Di depan kampus Universitas Negeri Makassar, situasi mencekam lebih dari 3 jam.
21 Feb 2025 21:53 WIB · Nusantara
MAKASSAR, KOMPAS — Aksi mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung sejak siang berujung ricuh, Jumat (21/2/2025) malam. Aksi kali ini masih rangkaian unjuk rasa beberapa hari terakhir mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.
Unjuk rasa, antara lain, dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin, Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muhammadiyah, Politeknik Negeri Makassar, dan beberapa lainnya.
”Kami membawa tema, yakni cabut Inpres Nomor 1 Tahun 2025 soal Efisiensi Snggaran. Selain itu, juga menolak PSN (proyek strategis nasional) yang tidak berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis, tolak RUU Minerba, dan pendidikan gratis. Isu lain terkait tunjangan kinerja tenaga pendidik, RUU Perampasan Aset, hingga dwifungsi TNI,” kata Ketua BEM se-Kota Makassar Fadhil Mysaffar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/c0f38090b99851f824fc0c7f23050401-IMG_9114.jpeg)
Unjuk rasa dilakukan mahasiswa sejak siang di sejumlah tempat. Beberapa tempat aksi, antara lain, gedung DPRD Sulawesi Selatan, perempatan Jalan Urip Sumoharjo, Tol Reformasi, dan AP Pettarani. Selain itu, juga jalan di depan kampus UNM.
Di gedung DPRD Sulsel, mahasiswa terlibat pelemparan ke arah gedung. Mereka berusaha mendobrak masuk. Barikade pagar kawat berduri yang dipasang di depan gedung DPRD dirusak. Aksi ini baru berakhir pada malam hari setelah negosiasi cukup panjang.
Di UNM, unjuk rasa mahasiswa berakhir bentrok dengan warga. Bentrok terjadi sejak pukul 18.00 Wita hingga lewat pukul 21.00 Wita. Kericuhan yang diwarnai lempar batu dan petasan ini membuat Jalan AP Pettarani, salah satu jalan utama di Kota Makassar, lumpuh.
Hal ini membuat situasi di sekitar kampus UNM mencekam. Aparat kepolisian berupaya membubarkan aksi mahasiswa. Beberapa kali tembakan peringatan dikeluarkan, termasuk tembakan gas air mata. Sejumlah pengunjuk rasa dan warga yang terlibat bentrok ditangkap. Situasi baru mulai terkendali sekitar pukul 22.00 Wita.
Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar Arya Perdana yang memantau langsung pengamanan unjuk rasa mengatakan, walau sempat diwarnai bentrok, secara umum situasi kondusif.
”Ada 1.200 personel yang kami turunkan untuk mengamankan unjuk rasa. Pasukan disebar ke sejumlah titik aksi. Sebagian mengatur kelancaran lalu lintas. Saat ini mahasiswa sudah membubarkan diri,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/98d0ae5147966713d2231e8d1c9299e4-IMG_9180.jpeg)
Penulis:
Reny Sri AyuEditor:
Neli Triana