Sejak Trump menjabat, Putin terlihat terus menyenangkannya. Tak hanya lewat komentar sanjungan, Putin juga membebaskan warga AS yang ditahan, Marc Fogel.
20 Feb 2025 09:34 WIB · Internasional
WASHINGTON, KAMIS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin terang-terangan mengkritik dan mengancam Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Posisi Rusia semakin diuntungkan, sementara Eropa dibuat kelabakan dengan perkembangan terbaru perang Ukraina-Rusia itu.
Sembari menyebut Zelenskyy sebagai diktator tanpa pemilu, Trump memperingatkan Zelenskyy harus bergerak cepat untuk mecapai perdamaian atau terancam kehilangan negaranya.
”Seorang diktator tanpa pemilu, Zelenskyy sebaiknya bergerak cepat atau dia tidak akan memiliki negara lagi,” tulis Trump di unggahannya, Rabu (19/2/2025) waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/14/10a7eaa60568b4063dce008031d18a3d-Russia_Ukraine_War_Minerals_Explainer_127403693.jpg)
Ancaman itu diserukan Trump hanya selang sehari setelah ia meyalahkan Ukraina atas perang dengan Rusia yang tak kunjung selesai sejak tahun 2022.
”Hari ini saya mendengar, ’oh, kami tidak diundang.’ Nah, Anda sudah di sana selama tiga tahun, Anda seharusnya tidak pernah memulainya. Anda bisa saja membuat kesepakatan,” katanya merujuk pada Zelenskyy saat jumpa pers di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.
Trump mengatakan sangat kecewa dengan Ukraina. Menurut dia, seorang negosiator yang setengah matang sekali pun seharusnya dapat menyelesaikan konflik bertahun-tahun lalu tanpa banyak kehilangan wilayah.
Zelenskyy membalas pernyataan Trump dengan mengatakan bahwa presiden AS itu terjebak dalam gelembung disinformasi Rusia. Pernyataan Trump itu dinilai senada dengan pernyataan Rusia saat memulai invasi ke wilayah Ukraina pada 2022. Ia berharap tim Trump melihat lebih banyak informasi yang benar soal Ukraina.
Menurut Zelenskyy, saat ini ia mengandalkan persatuan dan keberanian Eropa serta pragmatisme dan pendekatan konstruktif dalam hubungan dengan AS. ”Kita berdiri kokoh dengan kedua kaki kita sendiri. Saya mengandalkan persatuan Ukraina, keberanian kita, pada persatuan Eropa dan pragmatisme Amerika. Karena Amerika membutuhkan kesuksesan sama seperti kita,” katanya dalam pidato, Rabu malam.
Ia menyatakan akan bertemu dengan utusan AS untuk Rusia dan Ukraina, Keith Kellogg, pada Kamis. Pertemuan itu, bersama seluruh kerja sama dengan AS, ia sebut sangat penting dan bersifat konstruktif.
”Bersama Amerika dan Eropa, perdamaian dapat lebih terjamin dan ini tujuan kita. Keberhasilan menyatukan kita. Persatuan kita adalah perlindungan terkuat bagi masa depan kita. Masa depan tanpa Putin, tetapi dengan perdamaian,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/509612d606564daef456655703d3f649-AFP_36Y86DT.jpg)
Saat tiba di Kyiv, Kellogg menyatakan memahami perlunya jaminan keamanan. Ia menambahkan, bagian dari misinya adalah duduk dan mendengarkan.
Kurang dari sebulan menjabat sebagai Presiden AS, Trump telah mengubah kebijakan AS terhadap perang Ukraina-Rusia. Ia mengakhiri kebijakan mengisolasi Rusia dan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat telepon.
Para pejabat senior AS dan Rusia kemudian menggelar pertemuan tingkat tinggi di Riyadh, Arab Saudi, tanpa mengundang Ukraina dan mengabaikan sekutunya, Eropa. Selanjutnya, Trump dan Putin direncanakan akan bertemu.
Menurut Trump, Zelenskyy bisa saja berunding dengan Rusia di Arab Saudi jika ia mau. Ia berharap gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina segera terjadi.
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan, tidak seorang pun dapat memaksa negaranya untuk menyerah. ”Kami akan mempertahankan hak kami untuk hidup,” kata Sybiha kepada X.
Kami akan mempertahankan hak kami untuk hidup.
Masa jabatan Zelenskyy seharusnya berakhir pada 2024. Akan tetapi, pemilihan presiden dan parlemen Ukraina yang seharusnya digelar lima tahun sekali tidak dapat diadakan berdasarkan status darurat militer yang diberlakukan Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari 2022.
Rusia telah merebut sekitar 20 persen wilayah Ukraina. Perlahan tetapi pasti, Rusia memperoleh lebih banyak wilayah di wilayah timur Ukraina.
Moskwa mengatakan, operasi militer khusus di Ukraina itu menanggapi ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh upaya Kyiv untuk menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ukraina dan Barat menyebut tindakan Rusia sebagai perampasan tanah imperialis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/854a6399846e115829b53c858923239b-000_36XK4QG.jpg)
Menurut Zelenskyy, pernyataan Trump bahwa tingkat persetujuan Ukraina terhadap kebijakannya hanya 4 persen adalah disinformasi dari Rusia. ”Kami memiliki bukti angka-angka ini sedang dibahas antara Amerika dan Rusia. Artinya, Presiden Trump, sayangnya, hidup dalam ruang disinformasi ini,” kata Zelenskyy kepada TV Ukraina.
Jajak pendapat terbaru dari Institut Sosiologi Internasional Kyiv, dari awal Februari, menemukan 57 persen warga Ukraina memercayai Zelenskyy.
Sejak Trump menjabat, Putin terkesan terus berupaya menyenangkannya. Tak hanya lewat komentar sanjungan, Putin juga membebaskan warga AS yang ditangkap Rusia pada 2011, Marc Fogel. Ia dibebaskan pada 11 Februari 2025, beberapa hari menjelang pertemuan AS-Rusia di Riyadh.
Meski demikian, Putin tak memperlihatkan kemauan untuk kompromi. Tuntutan mendasarnya tidak berubah. Di antaranya, Ukraina tidak berpihak kepada Eropa dan NATO, pasukan Ukraina terbatas dalam jumlah dan peralatan, dan Ukraina tidak menampung pasukan Barat.
Dia juga masih bersikeras menginginkan pengakuan bahwa Crimea dan empat provinsi Ukraina yang dianeksasi Rusia adalah bagian dari Rusia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/4529e52197e03d248207c43b7b339847-d11ed268028f4f5cb7c16c992f6955e9_0_de9ee8adc03041ac91c54607b03e3f8c.jpg)
Putin juga bertahan pada tuntutannya yang disebutkan di proposal pada Juni 2024. ”Inti proposal kami bukanlah gencatan senjata sementara atau gencatan senjata yang akan membiarkan sanksi tetap berlaku dan memungkinkan Ukraina untuk mempersenjatai diri kembali,” katanya.
Sebaliknya, Putin menginginkan resolusi definitif yang akan mencabut embargo Barat terhadap Rusia dan memungkinkan negara itu untuk membentuk kembali pertahanannya. Perang selama tiga tahun telah membuat cadangan senjata Rusia menipis. Ekonomi Rusia juga semakin kritis.
Adapun Trump punya janji yang menunggu dipenuhi. Sejak kampanye sudah sesumbar akan dapat menghentikan perang Ukraina-Rusia dalam sehari.
Trump mengatakan, ia mungkin akan bertemu Putin dalam beberapa pekan ke depan.
Di Moskwa, Putin mengatakan, Ukraina tidak akan dihalangi dari negosiasi perdamaian, tetapi keberhasilan akan bergantung pada peningkatan kepercayaan antara Moskwa dan Washington. Putin juga mengatakan, akan butuh waktu untuk menyiapkan pertemuan puncak dengan Trump.
”Kita perlu memastikan tim kita menyiapkan isu-isu yang sangat penting bagi AS dan Rusia, termasuk, tetapi tak hanya, soal Ukraina, untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak,” kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Beberapa rekan Trump dari Partai Republik di Senat AS menilai Trump membutuhkan ruang untuk mengusahakan kesepakatan damai. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mendukung Ukraina sejak lama.
Menyusul serangan terbaru Trump, Zelenskyy membahas pendekatan penyelesaian damai dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Starmer menyatakan dukungannya terhadap Zelenskyy sebagai pemimpin Ukraina yang dipilih secara demokratis. Ia mengatakan, penundaan pemilu Ukraina selama masa perang adalah wajar.
Macron dan Starmer dijadwalkan ke Washington, AS, pada pekan depan untuk bertemu Trump, sebagaimana dikatakan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz.
Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara menyetujui paket sanksi ke-16 terhadap Rusia pada Rabu. Sanksi terbaru ini, antara lain, dikenakan pada aluminium dan kapal yang diyakini membawa minyak Rusia yang sudah dikenai sanksi sebelumnya.
Trump mengatakan, Eropa harus melangkah maju untuk menjamin kesepakatan gencatan senjata apa pun. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .