Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Indonesia mengenakan nol tarif untuk produk asal AS. Produk energi dan pertanian masuk dalam kesepakatan.
16 Jul 2025 01:49 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memangkas tarif impor produk asal Indonesia. ”Indonesia akan membayar tarif 19 persen, dan kami tidak akan membayar apa-apa,” tulis Kantor Berita Reuters mengutip Trump pada Selasa (15/7/2025) waktu Washington DC atau Rabu (16/7/2025) waktu Jakarta.
Komitmen Indonesia untuk membeli sejumlah produk AS turut memengaruhi turunnya tarif tersebut. Trump mengatakan, Indonesia akan membeli energi dari AS senilai 15 miliar dollar AS, produk pertanian asal AS senilai 4,5 miliar dollar AS, dan 50 pesawat produk Boeing, sebagian besar di antaranya jet berbadan bongsor, yaitu Boeing 777.
Diberitakan sebelumnya, lewat unggahannya di platform media sosial Truth Social miliknya, Trump mengatakan, AS telah mencapai kesepakatan dagang dengan Indonesia. ”Kesepakatan hebat, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berunding langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. DETAILNYA AKAN DILANJUTKAN!!!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Lantas kepada para wartawan ia mengatakan, Indonesia ”memberi AS akses”. Sebaliknya, produk Indonesia yang diekspor ke AS akan dikenai tarif sebesar 19 persen, satu persen lebih rendah dari produk asal Vietnam. Sebelum mencapai kesepakatan dagang dengan Indonesia, Trump telah menetapkan tarif sebesar 20 persen untuk produk impor asal Vietnam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/7fa70b2c-85d1-46cf-9a08-2579f7f48fd2.jpg)
Namun, Trump tidak memerinci ”akses” yang disebutkannya. Ia hanya memberi penekanan bahwa Indonesia adalah produsen tembaga dan sejumlah mineral lain.
Sebelum kesepakatan dicapai, pekan lalu Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 32 persen atas produk-produk Indonesia. Terkait tarif baru, sejauh ini belum jelas kapan tarif itu akan berlaku.
Setelah menyebutkan tarif untuk Indonesia, Trump mengatakan bahwa beberapa kesepakatan lain akan diumumkan. ”India pada dasarnya sedang mengupayakan hal yang sama,” kata Trump.
Kepada CNBC, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengungkapkan, kesepakatan yang dicapai dengan Indonesia serupa dengan kerangka kerja perdagangan yang baru-baru ini diumumkan dengan Vietnam. ”Tidak ada tarif di sana. Mereka membayar tarif di sini, secara asimetri mengubah (surplus) ke arah kita. Mari kita bangkitkan kembali industri, dan itu akan membebaskan petani, peternak, nelayan, dan industri kita,” kata Lutnick.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/04/cd296dcb-5412-4dc5-a5c7-452c0fad7401_png.png)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Susiwijono Moegiarso, melalui pesan teks, kepada Reuters mengatakan, ”Kami sedang mempersiapkan pernyataan bersama antara AS dan Indonesia yang akan menjelaskan besaran tarif timbal balik untuk Indonesia, termasuk kesepakatan tarif, non-tarif, dan pengaturan komersial. Kami akan segera menginformasikannya kepada publik.”
Secara terpisah, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal, mengatakan, sejumlah pihak di Indonesia mengindikasikan mereka senang dengan kesepakatan baru itu.
Total nilai perdagangan Indonesia-AS pada tahun 2024 mencapai 40 miliar dollar AS. Nilai terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, nilai ekspor AS ke Indonesia naik 3,7 persen dibandingkan tahun 2023, sementara impor dari Indonesia naik 4,8 persen. Indonesia mencatatkan surplus hampir sebesar 18 miliar dollar AS. Dari Indonesia, AS mengimpor minyak sawit, peralatan elektronik, alas kaki, ban mobil, hingga udang beku. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto