Trump-Putin Gelar Pembicaraan via Telepon

”Panggilan telepon berjalan dengan baik dan masih berlangsung,” tulis Dan Scavino, wakil kepala staf Gedung Putih, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

18 Mar 2025 22:36 WIB · Internasional

Oleh Bonifasius Josie Susilo H

WASHINGTON DC, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pembicaraan melalui sambungan telepon pada Selasa (18/3/2025) pagi waktu Washington DC atau pukul 22.00 WIB itu disebutkan berjalan mulus dan masih berlangsung.

”Panggilan telepon berjalan dengan baik dan masih berlangsung,” tulis Dan Scavino, wakil kepala staf Gedung Putih, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Trump menelepon Putin dari Ruang Oval di Gedung Putih.

Banyak pihak berharap, melalui pembicaraan itu, Trump dapat meyakinkan Putin untuk menerima proposal gencatan senjata terkait perang di Ukraina. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ukraina telah menerima proposal AS itu dengan menyetujui gencatan senjata selama 30 hari.

"Peace to the world", a painting created by Russian artist Alexei Sergienko showing a combination of faces of Russian President Vladimir Putin and US President Donald Trump, is on display at the Sergienko's gallery in St. Petersburg, Russia, Friday, March 14, 2025. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)

Terkait tawaran itu, pada prinsipnya Moskwa—sebagaimana disampaikan Putin pada minggu lalu—mendukung usulan Washington. Namun, Putin menyampaikan masih ada sejumlah persyaratan penting yang harus dibahas tuntas.

Sejauh ini, merujuk pernyataan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sudah ada ”kesepahaman tertentu” antara Trump dan Putin berbasis pembicaraan awal mereka pada 12 Februari lalu. Setidaknya ada kesepahaman tentang pentingnya menyelesaikan konflik di Ukraina dan membangun kembali hubungan antara Rusia dan AS.

Trump, sebagaimana unggahannya di platform media sosial, Senin lalu, juga telah mengatakan bahwa banyak elemen dari perjanjian telah disetujui. Namun, masih banyak pula yang belum tuntas.

Di sisi lain, langkah baru yang dicapai Rusia-AS itu membuat sekutu tradisional Washington waspada. Bahkan, Inggris dan Perancis menggagas upaya bersama yang justru membuat Rusia melirik tajam.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H