Lewat tema ”Bola Gembira”, TVRI berharap kehadiran Piala Dunia 2026 bisa menghibur seluruh masyarakat Indonesia. Pusat media juga disiapkan khusus untuk jurnalis.
25 Mar 2026 20:11 WIB · Olahraga
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA
JAKARTA, KOMPAS — Kompetisi terbesar dalam cabang olahraga sepak bola, Piala Dunia 2026, sudah semakin dekat untuk digelar. Televisi Republik Indonesia (TVRI) selaku pemegang hak siar telah menyiapkan tiga hal untuk menyambut ajang akbar yang akan digelar pada Juni-Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu.
Pelaksana Tugas Direktur Umum TVRI Rika Damayanti dalam jumpa pers yang digelar di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2026), mengatakan, salah satu hal yang dipersiapkan pihaknya adalah tayangan laga-laga uji coba atau persahabatan peserta Piala Dunia.
”Kami sudah mempersiapkan tiga pertandingan yang akan bisa ditonton oleh masyarakat mulai 27 Maret 2026 mendatang,” tuturnya pada jumpa pers di Kantor TVRI, Senayan, Jakarta Pusat.
Ketiga pertandingan yang sudah pasti akan ditayangkan oleh TVRI itu adalah Brasil versus Perancis pada 27 Maret, lalu Skotlandia melawan Pantai Gading dan Brasil versus Kroasia pada 1 April. Brasil dan Perancis merupakan salah satu favorit juara pada Piala Dunia FIFA edisi ke-23 itu.
Penayangan laga-laga uji coba bergengsi itu diharapkan bisa mengundang antusiasme publik menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026. Selain itu, TVRI juga bisa menguji kesiapannya untuk menayangkan langsung laga-laga besar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/08/27/c37790f5-b666-484a-bc40-30a2fc68089f.jpg)
”Untuk pertandingan-pertandingan tersebut, kita akan menghadirkan jurnalis olahraga, khususnya sepak bola. Kita juga akan menghadirkan pemain atau mantan pemain sepak bola,” ujar Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI Usman Kansong.
Selain itu, TVRI juga menyiapkan media center alias pusat media untuk membantu atau memudahkan awak media yang akan meliput berita-berita terkait ajang Piala Dunia 2026. Selain peralatan seperti komputer, TVRI juga menyiapkan ruang istirahat untuk para jurnalis olahraga yang meliput kemeriahan Piala Dunia.
”Nanti, kita akan menyampaikan undangan secara resmi kepada pimpinan-pimpinan media. Teman-teman media harus mendaftar terlebih dahulu,” ucapnya.
Pusat media ini, ungkap Usman, diharapkan bisa memudahkan para awak media untuk dapat mendapatkan informasi-informasi terkait dengan Piala Dunia 2026 dengan mudah. Dengan demikian, masyarakat luas juga bisa mendapatkan informasi soal ajang itu dengan lebih cepat dan akurat.
Persiapan ketiga, ungkap Rita, adalah tagline yang akan dipakai oleh TVRI di ajang Piala Dunia 2026 nanti. Mereka telah memutuskan tagline yang akan dipakai untuk memeriahkan Piala Dunia 2026 adalah ”Bola Gembira”. Tagline itu sekaligus menjadi komitmen TVRI agar semua programnya, khususnya terkait Piala Dunia 2026, selalu menjadi sumber kegembiraan bagi penonton, rakyat Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/08/000f6304fc21ce2a0a6200f3915d59a4-20251008_DMS_Tiket_Piala_Dunia_mumed.png)
”Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kita harap penayangan (Piala Dunia) ini dapat menyatukan masyarakat kita,” kata Rita kemudian.
Dalam kesempatan itu, Rita juga mengimbau masyarakat Indonesia tidak mengakses tayangan-tayangan ilegal dan dapat mendukung penyiaran-penyiaran yang sah atau legal.
Di sela acara tersebut, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, karena menggunakan dana APBN, tayangan-tayangan Piala Dunia 2026 oleh TVRI tidak boleh dipungut biaya. Apalagi, menurutnya, sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI juga dimiliki seluruh masyarakat Indonesia.
Ia juga menekankan, dengan adanya penayangan Piala Dunia 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga edukasi dengan pemilihan-pemilihan iklan yang selektif oleh TVRI.
Secara keseluruhan, ia menilai, TVRI sudah mempersiapkan penayangan Piala Dunia 2026 dengan baik. ”Jika dibandingkan dengan televisi-televisi swasta, selama ini TVRI memiliki jaringan yang cukup baik di seluruh Indonesia. Jadi, hal tersebut yang kami dorong agar tidak ada permasalahan jaringan ketika ajang Piala Dunia 2026 dimulai,” ujar Saleh sesudah acara jumpa pers tersebut.
Penulis:
Ranata Kusumasatya untuk KompasEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto