BINA DAMAI

Delegasi AS-Iran ke Swiss, Lanjutkan Perundingan yang Tertunda

Selain gencatan senjata Israel-Hizbullah yang tidak dipatuhi, pembicaraan lanjutan AS-Iran diperkirakan sulit, terutama terkait program nuklir Iran.

20 Jun 2026 20:21 WIB · Internasional

AFP / KENT NISHIMURA

Oleh Helena Fransisca Nababan

WASHINGTON, SABTU — Kementerian Luar Negeri Swiss menyiapkan pertemuan delegasi Amerika Serikat dan Iran untuk pembicaraan lanjutan tentang implementasi kesepakatan damai. Dalam pernyataan, Sabtu (20/6/2026), Swiss menyatakan akan menyediakan ruang yang aman dan andal di Burgenstock, dekat Danau Lucerne.

Namun, Kemenlu Swiss tidak akan memberikan rincian lebih lanjut tentang peserta dan isi pembicaraan dengan alasan kerahasiaan. Pada Jumat, laporan media-media AS menyebutkan, Utusan Khusus Presiden AS, Steve Witkoff, bersama menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, bertolak ke Swiss.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga dilaporkan dalam perjalanan menuju Swiss. Fox News, mengutip Wakil Presiden AS JD Vance, menyebutkan, pembicaraan AS-Iran akan berlangsung pada Minggu (21/6/2026).

Semula, pertemuan di Swiss dijadwalkan pada Jumat. Namun, pertemuan dibatalkan karena meningkatnya serangan Israel ke Lebanon. Iran menuntut penghentian kekerasan di semua medan pertempuran, termasuk Lebanon, sebagai syarat kesepakatan damai dengan AS.

Israel dan Hizbullah mencapai gencatan senjata pada Jumat. Namun, hingga Sabtu, kedua belah pihak terus saling menyerang. Setidaknya 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di wilayah Lebanon selatan.

Pembicaraan langsung di Swiss merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6/2026). Trump menandatangani perjanjian di Istana Versailles, Perancis, sementara Pezeshkian menandatangani di Teheran.

Smoke rises from the site of a string of Israeli airstrikes that targeted the southern Lebanese city of Nabatieh on June 20, 2026. Lebanese official media said fresh Israeli strikes on the country's south on June 20 killed five people, despite a new ceasefire between Israel and the Iran-backed Hezbollah group announced a day earlier. (Photo by Abbas FAKIH / AFP) /

Pada Sabtu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah mendarat di Mashhad. Lawatan Naqvi bagian dari upaya negosiasi lanjutan. Pakistan menjadi mediator AS dan Iran dalam mencapai kesepakatan damai.

Menurut Baghaei, Naqvi akan bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni dan Menlu Araghchi selama kunjungan ke Teheran. Kedatangan Naqvi disebut untuk mengatur pembicaraan antara Witkoff dan Araghchi.

Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam perjanjian damai antara AS dan Iran. Qatar turut bergabung dalam upaya negosiasi menjelang penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran.

Baghaei mengatakan, konsultasi melalui mediator sedang berlangsung mengenai fase negosiasi selanjutnya untuk menyusun perjanjian akhir AS-Iran. Pembicaraan di Swiss diperkirakan fokus pada program nuklir Iran. Kedua belah pihak punya waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan soal nuklir diperkirakan sulit. Kesepakatan nuklir 2015, yang dibatalkan oleh Presiden AS Donald Trump selama masa jabatan pertamanya, membutuhkan waktu lebih dari 18 bulan untuk dinegosiasikan.

Apabila pembicaraan yang dipimpin Witkoff dan Araghchi terwujud, hal itu akan membuka upaya untuk mengubah nota kesepahaman menjadi kesepakatan perdamaian abadi. Trump dan Pezeshkian menandatangani kesepakatan awal berisi 14 poin meliputi berbagai isu, mulai dari penghentian perang, pembukaan blokade Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Iran, rekonstruksi Iran, hingga program nuklir Iran.

Cargo ships are pictured off cost of the Khor Fakkan Container Terminal, the only natural deep-sea port in the region and one of the major container ports in Sharjah Emirate, along the Gulf of Oman on June 19, 2026. Mediators in the US-Iran conflict, including Pakistan, Saudi Arabia and Turkey, are due to gather for talks in Egypt on June 21. A deal signed earlier in the week by US President Donald Trump and his Iranian counterpart Masoud Pezeshkian, aims to end the conflict that began on February 28 with US-Israeli strikes on Iran. It also provides for the reopening of the Strait of Hormuz and the launch of a 60-day negotiation period on broader issues, including Tehran's nuclear programme. (Photo by AFP) /

Selain sulitnya pembahasan soal program nuklir Iran, serangan Israel terhadap posisi Hizbullah di Lebanon memperumit perundingan AS-Iran. Israel terus berkilah menyerang posisi Hizbullah. Perundingan AS-Iran tidak akan bisa terlaksana sepenuhnya seiring Israel meningkatkan serangan di wilayah Lebanon selatan, yang disebut sebagai basis Hizbullah.

Serangan jet tempur dan drone Israel di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, pada Jumat malam hingga Sabtu pagi menghancurkan bangunan tempat tinggal. Israel juga menghantam Nabatieh dan sekitarnya dengan artileri.

Jika serangan Israel ke Lebanon terus berlangsung, dikhawatirkan perjanjian damai AS-Iran bisa terancam. Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance bahkan secara terbuka mengecam serangan Israel ke Lebanon.

Araghchi dalam panggilan telepon dengan Naqvi pada Jumat mengatakan, AS akan bertanggung jawab atas setiap pelanggaran komitmennya sesuai kesepakatan sementara, termasuk mengakhiri pertempuran di Lebanon. Iran menekankan pentingnya AS membuktikan niat baik. Caranya dengan menjalankan isi nota kesepahaman sepenuhnya.

(AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto