Presiden Prabowo Subianto menekankan kekuasaan yang diberikan rakyat harus digunakan dengan searif-arifnya dan sejujur-jujurnya.
29 Sep 2025 14:20 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan kepada semua partai politik, termasuk Partai Keadilan Sejahtera, untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Dalam demokrasi, semua unsur dinilai harus bersatu mendukung pemimpin terpilih demi bangsa dan negara. Prabowo juga menegaskan bahwa arti politik adalah semata keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Senin (29/9/2025). Presiden yang mengenakan pakaian safari coklat disambut Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf dan para pengurus, mulai dari Majelis Pertimbangan Partai (MPP), Dewan Pengurus Pusat (DPP), hingga Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS periode 2025-2030.
Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Presiden Prabowo mengingatkan, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesusahan, kesulitan, hingga kemiskinan. Pemerintah pun menyadari hal itu. Oleh karena itu, berpolitik harus diartikan sebagai keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
”Arti politik keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Itu arti yang murni dari politik,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/01a52558-6f6c-4364-ae17-745b15820f63_jpg.jpg)
Menurut Presiden, politik memang berurusan dengan kekuasaan, tetapi kekuasaan itu harus diminta dari rakyat. Rakyatlah yang memberikan kekuasaan secara sukarela, legowo, dan ikhlas, kemudian baru si penerima kekuasaan menerima mandat rakyat tersebut.
Namun, Prabowo juga menekankan kekuasaan yang diberikan rakyat harus digunakan dengan searif-arifnya dan sejujur-jujurnya. ”Dengan seutuhnya bekerja untuk yang memberikan kekuasaan tersebut. Baru suatu negara itu berhasil,” katanya.
Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo menyinggung bahwa pihak yang kalah dalam kontestasi politik harus besar hati. Ia memberikan contoh dirinya, yang berulang kali kalah dalam pemilihan presiden. Karena itu, setelah pesta demokrasi, semua unsur harus bersatu untuk mendukung pemimpin terpilih.
”Jadi, saudara-saudara, kita harus demokrasi yang dewasa. Siapa presiden, siapa wapres ya, oke yang penting siapa pun, kita bersatu untuk bangsa dan negara,” kata Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/32ed663b-6b56-4337-b1ba-fe418d186197_jpg.jpg)
Prabowo sempat bergurau bahwa PKS juga berpengalaman kalah dalam pemilihan presiden. Ia juga menyebut PKS telah dua kali mendukung pencalonan dirinya sebagai presiden, tetapi selalu kalah. Ketika ia berhasil menang, PKS justru tidak mendukung.
”Lima kali pemilihan, empat kali kalah, PKS ikut lagi ikut lagi. Dua kali dukung gue, dua kali kalah, yang gue menang, lu enggak dukung lagi,” katanya.
Prabowo juga menyebut bahwa dirinya tidak merasa dendam kepada Anies Baswedan, mantan calon presiden nomor urut 1, saat diberi nilai 11 dalam debat Pilpres 2024. Dalam Pilpres 2024, Anies didukung oleh PKS.
Menurut Prabowo, debat calon presiden dan wakil presiden tidak menarik jika para kandidat hanya berbicara dengan datar. Masyarakat lebih senang jika debat calon presiden dan wakil presiden berlangsung dinamis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/792f150e-75d0-4b99-bb46-97d542f7d2ff_jpg.jpg)
”Yang lewat, ya lewat. Kita bersatu sekarang untuk bangsa dan negara. Kita harus dewasa. Kita harus jadi bangsa yang dewasa. Kita ingin menang, tapi kita juga harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto,” kata Prabowo.
Terlepas dari itu, Prabowo meminta dukungan kepada semua partai politik, termasuk PKS, untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Dalam demokrasi, semua unsur dinilai harus bersatu mendukung pemimpin terpilih demi bangsa dan negara.
”Demikian terima kasih dukungan PKS, mari kita bahu-membahu, rapatkan barisan, bekerja untuk rakyat. Saya minta saudara sampaikan kepada semua keluarga besar saudara bahwa Indonesia punya masa depan cerah,” katanya.
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku senang ketika diundang oleh partai politik. Sebab, dalam acara partai, Prabawo mengaku bisa bercerita tentang hal yang sudah dikerjakan oleh pemerintah saat ini.
Yang lewat, ya lewat. Kita bersatu sekarang untuk bangsa dan negara. Kita harus dewasa. Kita harus jadi bangsa yang dewasa. Kita ingin menang, tapi kita juga harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/d653a089-c21b-4668-8eb7-77b76a6ff1e9_jpg.jpg)
Dalam acara Munas VI PKS itu, Prabowo berpidato hampir 1,5 jam. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pencapaian pemerintah dalam 11 bulan terakhir, termasuk program prioritas presiden, yakni makan bergizi gratis dan sekolah rakyat.
”Sekarang kalau saya diundang oleh parpol, saya semangat datang, karena saya bisa cerita dan karena saudara juga bagian dari koalisi saya. Ya, kalian ikut bangga juga dong,” ucap Prabowo.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf mengatakan, PKS akan terus bersama Presiden Prabowo demi tegaknya Pasal 33 UUD 1945. PKS meyakini, Prabowo akan mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berdaulat, adil, dan makmur.
”PKS berdiri tegak bersama Bapak Presiden Prabowo, mendukung terwujudnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar, demi mewujudkan ekonomi yang inklusif berkelanjutan dan berkeadilan,” kata Almuzzammil.
Pasal 33 ini menjadi jantung dan fondasi perekonomian Indonesia yang diwariskan para pendiri bangsa. Pasal ini juga memberi sebuah penegasan bahwa kedaulatan ekonomi berada dalam rakyat dan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/05/5198e6dfb75e930100fc4aea5bfbdc09-20250605ron15.jpg)
”By nature, aslinya, hakikinya, inilah platform ekonomi perjuangan PKS yang kita sebutkan dalam platform kami. Karena banyak sekali ayat Allah yang bicara tentang ekonomi kerakyatan,” katanya.
Almuzzammil juga menyinggung Bung Hatta yang telah menggaungkan konsep koperasi sebagai ekonomi kerakyatan berasas kekeluargaan. Perekonomian Indonesia harus berdiri di atas asas kekeluargaan, bukan persaingan bebas.
”Bung Hatta telah meletakkan dasar ekonomi bangsa melalui Pasal 33. Di sana terkandung cita-cita besar. Dari gagasan ini telah lahir semangat koperasi, jalan ekonomi yang adil, dan menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
Gagasan ini kemudian diteruskan oleh kakek Prabowo, Margono Djojohadikusumo, dengan membangun koperasi di desa-desa. Selain memelopori pembangunan koperasi di desa-desa, Margono juga mendirikan bank pertama milik bangsa Indonesia sebagai penopang tumbuhnya ekonomi kerakyatan.
”Inilah tongkat penting dalam kemandirian ekonomi kita,” kata Almuzzammil.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/19/c47127e5-aeb2-4621-9da6-6e67d51231bb.jpg)
Begitu juga dengan Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo. Sumitro disebut yang menegaskan bahwa akses keuangan harus inklusif dan menjangkau rakyat kecil. Ketiga sosok ini merupakan mata rantai sejarah dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan tersebut.
“Dari Bung Hatta, Pak Margono, Profesor Sumitro. Dari cita-cita menjadi karya dan hingga kini menjadi tanggung jawab kita bersama. Dan Insya Allah Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan cita-cita mulia para pendiri bangsa ini. Mewujudkan gagasan ekonomi kerakyatan demi Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” katanya.
Almuzzammil juga menilai Prabowo akan terus meningkatkan kualitas SDM masyarakat, salah satunya lewat Sekolah Rakyat. Sekolah rakyat dinilai sebagai upaya serius pemerintah untuk mengatasi pendidikan sebagai hak seluruh warga negara, bukan barang kemewahan.
“Apa yang akan disampaikan Pak Presiden Prabowo, akan kita bawa ke 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, kita sampaikan kepada kader kita seluruh Indonesia. Kesuksesan Pak Prabowo adalah kegembiraan 280 juta rakyat Indonesia,” tutur Almuzzammil.
Penulis:
Hidayat SalamEditor:
C. Wahyu Haryo PPenyelaras Bahasa:
Nur Adji