KM Mutiara Sentosa II terbakar hebat di perairan Sumenep, Jawa Timur. Ratusan keluarga penumpang menanti dengan cemas kabar evakuasi penumpang kapal.
02 Agt 2026 18:54 WIB · Nasional
KEMENHUB
Kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II membuat ratusan keluarga penumpang dirundung khawatir. Berjam-jam, mereka menanti kabar dan suara keluarga yang berada di atas kapal. Kebakaran kapal bermuatan ratusan orang ini membuat sedikitnya lima orang tewas dan puluhan lainnya hilang.
Martina (37) shock dan bergetar hebat, Minggu (2/8/2026) pagi. Ia membaca informasi KMP Mutiara Sentosa II terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Di atas kapal, Jamaluddin (46), suaminya, menjadi salah seorang penumpang. Ibu tiga anak yang sedang hamil enam bulan ini tidak kuasa menahan sedih.
Ia menangis dan mencoba mencari kebenaran akan informasi tersebut. Namun, pesan pendek dan telepon ke suaminya tidak lagi tersambung. Potongan video terus beredar menunjukkan kebakaran di kapal kian hebat.
”Menangis terus,” kata Martina ditemui di kediamannya, Minggu jelang petang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/02/f15ccaff5578b9c60cb619bdd1642f63-IMG_4345.jpeg)
Ibu tiga anak ini menceritakan, suaminya bekerja sebagai sopir truk ekspedisi. Dalam tiga tahun terakhir, Jamaluddin rutin bolak-balik ke Surabaya untuk mengambil dan mengantar pesanan barang. Awal pekan lalu, ia kembali berangkat dan sedianya akan tiba pada Senin (3/8/2026).
Namun, kebakaran di KMP Mutiara Sentosa II terjadi tepat saat sang suami menjadi penumpang kapal itu. Dalam kondisi hamil, Martina terus mencari informasi. Keluarga dan kerabatnya datang memberikan dukungan.
Informasi yang dinantikan itu akhirnya tiba. Pukul 15.18, sebuah video dikirimkan oleh kerabatnya. Di situ, sang suami yang berkemeja abu-abu terlihat duduk dalam kondisi selamat. Mereka baru saja dievakuasi oleh kapal lain yang melintas dekat lokasi terbakarnya kapal.
”Alhamdulillah akhirnya bisa lihat suami selamat. Ada lagi video lain suami saya bisa bicara dan mengabarkan kondisinya,” tutur Martina. ”Meski sampai sekarang belum bisa mendengar suaranya langsung, tapi bersyukur tahu suami selamat.”
Dahlan (46), kerabat Jamaluddin, menceritakan, ia mendapat informasi kejadian kebakaran kapal tersebut sekitar pukul 08.00 Wita. Informasi itu diperoleh dari grup sesama sopir truk. Dahlan dan Jamaluddin, pamannya, sama-sama bekerja sebagai sopir truk ekspedisi.
”Saya seharusnya juga naik KMP Mutiara Sentosa sama Om Jamal. Tapi, tidak tahu, perasaan saya tidak enak, jadi pulang duluan. Mobil saya diuruskan sama beliau,” tutur Dahlan.
Informasi mengenai kebakaran kapal itu membuatnya panik. Ia segera menghubungi siapa saja yang mengetahui informasi tersebut. Namun, informasi masih sangat minim. Ada lebih dari sepuluh sopir yang ia kenal ada di atas kapal. Namun, tak satu pun yang ponselnya aktif.
Berkali-kali Dahlan mencoba mencari tahu situasi dan kondisi kerabat dan kenalannya. ”Saya cuma mau pastikan kondisi Om Jamal, mobil urusan di belakang. Baru sekitar jam 15.00 ada info beliau selamat,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/02/805dfd5234935cd27ef7ffe6b60bf9bf-cropped_image.jpg)
Hanya saja, tambah Dahlan, masih ada sejumlah kenalannya yang keberadaannya belum diketahui. Ia berharap, semuanya bisa ditemukan selamat dan dievakuasi ke tempat yang aman.
Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, hingga Minggu petang total manifes mencapai 271 orang. Sebanyak 232 orang adalah penumpang, dengan anak buah kapal sebanyak 39 orang.
Dari jumlah tersebut, total yang berhasil dievakuasi dengan selamat mencapai 225 orang. Sementara itu, 5 orang tewas dan 41 lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, informasi terkait kebakaran KMP Mutiara Sentosa II diterima petugas siaga pada pukul 08.24 WIB. Informasi tersebut berasal dari petugas siaga Syahbandar Tanjung Perak.
Lokasi kejadian berada di perairan utara Madura. Pada pukul 08.25 WIB, PT Atosim Lampung Pelayaran menghubungi petugas siaga Kantor SAR Surabaya dan menginformasikan kondisi KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar.
”Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, kebakaran kapal terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Informasi itu diperoleh dari nakhoda. Namun, setelah itu nakhoda tersebut tidak dapat dihubungi kembali,” ujar Nanang.
Setelah menerima laporan, SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk mengetahui posisi terakhir kapal. Nanang mengatakan, Pos SAR Sumenep juga berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget.
Berdasarkan hasil komunikasi KSOP Kalianget dengan awak kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi KMP Mutiara Santosa II diketahui bahwa KMP Mutiara Sentosa II berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan Sapudi.
Penulis:
Saiful Rijal YunusEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar