Unjuk Rasa Berlanjut di Makassar, Sebagian Pertokoan Tutup

Unjuk rasa masih mewarnai Kota Makassar. Sejumlah kawasan pertokoan tutup dan jalan yang biasanya ramai jadi lengang.

01 Sep 2025 16:44 WIB · Politik & Hukum

Oleh Reny Sri Ayu

MAKASSAR, KOMPAS — Unjuk rasa di Makassar, Sulawesi Selatan, berlanjut. Kelompok masyarakat dan mahasiswa kembali turun ke jalan. Hal ini menyebabkan sebagian pusat pertokoan dan bisnis tutup.

Aksi mulai digelar mahasiswa sejak Senin (1/9/2025) siang di beberapa titik. Lokasi aksi di antaranya adalah jembatan flyover, perempatan Jalan AP Pettarani-Hertasning, dan perempatan jalan Gunung Bawakaraeng-Gunung Latimojong.

Selain membakar ban, pengunjuk rasa juga menutup jalan dan berorasi. Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Kristen Indonesia Paulus, dan beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi lain bergabung dan berjalan kaki dari kampus UNM menuju jembatan flyover. Mahasiswa yang ikut dalam aksi tergabung ke dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai cabang.

”Aksi ini adalah wujud dukacita atas korban yang meninggal akibat kebrutalan polisi. Selain itu, mengecam kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat seperti tunjangan dan gaji DPR yang tinggi. Memang kebijakan ini direvisi, tetapi itu dilakukan setelah ada amarah rakyat,” kata Ketua HMI MPO Cabang Makassar Yusuf Kasim Bakri di tengah-tengah unjuk rasa.

Mahasiswa dan berbagai lembaga kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9/2025). Salah satu titik aksi adalah di jembatan flyover.

Dalam orasi yang dilakukan bergantian oleh pengunjuk rasa, mereka menuntut reformasi total pada lembaga DPR dan kepolisian. Mereka juga menuntut Kepala Polri agar dicopot.

Aksi yang dilakukan mahasiswa sepanjang Senin disikapi warga dengan mengurangi aktivitas, terutama di jalur-jalur yang menjadi lokasi aksi. Tak hanya itu, pertokoan dan sebagian kawasan bisnis ditutup.

Di pusat perdagangan emas di kawasan Jalan Somba Opu, Makassar, tak banyak toko yang buka. Padahal, biasanya tempat ini sangat ramai. Di sejumlah tempat lain, rumah makan yang biasanya ramai, banyak yang tutup dan sepi. Sebagian hanya membuka separuh pintu masuk.

Sepanjang aksi berlangsung tak tampak polisi berpakaian seragam. Sebelumnya polisi sempat terlihat saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gedung DPRD Kota Makassar. Olah TKP ini dihadiri langsung oleh Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal Rusdi Haryono.

Kawasan pusat pertokoan dan perdagangan emas di Jalan Somba Opu, Makassar, Sulawesi Selatan, terlihat sepi, Senin (1/9/2025). Kondisi ini terjadi karena para pedagang mengantisipasi terjadinya kembali unjuk rasa di Makassar.

”Ini proses yang kami lakukan dan tentu ini akan lebih memperjelas nanti apa yang terjadi di sini. Mohon dukungan dari masyarakat, apa yang telah kami lakukan, dan yang terpenting potential suspect sudah ada. Ke depan mudah-mudahan semua ini bisa kami selesaikan,” kata Rusdi.

Sementara itu, Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Sulsel Komisaris Besar Wahyu Marsudi mengatakan, olah TKP ini didahului observasi umum. Polisi cukup kesulitan karena obyek yang terbakar cukup luas dan tinggi. Selain itu, banyak kendaraan serta barang lain yang ikut terbakar.

”Kami masih melaksanakan observasi umum, yakni melihat tingkat penjelajahan api, kemudian kira-kira ada berapa titik. Nanti kami fokuskan kira-kira penyebabnya apa. Jadi, semoga hari ini sudah ada titik terang. Tetapi, kami tidak menjanjikan hari ini kelar. Kami tetap berusaha, bekerja semaksimal mungkin,” katanya.

Hingga Senin sore, penjagaan di jalan-jalan di seantero Kota Makassar masih dilakukan oleh personel TNI. Sebelumnya, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal Windiyatno mengerahkan lebih dari 2.000 personel TNI untuk menjaga keamanan.

Kawasan Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, yang biasanya macet, lengang sepanjang Senin (1/9/2025). Hal ini karena unjuk rasa yang kembali terjadi di Makassar.

Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar