Grup rock legendaris Inggris, Oasis, tampil di Toronto, Kanada. Penampilan ini pertama setelah konser terakhir mereka 17 tahun lalu.
26 Agt 2025 11:47 WIB · Musik
Semburat biru mewarnai langit malam itu. Biru yang menaungi suasana kehebohan di Stadion Rogers, Toronto, Kanada, pada Minggu (24/8/2025). Ribuan orang menjejali lapangan dan tribune penonton. Beberapa orang di antaranya melambaikan tangan ataupun mengacungkan dua jari saat difoto. Ribuan orang di lokasi itu menantikan penampilan grup rock asal Inggris, Oasis.
Tak berselang lama, dua kakak beradik yang menjadi pentolan Oasis, Liam Gallagher dan Noel Gallagher, berada di atas panggung bergandengan dan mengangkat kedua tangan mereka. Tangan kiri Liam mengangkat dua marakas yang ia bawa, sedangkan tangan kanan Noel terangkat sambil melambai ke arah penonton. Di belakang mereka berdiri tiga musisi lain yang sedang bersiap tampil lagi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/295498217f849a24a11a902b597875fd-AP25237097218153.jpg)
Momen kebersamaan Liam dan Noel itu terekam saat mereka tampil dalam Tur Reuni Blockbuster di Toronto, Minggu waktu setempat. Mereka tampil bersama legenda rock Inggris, Oasis. Konser Oasis ini merupakan konser pertama mereka di Kanada sejak bubar secara dramatis 16 tahun lalu.
Tak heran bila penggemar setia mereka menyambut dengan antusias tur reuni tersebut. Penggemar berbondong-bondong menuju Stadion Rogers untuk menyaksikan penampilan perdana Oasis setelah lama absen manggung di Kanada. Tercatat Oasis manggung terakhir di Kanada pada 2008.
Salah satu penonton, Thunder Penir, kepada kantor berita AFP mengatakan bahwa melihat mereka secara langsung di atas panggung adalah impian seumur hidup. ”Saya pikir mereka tidak akan pernah bersatu kembali,” kata Penir sambil mengangkat tinggi-tinggi bendera Kanada yang berukuran besar.
Penonton lain, Amanda Ferraro, datang ke stadion dengan mengenakan kaus dari tur Oasis ke Kanada tahun 2006. Ferraro mengatakan bahwa Oasis telah lama menjadi band favoritnya. Ia yang saat ini berusia 38 tahun sudah menyukai Oasis sejak 25 tahun lalu, saat ia berumur 13 tahun. ”Semua lagu itu benar-benar membantu saya melewati banyak hal, dari perceraian orangtua saya, banyak hal baik, momen-momen penting,” kata pria itu.
Kehebohan serupa juga dialami oleh Shanon Simon. Saat menonton konser, ia mengenakan kaus bergambar wajah Liam Gallagher. Menurut dia, salah satu daya tarik nostalgia tur ini adalah bahwa band tersebut berjaya di masa sebelum media sosial atau layanan streaming musik. Baginya, saat dahulu membeli CD dari rilisan Oasis dan memegangnya ada perasaan yang sulit untuk dikatakan. ”Rasanya seperti pergi ke konser dan tidak perlu mengangkat telepon,” tambahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/205daed63279ef4f3b44ed67a359e3f3-AP25237104776388.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/19e4054c37df6d4fe90b914e86adcbbd-AP25237051673087.jpg)
Grup musik rock dari Inggris ini sebenarnya telah bubar secara dramatis 16 tahun lalu. Bubarnya Oasis ditandai dengan tidak akurnya dua kakak beradik, Liam dan Noel Gallagher. Mereka bubar setelah melejit di era Britpop pertengahan 1990-an.
Kini setelah 16 tahun, kakak beradik Liam dan Noel Gallagher yang dulunya bermusuhan telah memulai tur dunia. Tur ini sangat dinantikan oleh penggemar mereka di seluruh dunia. Tingginya antusiasme penggemar untuk menonton konser ini tecermin dari ludesnya tiket hanya dalam waktu satu jam sejak dibuka penjualannya.
Setelah dua kali manggung di Toronto, Oasis akan manggung di Chicago, Amerika Serikat, pada hari Kamis. Selamat reuni dengan Oasis….
Penulis:
Demitrius Wisnu WidiantoroEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan