Tuah Pragmatisme Simeone dan Kesempurnaan Liverpool

Atletico Madrid membuka kesempatan untuk menemani Barcelona sebagai duta Spanyol di zona delapan besar. Meski menang terus, Liverpool belum kunci posisi puncak.

22 Jan 2025 10:27 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MADRID, RABU — Performa pragmatis Atletico Madrid di bawah asuhan Diego Simeone tampaknya kembali bertuah pada musim ini. Kemenangan 2-1 atas Bayer Leverkusen, Rabu (22/1/2025) dini hari WIB, di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, mendekatkan ”Los Rojiblancos” ke babak 16 besar. Sementara itu, belum ada tim yang mampu menahan Liverpool di babak awal.

Bermain di hadapan pendukung sendiri yang menggebu-gebu, Atletico terlihat tampil pasif. Taktik lima bek membuat Atletico tampil menunggu sehingga tim tamu dari Jerman lebih leluasa mengurung pertahanan mereka.

Babak pertama benar-benar menjadi bencana untuk Atletico. Selain gagal lepas dari tekanan Leverkusen, gelandang Pablo Barrios dihukum kartu merah ketika laga baru berjalan 25 menit, lalu Leverkusen dua kali membobol gawang Atletico pada menit ke-18 dan 45+1.

Beruntung, gol pertama Leverkusen dianulir oleh asisten wasit video (VAR) karena Alex Grimaldo, gelandang sayap Leverkusen, dalam posisi offside pada proses tercipta gol sebelum memberikan asis. Namun, wasit mengesahkan gol bek Leverkusen, Piero Hincapie, tepat sebelum laga memasuki jeda turun minum.

Dalam sudut pandang penonton, Atletico terlihat tidak ingin menang. Sebab, di babak kedua, mereka tetap menerapkan garis pertahanan rendah dan tidak berusaha mengendalikan penguasaan bola.

TOPSHOT - Italian referee Davide Massa presents a red card to Atletico Madrid's Spanish midfielder #08 Pablo Barrios (not seen) during the UEFA Champions League, league phase football match between Club Atletico de Madrid and Bayer Leverkusen at the Metropolitano stadium in Madrid on January 21, 2025. (Photo by OSCAR DEL POZO / AFP)

Namun, rencana permainan itu adalah perangkap laba-laba yang disiapkan Simeone. Pemain Atletico lebih cepat mengalirkan bola ke depan ketika mendapat bola dalam proses transisi positif.

Bola langsung mengarah kepada Antoine Griezmann. Penyerang kreatif asal Perancis itu akan langsung mencari Julian Alvarez yang berdiri sendirian di garis pertahanan Leverkusen.

Taktik itu berjalan efektif ketika ”Si Laba-laba”, julukan Alvarez, menyamakan skor pada menit ke-52. Gol itu diawali kemenangan duel perebutan Alvarez dengan kapten sekaligus bek tengah Leverkusen, Jonathan Tah. Dua pemain Leverkusen lain pun tak kuasa menahan Alvarez yang tanpa kesulitan menaklukkan kiper Leverkusen, Matej Kovar.

Alvarez memastikan kemenangan Altetico melalui ketenangannya di muka gawang memasuki menit ke-90. Melalui sekali lekukan untuk mengelabui Kovar, ia membantu Atletico mencetak kemenangan kedua di kandang pada Liga Champions musim ini.

”Ini malam luar biasa. Kami sangat senang karena bisa melalui pertandingan yang sulit. Di babak pertama ketika kekurangan satu pemain, Cholo (Simeone) meminta kami tetap tenang dan bersatu karena momen kami bakal datang,” kata Alvarez dilansir Marca.

TOPSHOT - Atletico Madrid's Argentine forward #19 Julian Alvarez scores an equalizing goal during the UEFA Champions League, league phase football match between Club Atletico de Madrid and Bayer Leverkusen at the Metropolitano stadium in Madrid on January 21, 2025. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

”Ketika mereka mencetak gol, segalanya terasa sukar, tetapi kami tetap memainkan gaya kami. Dengan kesabaran, kami mendapatkan penyama kedudukan dan akhirnya mendapatkan kesempatan menang,” ucapnya.

Kesempatan lolos

Kemenangan atas Leverkusen membantu Atletico mengemas 15 poin. Los Rojiblancos wajib meraih tiga poin pada laga pamungkas di kandang RB Salzburg, pekan depan, jika ingin mengunci tempat di posisi delapan besar dan lolos ke perempat final.

Berdasarkan simulasi Opta, koleksi 15 poin hanya memiliki kans berada di zona delapan besar sebanyak 26 persen. Meski begitu, Atletico sudah memastikan tempat ke fase gugur karena tidak akan terlempar keluar peringkat ke-24.

Apabila bisa mengalahkan Salzburg, Atletico akan menutup babak awal dengan 18 poin. Perolehan 18 poin sudah cukup untuk mengunci salah satu posisi di zona delapan besar.

Sementara itu, Leverkusen masih bertahan dengan 13 poin. Pelatih Leverkusen Xabi Alonso mengakui kedudukan 1-1 membuat timnya lengah dan kehilangan konsentrasi.

Gelandang Bayer Leverkusen Florian Wirtz tejatuh dikeroyok para pemain Atletico Madrid pada laga Liga Champions di Stadion Metropolitano, Madrid, Rabu (22/1/2025) dini hari WIB.

Dengan koleksi poin itu, Alonso pun tidak yakin dengan peluang timnya lolos langsung ke babak perempat final. Ia bersikap realistis untuk mengejar kemenangan pada pertandingan terakhir kontra Sparta Praha demi lolos ke fase gugur.

”Delapan besar menjadi lebih rumit buat kami. Kami hanya berusaha untuk mempersiapkan diri guna menjalani satu laga terakhir yang menentukan,” tutur Alonso dilansir laman UEFA.

Dari data Opta, tim pengoleksi 16 poin—potensi poin maksimal Leverkusen—memiliki kans 87 persen untuk menghuni zona delapan besar. Namun, masih ada potensi 13 persen mereka mengakhiri babak awal Liga Champions musim ini di luar posisi kedelapan.

Belum jaminan

Pada laga lain di Stadion Anfield, Liverpool mengunci keunggulan 2-1 atas duta Perancis, Lille. Gol dari Mohamed Salah (34’) sempat dibalas oleh penyerang Lille asal Kanada, Jonathan David (62’). ”Si Merah” menjaga rekor menang 100 persen berkat sepakan keras Harvey Elliott (67’) yang terdefleksi kaki pemain Lille.

Meskipun selalu meraih hasil positif, Liverpool belum bisa memastikan posisi sebagai juara babak awal Liga Champions 2024-2025. Penyebabnya, Barcelona meraih kemenangan dramatis 5-4 di kandang Benfica.

Gelandang Liverpool Harvey Elliott merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Lille pada laga Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (22/1/2025) dini hari WIB. Liverpool menang 2-1.

Dengan koleksi 18 poin, Barca masih berpeluang menyamai koleksi poin Liverpool pada laga terakhir, pekan depan. Barca bisa mengudeta posisi puncak di klasemen akhir jika Liverpool kalah dari PSV Eindhoven, lalu mereka mengalahkan Atalanta. Dengan perolehan poin setara, ”Blaugrana” akan berada di peringkat lebih baik dari Liverpool karena keunggulan selisih gol.

Pelatih Liverpool Arne Slot tidak memedulikan peringkat timnya setelah menjalani laga kedelapan nanti. Menurut dia, hal utama adalah skuadnya tampil konsisten untuk menampilkan performa terbaik menghadapi tim-tim terbaik Eropa.

”Saya tidak mengatakan berada di peringkat pertama atau kedua akan menjadi keuntungan bagi kami di babak 16 besar nanti. Kami menjalani format anyar ini, jadi belum tahu undian fase gugur akan berlangsung seperti apa. Paling utama bagi saya adalah kami mengelola permainan dengan baik,” kata Slot dilansir BBC.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji