Upacara Penyegelan Peti Jenazah Paus Fransiskus Digelar Tertutup

Sejumlah kardinal dan pejabat Takhta Suci hadir dalam upacara itu. Di antara mereka yang hadir antara lain Kardinal Giovanni Battista Re dan Kardinal Pietro Parolin.

26 Apr 2025 02:18 WIB · Internasional

Oleh Bonifasius Josie Susilo H

VATIKAN (AP) — Waktu yang disediakan untuk para pelayat memberi penghormatan untuk jenazah Paus Fransiskus telah berakhir, Jumat (25/4/2025) malam waktu Roma. Hingga hari ketiga sejak jenazah Paus disemayamkan di Basilika Santo Petrus, setidaknya 250.000 orang hadir untuk memberikan penghormatan kepada Paus asal Argentina itu.

Beberapa jam setelah itu, ritus penyegelan peti jenazah Paus Fransiskus digelar pada Jumat malam waktu Roma, atau sekitar pukul 01.00 waktu Jakarta. Ritus penyegelan tersebut digelar secara tertutup. Merujuk Vatican News, ritus penyegelan peti jenazah Paus Fransiskus dipimpin oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Takhta Suci Vatikan.

Sejumlah kardinal dan pejabat Takhta Suci hadir dalam acara tersebut. Di antara mereka yang hadir antara lain Kardinal Giovanni Battista Re dan Kardinal Pietro Parolin.

Vatican Master of Ceremonies Archbishop Diego Giovanni Ravelli covers the face of late Pope Francis with a silk cloth before closing his casket in St. Peter's Basilica at the Vatican Friday, April 25, 2025. (Vatican Media via AP)
TOPSHOT - This photo taken and handout on April 25, 2025 by The Vatican Media shows the rite of the Velatio before to seal the coffin of Pope Francis on the eve of his funeral at The Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS
TOPSHOT - A Swiss guard walks at the Vatican, a day prior to the Pope's funeral, on April 25, 2025. The Vatican on April 25, 2025, said 150,000 people have already paid their respects to Pope Francis, whose body is lying in state in St Peter's Basilica ahead of his funeral. (Photo by MARCO BERTORELLO / AFP)

Menurut keterangan Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, Basilika Santo Petrus telah ditutup sejak pukul 19.00 hingga Sabtu pagi sebelum Misa Pemakaman Paus Fransiskus dimulai. Meskipun demikian, Basilika Santo Petrus dan Alun-alun Santo Petrus tidak dibuka untuk umum. Hanya Pintu Doa atau Porta della Prighiera dibuka untuk akses para tamu negara untuk menuju tempat duduk mereka.

Selanjutnya pada Sabtu pagi, tepatnya pada pukul 10.00, digelar misa pemakaman Paus Fransiskus di Alun-alun Santo Petrus. Menurut keterangan Trias, misa tersebut dipimpin Kardinal Giovanni Battista Re yang sejak tahun 2020 menjabat sebagai Dekan Kolegio Kardinal.  

Para kepala negara dan utusan khusus akan menghadiri dan mengikuti upacara Misa Pemakaman Paus Fransiskus. Utusan khusus Presiden Indonesia adalah bagian dari sekitar 170 delegasi negara dan organisasi internasional, yang akan menghadiri Misa Pemakaman Paus Fransiskus.

Misa tersebut sekaligus menandai dimulainya sembilan hari masa berkabung, atau Novemdiales. Masa berduka sembilan hari adalah sebuah tradisi kuno. Selama masa perkabungan itu, diselenggarakan misa untuk mendoakan jiwa Paus Fransiskus. Misa akan diselenggarakan di Basilika St Petrus, setiap pukul 17.00, kecuali misa pada Hari Kerahiman Ilahi, 27 April, yang akan diadakan pada pukul 10.30 di Alun-alun Santo Petrus.

Presiden RI Ketujuh Joko Widodo dan para utusan khusus Presiden Prabowo untuk menghadiri Misa Pemakaman Paus Fransiskus, Jumat (25/4) pagi tiba di Roma. Jokowi disambut oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono (kiri)

Dalam pernyataan resmi KBRI, Trias menyebutkan, Paus yang sangat mengagumi Indonesia dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, yang berjarak 5,6 kilometer dari Basilika Santo Petrus. Dengan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Paus Fransiskus akan menjadi paus kedelapan yang dimakamkan di Basilika yang mulai dibangun pada tahun 432.

”Paus terakhir yang dimakamkan di Basilika itu adalah Paus Clement pada tahun 1669. Yang pertama adalah Paus Honorius III, tahun 1227,” tulis Trias.

Basilika Santa Maria Maggiore

Menurut Uskup Agung Rolandas Makrickas, yang bertugas menjaga Basilika Santa Maria Maggiore, mengatakan, Paus Fransiskus memilih Basilika itu sebagai tempat pemakamannya karena ia ingin selalu dekat ikon Bunda Maria-Solus Populi Romani-yang ia hormati. Lebih lanjut, Mgr Makrickas mengatakan, tempat itu mencerminkan hidup Paus Fransiskus yang ”sederhana, bersahaja, dan penuh makna”.

Menurut Mgr Makrickas, awalnya Paus Fransiskus menolak dimakamkan di Basilika itu saat Mgr Makrickas mengusulkannya saat bertemu Paus pada Mei 2022. Usulan itu dilandasi hubungan sejarah antara Basilika itu dan Serikat Yesus, serta nilai spiritualnya. Selain itu, ada pula tujuh Paus telah dimakamkan di Basilika tersebut.

”Namun, seminggu kemudian, Paus memanggil saya ke Santa Marta dan Paus mengatakan kepada saya agar menyiapkam makam untuknya,” kata Mgr Makrickas.

Infografik Basilika Santa Maria Maggiore

Kala itu Paus menegaskan bahwa ia ingin makamnya tetap sederhana. Ia menekankan bahwa umat dan peziarah tetap harus memiliki intensi untuk Bunda Maria saat datang ke Basilika tersebut. ”Bukan untuk melihat makam seorang Paus,” kata Mgr Makrickas menjelaskan.

Sebagai wujudnya, makam Paus Fransiskus hanya akan ditandai dengan batu nisan sederhana yang terbuat dari marmer yang didatangkan dari Liguria, Italia, tempat tinggal keluarga ibunya. Pada batu nisan itu diukir namanya: Franciscus. Pada sisi bagian atas akan tergantung replika salib dadanya, yang menampilkan gambar timbul seorang gembala yang menggendong domba di pundaknya dan seekor merpati.

Makam tersebut berada di ceruk di sebelah kapel tempat ikon Salus Populi Romani yang dihormati Paus berada. Selama 12 tahun masa kepausannya, Fransiskus selalu berdoa di depan ikon tersebut sebelum dan sesudah menggelar perjalanan apostolik ke berbagai negara.

Selain itu, Basilika Santa Maria Maggiore juga memiliki arti penting bagi Paus Jesuit itu. Di sanalah pendiri Serikat Yesus, Santo Ignatius Loyola, merayakan misa pertamanya pada hari Natal 1538. (AP/AFP/Reuters)

Cerimonial ushers close the casket containing the body of Pope Francis in St. Peter's Basilica at the Vatican Friday, April 25, 2025. (Vatican Media via AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari