DAIHATSU INDONESIA MASTERS

Ujian Mental Adnan/Indah

Adnan/Indah seharusnya bisa memenangi babak kedua Daihatsu Indonesia Masters dengan cepat. Mereka akhirnya menang tiga gim dari posisi hampir tersingkir.

22 Jan 2026 13:28 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani, rebiyyah salasah

JAKARTA, KOMPAS — Atlet, termasuk atlet bulu tangkis, punya prinsip bahwa sebelum lomba/pertandingan selesai, perjuangan belum usai, baik dalam posisi tertinggal maupun unggul. Tekanan saat mengejar tak kalah sulit dengan kondisi dikejar.

Situasi tersebut tergambar dalam pertandingan babak kedua ganda campuran turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters di Lapangan 2 Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Pasangan Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, seharusnya bisa memenangi pertandingan lebih cepat ketika berhadapan dengan Lee Jong-min/Lee Yu-lim (Korea Selatan).

Namun, alih-alih menang dua gim karena mendapat match point pada gim tersebut, mereka harus bertahan lebih lama dan baru bisa menang pada gim ketiga. Total, Adnan/Indah membutuhkan 11 match point untuk menang dengan skor 21-13, 20-22, 21-19 dalam pertandingan selama 1 jam 1 menit.

Salah satu ganda campuran di pelatnas utama itu membuang dua match point pada gim kedua dari posisi unggul 20-18. Dalam kondisi tersebut, duet Lee bermain lebih cerdik hingga merebut empat poin beruntun, salah satunya dari servis flick Lee Jong-min sebagai pukulan penutup di gim tersebut.

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil bereaksi saat menjalani babak kedua turnamen Daihatsu Indonesia Masters di Istora, GBK, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Rentang poin lebih jauh saat match point terjadi pada gim ketiga ketika Adnan/Indah unggul 20-11. Mimpi buruk hampir terjadi ketika momen disalip lawan hampir terjadi pada gim penentuan ini. Tanpa kesalahan dari lawan, yang berarti lebih banyak kesalahan dari Adnan/Indah, delapan poin beruntun didapat Lee/Lee.

Skor berubah menjadi 20-19. Penonton, yang datang ke Istora sejak sebelum pukul 08.00 di tengah hujan, terenyak. Penggemar bulu tangkis pun ramai berkomentar di media sosial, menyesalkan kejadian tersebut.

Setelah membuat kesalahan beruntun, salah satunya smes dari Adnan yang membuat kok tak melewati net, ganda Indonesia ranking ke-24 itu seolah baru terbangun. Mereka mendapat poin kemenangan yang dibutuhkan sejak gim sebelumnya.

”Kami bermain terburu-buru saat unggul jauh. Buru-buru ingin dapat satu poin lagi,” kata Adnan. ”Gemes, tinggal satu poin lagi,” timpal Indah.

Keinginan untuk segera memenangi pertandingan membuat mereka melakukan kesalahan, tak hanya sekali, melainkan secara beruntun. Ketika lawan semakin mendekat, Adnan menyatakan sempat merasa panik. Dalam situasi seperti ini, dia dan Indah saling mengingatkan menjelang setiap perebutan poin.

Adnan Maulana/Indah CAhya Sari Jamil memenangi babak kedua ganda campuran Indonesia Masters. Di Istora GBK, Jakarta, Kamis (22/1/2026), mereka mengalahkan pemain Korea Selatan.

”Ini pengalaman buat kami dan menjadi pelajaran untuk pertandingan berikutnya. Kami harus bermain lebih aman, tidak membuat banyak kesalahan, lebih yakin, dan lebih baik dalam rotasi di lapangan,” tutur Indah.

Momen pada babak kedua itu terjadi hanya berselang sehari setelah mereka melakukan salipan atas unggulan ketujuh, yakni Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, pada babak pertama. Setelah berbagi kemenangan pada dua gim awal, Adnan/Indah tertinggal 6-15 hingga lawan mendapat match point 16-20 pada gim kedua. Mereka menang 18-21, 21-18, 20-22 berkat enam poin beruntun.

Adnan/Indah mempertahakan kemenangan pada babak berikutnya, tetapi dengan situasi berbeda. Tak ada banyak waktu bagi mereka untuk memperbaiki performa karena akan berhadapan dengan pasangan ranking kedua dunia, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, di perempat final, Jumat. Mereka kalah dari Jiang/Wei pada babak pertama Thailand Terbuka 2025 dengan skor 20-22, 20-22.

Fokus performa

Pada ganda putri, sebagai pemain yang baru dipasangkan pada tahun ini, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadikan Indonesia Masters sebagai tempat mengukur kemampuan dan melihat apa saja adaptasi yang diperlukan. Tanpa melihat siapa lawan yang menanti mereka di babak selanjutnya, Amallia/Fadia ingin fokus pada penampilan dan permainan sendiri.

Hal itu disampaikan Amallia/Fadia setelah memenangi babak kedua atas pasangan Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, dengan skor 21-17, 21-14. Semula, Fadia berharap bisa bertemu sesama pasangan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, pada perempat final. Akan tetapi, rekan latihan di pelatnas Cipayung itu kalah dari Arisa Higarashi/Miyu Takahashi.

Meski pada akhirnya harus bertemu pemain Jepang, Amallia/Fadia sepakat untuk fokus pada penampilan sendiri. Apalagi, mereka masih punya pekerjaan rumah untuk beradaptasi sebagai pasangan baru. ”Kami masih harus menyesuaikan pola permainan kami, masih ada yang miss atau ada yang perlu kami komunikasikan, kami mencoba fokus ke diri kami sendiri,” ujar Fadia.

Dalam laga kontra Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, Amallia/Fadia tidak langsung menemukan pola permainan yang nyaman untuk mereka. Amallia mengatakan, mereka sempat terbawa permainan lawan yang terburu-buru. Alhasil, laga pun berjalan ketat pada gim pertama ataupun gim kedua.

Namun, pada selepas interval gim kedua, Amallia/Fadia mengubah pola permainan yang ternyata efektif untuk mereka. ”Dan itu membuat lawan tidak nyaman,” ujar Amallia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani, rebiyyah salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto