Trump Umumkan Kapal Perang Baru ”Kelas Trump”, Bagian dari Armada Emas

Untuk menggantikan kapal perang lama yang tua dan usang, AS berencana membangun kapal perang baru yang lebih modern. Tahap awal, AS akan membangun dua kapal baru.

23 Des 2025 11:00 WIB · Internasional

AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

Oleh Helena Fransisca Nababan

PALM BEACH, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pembangunan kelas kapal perang baru yang lebih besar, lebih unggul, dan lebih modern. Kapal perang Angkatan Laut AS ”kelas Trump” itu akan menjadi bagian dari Armada Emas (Golden Fleet).

Kapal perang baru akan menggantikan kapal-kapal perang lama yang usang, tua, dan ketinggalan zaman. ”Kapal-kapal ini akan menjadi yang tercepat, terbesar, dan jauh lebih kuat, seratus kali lipat, daripada kapal perang mana pun yang pernah dibangun,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, seperti dikutip kantor berita Associated Press, Selasa (23/12/2025).

Menurut Trump, kapal perang baru AS akan lebih panjang dan lebih besar daripada kapal perang kelas Iowa era Perang Dunia II. Kapal perang baru juga akan dipersenjatai dengan rudal hipersonik, meriam rel, dan laser berkekuatan tinggi.

Kecerdasan buatan akan memainkan ”faktor besar” dalam kemampuan kapal-kapal tersebut. Semua teknologi tengah dikembangkan oleh Angkatan Laut AS.

Bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Angkatan Laut John Phelan, konferensi pers Trump menampilkan tiga gambar kapal perang baru. Label nama USS Defiant tertera dalam gambar kapal perang itu.

Trump mengatakan, untuk penguatan armada laut AS, ke depan, pembangunan kapal perang baru akan ditambah jumlahnya. Setidaknya AS akan memiliki 20 hingga 25 kapal baru.

”Di dalamnya termasuk kelas fregat yang lebih kecil dan lebih lincah yang sebelumnya diumumkan oleh Angkatan Laut AS,” ujarnya.

”Pembangunan dua kapal pertama akan dimulai segera,” imbuh Trump.

PALM BEACH, FLORIDA - DECEMBER 22: U.S. President Donald Trump, joined by Secretary of State Marco Rubio, Secretary of War Pete Hegseth and Secretary of the Navy John Phelan leaves after announcing the creation of the �Trump-class� battleship during a statement to the media at Trump�s Mar-a-Lago estate on December 22, 2025 in Palm Beach, Florida. Trump announced the creation of the new �Trump-class� battleship, which will become the centerpiece of the president�s �Golden Fleet� program to rebuild and strengthen U.S. shipbuilding.   Tasos Katopodis/Getty Images/AFP (Photo by TASOS KATOPODIS / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Setiap kapal akan memiliki bobot antara 30.000 ton dan 40.000 ton. ”Kapal-kapal itu akan dibangun di AS,” jelas Trump, seperti dikutip CNN.

Ia juga mengatakan akan berupaya memperbarui kapal induk Amerika sebagai bagian dari pembaruan Armada Emas untuk Angkatan Laut AS. CNN mengungkapkan, kapal-kapal perang baru tersebut dimaksudkan untuk lebih efektif melawan China dan musuh lainnya.

”Pembangunan kapal perang yang direncanakan pada akhirnya akan menghasilkan tonase dan daya tembak yang lebih besar daripada pembangunan yang pernah ada dalam sejarah,” kata Phelan.

Ia menambahkan, kapal perang baru itu tidak hanya akan menampilkan meriam terbesar yang pernah dibawa kapal perang AS. Kapal baru juga akan membawa rudal jelajah yang diluncurkan dari laut dan dilengkapi senjata nuklir.

Untuk mendukung pembangunan kapal perang, kata Phelan, komponen kapal akan dibangun di setiap negara bagian AS. Trump juga menyatakan, pembangunan kapal-kapal baru dimaksudkan untuk menghidupkan kembali industri pembuatan kapal AS.

US President Donald Trump arrives to announce the US Navy�s new Golden Fleet initiative, unveiling a new class of warships, at Mar-a-Lago in Palm Beach, Florida, on December 22, 2025. President Donald Trump on December 22 announced a new class of US warships that will be named after himself.
The Trump-class ships "will be the largest battleship in the history of our country, the largest battleship in the history of the world ever built," the president told journalists at his Mar-a-Lago residence in the US state of Florida. (Photo by ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Kritikan

Sejak masa jabatan pertama, Trump selalu saja mengkritik kapal perang AS sebagai kapal ”berpenampilan mengerikan”. Ia mendesak adanya perombakan armada.

”Saya bukan penggemar beberapa kapal yang Anda buat. Saya orang yang sangat memperhatikan estetika dan saya tidak menyukai beberapa kapal yang Anda buat dari segi estetika,” kata Trump kepada para petinggi militer yang berkumpul di Quantico awal tahun ini.

Pada 2020, Trump berkunjung ke galangan kapal yang sedang mengerjakan fregat kelas Constellation dan sudah dibatalkan pengerjaannya. Saat itu Trump mengatakan, dirinya secara pribadi mengubah desain kapal itu.

”Saya melihatnya, dan saya berkata, ’Itu kapal yang tampak mengerikan, mari kita buat indah’,” kata Trump saat itu.

Ia juga mengeluh kepada Phelan tentang penampilan kapal perusak milik Angkatan Laut AS. Ia mengecam kapal-kapal Angkatan Laut AS yang berkarat. Untuk itu, pembangunan kapal-kapal perang baru akan lebih sesuai dengan standar estetika Trump.

”Angkatan Laut AS akan memimpin desain kapal-kapal ini bersama saya karena saya orang yang sangat memperhatikan estetika,” kata Trump.

Dengan pengumuman rencana itu, kapal-kapal ”kelas Trump” yang diluncurkan pada Senin antara lain akan meningkatkan kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke. Kelas ini dibuat pada 1991 dan masih diproduksi.

Pada 19 Desember lalu, Phelan mengumumkan, dirinya mengarahkan pembangunan kapal perang kelas fregat baru sebagai bagian dari Armada Emas. Fregat dirancang untuk melindungi jalur laut dan melindungi kapal yang lebih besar. Angkatan Laut AS menargetkan untuk meluncurkan kapal pertama ke perairan pada 2028.

Sementara itu, bulan lalu Angkatan Laut AS membatalkan rencana untuk membangun kapal perang kecil baru. Alasannya, terjadi penundaan yang semakin lama dan pembengkakan biaya.

Akhirnya, Angkatan Laut AS memutuskan untuk menggunakan versi modifikasi dari kapal penjaga pantai yang diproduksi hingga saat ini. Angkatan Laut AS juga gagal membangun kapal-kapal rancangan baru lainnya, seperti kapal induk kelas Ford dan kapal selam kelas Columbia, tepat waktu dan sesuai dengan anggaran.

TOPSHOT - The USS Carl Vinson, a US nuclear-powered aircraft carrier, arrives at a South Korean naval base during its port visit in the southeastern port city of Busan on March 2, 2025. (Photo by YONHAP / AFP) / - South Korea OUT / NO ARCHIVES - RESTRICTED TO SUBSCRIPTION USE

Kapal perang

Secara historis, merujuk pada pemberitaan AP, istilah kapal perang mengacu pada jenis kapal yang sangat spesifik. Kapal itu berupa kapal besar berlapis baja tebal yang dipersenjatai dengan meriam besar yang dirancang untuk membombardir kapal lain atau target di darat.

Jenis kapal itu mencapai puncak kejayaannya selama Perang Dunia II. Kapal perang terbesar AS, kelas Iowa, memiliki bobot sekitar 60.000 ton.

Setelah Perang Dunia II, peran kapal perang dalam armada modern menurun dengan cepat, tergeser kapal induk dan rudal jarak jauh. AL AS memodernisasi empat kapal perang kelas Iowa pada 1980-an dengan menambahkan rudal jelajah dan rudal antikapal, bersama dengan radar modern. Namun, pada 1990-an, keempatnya dinonaktifkan.

Trump telah lama memiliki pendapat yang kuat tentang aspek-aspek spesifik dari armada Angkatan Laut, terkadang dengan tujuan mempertahankan teknologi lama daripada memodernisasinya. Selama masa jabatan pertama, ia gagal menyerukan kembalinya ketapel bertenaga uap untuk meluncurkan jet dari kapal induk terbaru, alih-alih sistem elektromagnetik yang lebih modern. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji