime Minister Office shows Pakistan's Prime Minister Shehbaz Sharif (R) speaking with Iran's parliamentary speaker Mohammad Bagher Ghalibaf during their meeting prior to the US-Iran peace talks in Islamabad. An Iranian government delegation met Pakistan's prime minister on April 11 to discuss the terms of planned "make or break" negotiations to end the Middle East war with a US party led by Vice President JD Vance. (Photo by Pakistan Prime Minister's Office / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Pakistan's Prime Minister Office " - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Dari pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi Teheran dalam perundingan, mengatakan, kini giliran Washington membuktikan itikadnya. ”Sekarang waktunya bagi Amerika Serikat untuk memutuskan apakah mereka bisa memperoleh kepercayaan kami atau tidak,” tulisnya di X.

Alasan lain

Seorang pejabat diplomatik Iran yang berbicara kepada AP dengan syarat anonim membantah bahwa perundingan gagal semata karena isu ambisi nuklir Iran. Ia menegaskan posisi lama Teheran tidak berubah. ”Iran tidak sedang berupaya memperoleh senjata nuklir, tetapi Iran memiliki hak atas energi nuklir untuk tujuan damai,” ujar pejabat itu.

Pakistan, yang menjadi mediator, mendesak semua pihak tetap mempertahankan gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar juga mengatakan, Islamabad akan mencoba memfasilitasi dialog baru dalam beberapa hari ke depan. ”Penting bahwa para pihak terus memegang komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” katanya.

Iran menyatakan, masih terbuka untuk melanjutkan dialog. Namun, di dalam negeri, nada keras tetap terdengar. Warga Teheran bernama Mohammad Bagher Karami mengatakan, Iran tidak akan menerima apabila AS mencoba memaksa lewat meja perundingan.

”Kami tidak pernah mencari perang. Tetapi jika mereka mencoba memenangkan lewat perundingan apa yang gagal mereka menangkan di medan perang, itu sama sekali tidak bisa diterima,” kata Karami.

Protestors rally against US military action in Iran during a demonstration near the White House in Washington, DC, on April 7, 2026. On APril 7, US President Donald Trump warned that "a whole civilization will die" in Iran if the country does not heed his midnight cutoff to open the Strait of Hormuz, as Tehran reported US-Israeli attacks on its infrastructure were already underway. (Photo by Mandel NGAN / AFP)

Kebuntuan terbaru ini mencerminkan kerasnya posisi kedua pihak sejak awal. Sebelumnya, Iran mengajukan proposal 10 poin. Antara lain, menuntut jaminan berakhirnya perang dan kendali atas Selat Hormuz. Di sisi lain, proposal AS disebut mencakup mekanisme pemantauan, pengguliran balik program nuklir Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sejak perang yang dipicu serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, ribuan orang dilaporkan tewas di Iran, Lebanon, Israel, dan negara-negara Teluk. Cengkeraman Iran atas Selat Hormuz juga telah sangat mengganggu arus keluar minyak dan gas dari Teluk Persia ke ekonomi global serta mendorong lonjakan harga energi.

(AFP/AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul