Audit atas perusahaan Hong Kong sebagai operator pelabuhan di Terusan Panama menemukan ”banyak pelanggaran” atas konsesi yang diberikan.
08 Apr 2025 15:57 WIB · Internasional
Perusahaan Hong Kong, Panama Ports Company, yang bertanggung jawab atas operasionalisasi dua pelabuhan utama Terusan Panama dianggap telah mengabaikan ketentuan kontrak. Otoritas pengawas keuangan Panama dalam keterangan pada Senin (7/4/2025) waktu setempat mengatakan bahwa audit menemukan kejanggalan dalam pembaruan konsesi pelabuhan selama 25 tahun di terusan antarsamudra.
Otoritas tesebut juga akan meminta penyelidikan atas otorisasi kontrak untuk perusahaan Hong Kong itu. Panama Ports Company, anak perusahaan raksasa logistik yang berbasis di Hong Kong, CK Hutchison, mengoperasikan pelabuhan di kedua ujung Terusan Panama.
Audit Panama Ports Company muncul di tengah tudingan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menuduh campur tangan China dalam operasi terusan, meski hal itu dibantah oleh otoritas Panama.
Audit tersebut menemukan ”banyak pelanggaran” konsesi yang diberikan kepada Panama Ports Company untuk mengoperasikan dua pelabuhan tersebut. Audit menyimpulkan bahwa Panama tidak menerima 1,2 miliar dollar AS yang menjadi haknya berdasarkan kontrak tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/ed82f5ad-68f4-4a8a-827d-6338e2d4d5fb_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/d8db7dd3-5c36-49b1-8bee-c01d30d21fc5_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/b0f1ebf9-30c6-43b6-b5d4-79de3116896a_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/29258f79-815d-4303-a98c-84887e64ac52_jpg.jpg)
Pejabat Pengawas Keuangan Umum Panama, Anel Flores, mengatakan, audit menemukan beberapa wanprestasi pembayaran, kesalahan perhitungan akuntansi, dan beberapa operasi ”bayangan” perusahaan yang awalnya disangkal oleh perusahaan Hong Kong itu.
Hasil audit tersebut dirilis beberapa jam sebelum Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tiba di Panama. Dalam beberapa waktu terakhir Panama terus mendapatkan tekanan kuat dari Trump untuk mengurangi pengaruh China di terusan yang dibangun Amerika Serikat.
Trump mengatakan bahwa perusahaan Hong Kong yang mengoperasikan pelabuhan di kedua ujung terusan yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS dan kawasan secara keseluruhan. Kedua ujung terusan itu dilalui lima persen dari semua pengiriman global.
Meskipun terusan tersebut telah berada di bawah kendali Panama sejak tahun 1999 berdasarkan perjanjian netralitas, Trump mengancam akan mengambilnya kembali, dan jika perlu dengan kekerasan. Trump bersikukuh bahwa terusan tersebut secara efektif dikendalikan oleh China.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/cd73a57c-8a4a-4ee8-93bd-065e104110b6_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/e7a86d42-487b-49b8-8a16-aaa223493533_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/ee8850bc-5d79-4ab4-89d3-b4ccfd2cca2f_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/0e22dff3-3323-4677-b254-f3e9d24f04a3_jpg.jpg)
Sejumlah analis memprediksi bahwa audit ini sebenarnya lebih ditujukan untuk menunjukkan adanya penyimpangan sehingga Panama dapat mencabut kontrak perusahaan China tersebut. Hal itu dianggap akan dapat menenangkan pemerintahan Trump.
Di tengah kondisi penuh tekanan, CK Hutchison akhirnya setuju untuk melepaskan kendalinya atas pelabuhan tersebut. Pada akhir Maret, saat proses audit masih berlangsung, perusahaan tersebut mengumumkan kesepakatan untuk menjual 43 pelabuhan di 23 negara. Termasuk dua pelabuhannya di Terusan Panama yang menghubungkan antarsamudra kepada sebuah perusahaan konsorsium AS, BlackRock, seharga 19 miliar dollar AS.
Konsesi Panama Ports untuk mengoperasikan Pelabuhan Balboa di sisi Pasifik dan Pelabuhan Cristobal di sisi Atlantik telah diperbarui untuk jangka waktu 25 tahun lagi pada tahun 2021.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/137a775f-2d16-4a43-b479-093076f7a30d_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/76eee82f-9e34-4f5c-abb1-4513d9bafd6a_jpg.jpg)
Terusan Panama di Amerika Tengah adalah kanal buatan sepanjang 82 kilometer yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik. Pembangunannya dimulai pada 1904 dan selesai pada 1914. (AP/AFP)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/f1212119-7af7-434f-9f29-b6f3b32abf57_jpg.jpg)
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Maria Susy BerindraPenyelaras Bahasa:
Nur Adji