Peluang tim nasional Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 sangat tipis menyusul kekalahan, 2-3, dari Arab Saudi. Bahkan, kemenangan atas Irak pun belum tentu cukup.
11 Okt 2025 05:00 WIB · Olahraga
Skuad Garuda berada dalam tekanan besar setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi pada laga pertama Grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil mengecewakan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) itu, juga nyaris menutup peluang terakhir skuad Garuda meraih tiket ke Piala Dunia melalui jalur inter-confederation playoff.
Quo vadis skuad Garuda? Akan melangkah ke mana? Belum tahu, karena kemenangan atas Irak pada laga kedua Grup B, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB pun, belum tentu cukup bagi Indonesia untuk meraih satu dari dua tiket tersisa di zona AFC.
Untuk memahami posisi tim asuhan Patrick Kluivert itu, perlu dicermati regulasi FIFA World Cup 2026 Preliminary Competition yang diterbitkan Juni 2023. Situasi sulit Indonesia tecermin dalam bab tiga Pasal 11 Ayat 5a-5i yang mengatur pemeringkatan tim dalam grup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/09/ef8949c65a0c85a0ef303b0099d6210a-antarafoto_timnas_indonesia_dikalahkan_arab_saudi_1759983081.jpg)
Dalam format liga, peringkat di setiap grup ditentukan sebagai berikut:
a. Jumlah poin terbesar yang diperoleh di semua pertandingan grup
b. Selisih gol tertinggi di semua pertandingan grup
c. Jumlah gol terbanyak yang dicetak di semua pertandingan grup
Jika dua tim atau lebih sama berdasarkan tiga kriteria di atas, peringkat mereka akan ditentukan sebagai berikut:
d. Jumlah poin terbesar yang diperoleh dalam pertandingan grup antara tim yang bersangkutan
e. Selisih gol tertinggi yang dihasilkan dari pertandingan grup antara tim yang bersangkutan
f. Jumlah gol terbanyak yang dicetak di semua pertandingan grup antara tim yang bersangkutan
g. Jumlah gol terbanyak yang dicetak di kandang lawan oleh tim yang bersangkutan
h. Skor perilaku tim tertinggi yang berkaitan dengan jumlah kartu kuning dan merah untuk pemain dan ofisial tim di semua pertandingan grup dipertimbangkan berdasarkan pengurangan berikut:
• Kartu kuning pertama: dikurangi 1 poin
• Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: dikurangi 3 poin
• Kartu merah langsung: dikurangi 4 poin
• Kartu kuning dan kartu merah langsung: dikurangi 5 poin
Hanya satu dari pengurangan di atas yang akan diterapkan pada pemain dalam satu pertandingan. Tim dengan jumlah poin tertinggi akan mendapat peringkat tertinggi.
i. Pengundian oleh FIFA bekerja sama dengan konfederasi
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/09/6e85ebb434fe41d83033c5fcda5cacf2-cropped_image.jpg)
Poin ”g” tidak dipakai dalam format pertandingan yang berlangsung di satu negara atau tempat netral, seperti dalam kualifikasi putaran keempat Piala Dunia 2025 zona AFC yang sedang berlangsung.
Dari aturan peringkat tim dalam grup itu, Indonesia jelas dalam posisi terjepit, karena belum meraih poin dengan selisih gol minus satu. Oleh karena itu, syarat utama untuk menjaga peluang Indonesia lolos ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, adalah menang atas Irak dengan selisih gol besar.
Namun, seandainya Indonesia menang atas Irak pun, tiket ke Piala Dunia belum tentu bisa diraih oleh Jay Idzes dan kawan-kawan. Karena, Indonesia masih harus menunggu hasil laga terakhir Grup B antara Arab Saudi dan Irak pada Rabu (15/10/2025) dini hari WIB.
Jika Irak kalah, Arab Saudi akan memuncaki Grup B dan mendapat hadiah tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Jika hasil imbang, Arab Saudi juga melenggang ke putaran final Piala Dunia.
Jika Irak yang menang, ketiga tim di Grup B memiliki poin sama, tiga. Dengan kondisi ini, Pasal 11 Ayat 5a-i di atas akan digunakan untuk menentukan siapa berhak mendapat tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, menang dengan selisih gol banyak, bisa menjadi penyelamat.
Skenario yang bisa meloloskan Indonesia adalah, skuad Garuda menang lawan Irak dengan selisih gol besar, dan Arab Saudi kalah dari Irak dengan selisih gol tipis. Jika Indonesia berada di peringkat kedua Grup B, Indonesia akan melaju ke putaran kelima, melawan runner-up Grup A kualifikasi putaran keempat zona AFC. Pemenang putaran kelima itu lolos ke babak inter-confederation playoff.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/09/2480648354568f74393c42c7a807f771-Saudi_Arabia_Indonesia_WCup_Soccer_1_.jpeg)
Babak playoff ini menjadi kesempatan terakhir bagi enam tim dari zona AFC, CAF, CONMEBOL, CONCACAF, dan OFC untuk merasakan panggung pesta bola dunia. Peserta babak playoff ini adalah pemenang putaran kelima zona AFC, pemenang putaran dua zona CAF, dua tim runner-up putaran ketiga zona CONCACAF, tim peringkat ketujuh CONMEBOL, serta peringkat kedua putaran ketiga zona OFC. Wakil CONMEBOL adalah Bolivia, dan wakil Oseania atau OFC adalah Kaledonia Baru.
Namun, sekali lagi, modal pertama dan paling penting bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026 adalah menang lawan Irak. Ini tantangan berat, karena rekor pertemuan tidak berpihak pada skuad Garuda.
Kluivert mengatakan, kekalahan dari Saudi memang mengecewakan, tetapi para pemain Indonesia harus segera bersiap untuk menghadapi laga berikutnya mlawan Irak. ”Kami sangat kecewa, tetapi dengan skor 3-2, kami meninggalkan lapangan dengan kepala tegak karena dalam tiga hari kami menghadapi pertandingan lain. Kami perlu menjernihkan pikiran dan mencoba bermain bagus melawan Irak,” kata pelatih asal Belanda itu dikutip Reuters.
Indonesia selalu kalah dari Irak pada dua pertemuan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim Garuda yang waktu itu masih dilatih Shin Tae-yong kalah 1-5 pada laga tandang di Basra, Irak, sebelum kemudian kalah 0-2 saat bermain di markas sendiri di Jakarta.
Jika kalah, Indonesia sekali lagi akan menjadi penonton Piala Dunia. Lalu, muncul lagi pertanyaan klasik, quo vadis sepak bola Indonesia?
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase