Konflik yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran meluas ke Lebanon dan mengguncang kawasan Teluk.
03 Mar 2026 10:31 WIB · Internasional
AFP/RYAN MURPHY
WASHINGTON, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak menutup kemungkinan mengerahkan pasukan darat ke Iran. Perkiraan berakhirnya serangan ke Iran bergeser lebih lama karena tak ada tanda-tanda Iran melemahkan balasan. Iran menyatakan siap bertahan dan tak akan mundur.
Trump mengatakan, pengerahan pasukan itu mungkin belum diperlukan. Namun, ia menyatakan tak ada keraguan jika pengerahan pasukan darat diperlukan.
”Saya tidak ragu soal mengerahkan pasukan darat, tidak seperti presiden lain yang bilang tidak akan ada sepatu bot di darat. Saya tidak bilang begitu,” kata Trump dalam wawancara dengan New York Post di Washington, Senin (2/3/2026) waktu setempat atau Selasa waktu Indonesia.
Hal yang sama dinyatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pejabat Pentagon. Namun, saat ditanya apakah sudah memiliki pasukan di darat, Hegseth menolak memerinci. ”Tidak, tetapi kami tidak akan masuk ke pembahasan soal apa yang akan atau tidak akan kami lakukan. Kami akan melangkah sejauh yang perlu,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/03/3750be0a4aabba5fba4eafc2a80b43e1-wires_photo_3_.jpg)
Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, belum ada persiapan untuk pengerahan pasukan darat. AS, kata Rubio, tidak diposisikan untuk pasukan darat di Iran pada saat ini. Sejauh ini Pemerintah AS menilai tujuan operasi bisa dicapai tanpa pasukan darat.
Pada Senin, Trump juga menyebutkan empat target serangan AS ke Iran. Keempat target itu adalah menghancurkan kemampuan rudal Iran, memusnahkan angkatan lautnya, memastikan Teheran tak pernah punya senjata nuklir, dan memutus dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di luar negeri.
”Pertama, kami menghancurkan kemampuan rudal Iran. Kedua, kami memusnahkan angkatan laut mereka. Ketiga, kami memastikan bahwa sponsor teror nomor satu di dunia tidak pernah bisa memperoleh senjata nuklir. Terakhir, kami memastikan rezim Iran tidak bisa terus mempersenjatai, mendanai, dan mengarahkan tentara-tentara teroris di luar perbatasan mereka,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/f57a80245caeb77e160de4f5e39208f4-Iran_7_.jpeg)
![CORRECTION / This image grab taken from Iranian state television broadcasted on February 28, 2026, show what it says is the site of deadly US and Israeli strikes that hit a girls' elementary school in Minab, in the southern Iranian province of Hormozgan near the strategic sea route of the Strait of Hormuz. The United States and Israel launched strikes against Iran on February 28, sparking fears of regional war with explosions reported across the Middle East as the Islamic republic retaliated with barrages of missiles. (Photo by IRIB TV / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / IRIB / HANDOUT" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS / �The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo been modified in AFP systems in the following manner: [BYLINE: -]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.�](https://assetd.kompas.id/7Y70w57dye747JNbHUH_FQRmEjs=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/b00c208cb8bc9971b8a75f5024ac1e8b-wires_photo.jpg)
Trump mengatakan, serangan AS sebagai kesempatan terakhir dan terbaik untuk menghentikan program bom nuklir Iran serta untuk menghilangkan ancaman yang tidak dapat ditoleransi. Akan tetapi, pernyataan Trump soal bom nuklir Iran ini beberapa kali berubah.
Ia pernah menyebut Iran bersiap membuat bom nuklir. Di saat lain, ia mengatakan, semua infrastruktur bom nuklir Iran sudah hancur dalam serangan Israel dan AS dalam perang 12 hari pada Juni 2025. Pernyataan Trump soal bom nuklir Iran ini menuai kritik karena tak disertai bukti. Publik AS juga memprotes serangan AS dan Israel yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/03/95345af766bf81ced1ec5630d5f43d6e-wires_photo.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/cc97b7ed54622c71c7f784181984f191-20260301_H01_Ledakan_Iran_mumed.png)
Di Teheran, Iran menegaskan tidak akan mundur. ”Kami akan dengan gigih membela diri dan peradaban kami yang berusia enam ribu tahun apa pun biayanya dan akan membuat musuh menyesal atas salah perhitungannya,” kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani dalam unggahan berbahasa Inggris di X, Senin.
Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan AS tidak akan lagi aman. ”Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka sudah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan tidak di rumah mereka sendiri,” demikian pernyataan Pasukan Quds, cabang IRGC untuk operasi luar negeri, yang disiarkan televisi Pemerintah Iran.
IRGC juga mengklaim telah meluncurkan serangan ke kapal tanker minyak yang disebut terkait AS, ATHE NOVA, di Selat Hormuz. Adapun gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) mereka telah diluncurkan ke 500 target. Target ini termasuk kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta lokasi-lokasi keamanan di Tel Aviv, Haifa, dan Jerusalem timur.
Kami akan dengan gigih membela diri dan peradaban kami yang berusia enam ribu tahun apa pun biayanya dan akan membuat musuh menyesal atas salah perhitungannya.
Konflik yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran meluas ke Lebanon dan mengguncang kawasan Teluk. Setelah bom AS-Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Teheran terus melancarkan serangan balasan. Sejauh ini belum ada indikasi Iran melemah.
Iran menegaskan serangannya hanya menyasar target AS dan Israel. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Iran tidak menyimpan permusuhan terhadap negara-negara Teluk.
Pada Senin (2/3/2026), serangan balasan Iran mengancam instalasi minyak dan gas negara-negara Teluk. Serangan ke fasilitas energi ini setelah AS-Israel menyerang fasilitas minyak Iran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/a568ad4d8b5315541472a36041025dd8-wires_photo_1_.jpg)
Sebelumnya, negara-negara Teluk lewat Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) memprotes serangan Iran yang menghantam wilayah mereka.
Dalam pernyataan pada Sabtu (28/2/2026), Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi menyebut serangan rudal itu pelanggaran kedaulatan serta pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB. ”Penargetan wilayah negara-negara GCC tidak dapat diterima dengan pembenaran atau dalih apa pun,” kata Albudaiwi.
Sehari kemudian, Minggu (1/3/2026), pernyataan resmi Dewan Menteri GCC menegaskan, negara-negara anggota memiliki hak untuk merespons dan membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
Perkiraan AS soal berakhirnya serangan ke Iran terus bergeser, lebih lama dari perkiraan awal. Semula Trump memperkirakan serangan selama empat pekan. Kini Washington memperkirakan serangan bisa berlangsung lebih dari enam pekan. ”Empat pekan, dua pekan, enam pekan, itu bisa maju. Itu bisa mundur,” ujar Hegseth.
Trump juga memperingatkan kemungkinan bertambahnya korban di pihak AS. Saat ini, jumlah korban tewas di pihak AS dikonfirmasi enam personel. Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keras agar warga AS secepatnya meninggalkan Iran dan negara di Timur Tengah karena risiko yang meningkat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/6fc7afad7e8833686502c46bb36fa70e-TOPSHOT_IRAN_US_ISRAEL_CONFLICT_136565743.jpg)
Palang Merah Iran menyatakan, 131 kota telah terdampak serangan AS–Israel. Jumlah korban tewas setidaknya 555 orang, sebagian besar warga sipil, termasuk anak-anak. Pejabat Iran juga mengonfirmasi kematian tiga anggota Garda Revolusi dan lima personel militer.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menunjuk jenderal IRGC, Majid Ebnelreza, sebagai pelaksana tugas menteri pertahanan setelah pendahulunya tewas dalam serangan Israel–AS.
Iran menyatakan, fasilitas nuklir Natanz diserang. Sebaliknya, Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi mengatakan, tidak ada indikasi instalasi nuklir terkena serangan.
Di Lebanon, Israel berbalas serangan dengan Hizbullah. Pemerintah Lebanon menyatakan pengeboman di Lebanon selatan, timur, dan pinggiran selatan Beirut telah memaksa lebih dari 28.500 orang mengungsi.
Kantor berita Reuters melaporkan, Israel memperkuat pasukan militernya di sisi perbatasan dengan Lebanon. Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengatakan, semua opsi terbuka saat ditanya soal kemungkinan invasi darat ke Lebanon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/58509597b62184e378190c7a5f14ab56-cropped_image.jpg)
Sementara arus keluar dari Iran mulai terlihat di perbatasan. Reuters melaporkan, ratusan warga Iran menyeberang ke Turki melalui gerbang Kapikoy.
Pada saat yang sama, rute utara dipakai untuk evakuasi warga asing. Sebanyak 312 orang telah dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan melalui perlintasan Astara sejak Sabtu. Mereka terdiri dari 101 warga Azerbaijan dan warga dari 19 negara lain, antara lain China, Pakistan, dan Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di Baku mengungkapkan, sekitar 500 warga Rusia bersiap dievakuasi lewat jalur yang sama. Sebanyak 39 orang dilaporkan sudah menyeberang hingga akhir Minggu. Armenia dan Turkmenistan disebutkan sebagai opsi rute keluar lain.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan semua pihak menahan diri sepenuhnya.
(AFP/AP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar