BULU TANGKIS

Viktor Axelsen Berpisah dengan Persaingan Bulu Tangkis

Cedera hentikan perjalanan Viktor Axelsen sebagai atlet bulu tangkis. Persaingan bulu tangkis dunia kehilangan salah satu atlet terbaik dengan pensiunnya Axelsen.

15 Apr 2026 20:08 WIB · Olahraga

Tangkapan layar Instagram Viktor Axelsen

Oleh Yulia Sapthiani

”Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya.” Itu menjadi kalimat pertama yang diunggah Viktor Axelsen dalam akun Instagramnya pada Rabu (15/4/2026).

Dalam unggahan sebanyak 20 halaman yang hampir semuanya berlatar belakang warna hitam, pebulu tangkis tunggal putra Denmark itu bercerita banyak hal, tentang awal karier di dunia bulu tangkis, pencapaian besar, peran keluarga, orang-orang terdekat, dan penggemar, serta cedera.

Pada halaman terakhir, halaman ke-20, Axelsen menulis, ”Meskipun ini adalah ucapan selamat tinggal kepada Viktor Axelsen, atlet bulu tangkis, saya tidak mengucapkan selamat tinggal selamanya pada olahraga ini. Saya akan selalu ada di sekitar bulu tangkis, dengan satu atau lain cara. Saya memberikan segalanya untuk bulu tangkis dan bulu tangkis telah memberikan segalanya kembali kepada saya.”

Tak hanya dalam bahasa Inggris, Axelsen juga membuat unggahan dalam bahasa Mandarin. Axelsen memang menguasai bahasa itu untuk membangun hubungan dengan penggemarnya dari China.

Viktor Axelsen mengumumkan pensiun sebagai atlet bulu tangkis melalui akun media sosial, Rabu (15/4/2026).
Viktor Axelsen berterima kasih kepada dokter, pelatih, dan semua pihak yang membantunya untuk pulih dari cedera.
Berbagai gelar juara ajang besar diraih Viktor Axelsen, seperti dua kali juara Olimpiade dan dua kali juara dunia.
Viktor Axelsen mengucapkan selamat tinggal sebagai atlet, tetapi tidak akan meninggalkan dunia bulu tangkis.

Unggahan pada halaman terakhir itu menegaskan perpisahan Axelsen dengan dunia bulu tangkis, sebagai atlet. Axelsen menjadi salah satu dari sedikit atlet yang bersinar pada masa yunior lalu berlanjut ke level lebih tinggi. Dia menjadi juara yunior pada 2010 dan menjadi satu-satunya juara tunggal putra dari luar Asia hingga saat ini.

Sejak meninggalkan level yunior pada 2012, hanya pada tahun tersebut dan 2015, Axelsen tak mendapat gelar juara. Ketika cedera punggung bawah mendera pada 2025, dia masih bisa menjuarai India Terbuka dan Jerman Terbuka.

Seusai menjalani operasi pada April 2025 di Jerman, Axelsen kembali ke persaingan BWF World Tour pada September. Dia kesulitan mengimbangi lawan hingga tersingkir pada babak pertama Hong Kong Terbuka dan babak kedua China Masters, tetapi bisa memanfaatkan peluang dengan baik ketika tampil di hadapan publik sendiri. Axelsen mencapai semifinal Denmark Terbuka.

Sepekan setelah Denmark Terbuka, Axelsen melanjutkan perjalanan ke Perancis Terbuka, 21-26 Oktober, dan kalah dari rekan senegaranya, Anders Antonsen, di perempat final. Laga itu pada akhirnya menjadi penampilan terakhir Axelsen di panggung dunia.

Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, mencium anaknya, Vega Rohde Axelsen, yang ikut naik ke podium saat pemberian medali dan hadiah untuk juara East Ventures Indonesia Terbuka 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/6/2022). Axelsen memenangi pertandingan final melawan Zhao Jun Peng (China) 21-9, 21-10. KOMPAS/HERU SRI KUMORO (KUM) 19-06-2022

”Karena masalah punggung ini kembali, saya tidak lagi mampu berkompetisi dan berlatih di level tertinggi. Menerima situasi ini sangat sulit, tetapi sekarang, saya telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan,” kata Axelsen.

Axelsen meninggalkan arena bulu tangkis dengan berbagai pencapaian besar dan hampir lengkap. Dia mempunyai 27 gelar juara BWF World Tour dari semua level, termasuk dari empat turnamen Super 1000: Malaysia Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka.

Pada panggung lebih tinggi, Axelsen dua kali menjadi juara dunia dan dua kali meraih medali emas Olimpiade. Di ajang beregu, dia mengantarkan Denmark menjadi juara Piala Thomas 2016 dengan mengalahkan Indonesia di final. Hanya Piala Sudirman yang belum pernah dibawa ke negaranya.

Rangkaian prestasi itu menempatkannya sebagai tunggal putra nomor satu dunia selama lebih dari 100 pekan secara beruntun. BWF mencatat, hanya Lee Chong Wei yang memiliki catatan serupa.

Pebulu tangkis tunggal putra Viktor Axelsen dari tim Lightning bertanding melawan Kunlavut Vitidsarn dari tim Blitzers dalam BDMNTN-XL (BXL) di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024). Sebanyak 28 pebulu tangkis dunia yang tergabung dalam empat tim akan bermain dengan format beregu dengan tambahan 3v3 dalam laga BXL yang akan berlangsung hingga Minggu (3/11/2024). KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 31-10-2024

Axelsen memiliki kemampuan yang membuatnya menjadi salah satu tunggal putra terbaik, dalam faktor teknik, fisik, dan mental. Dia mengubah penilaian bahwa postur tinggi akan merugikan pebulu tangkis karena pergerakan yang kaku.

Pemain yang berusia 32 tahun saat pensiun itu justru bisa memanfaatkan tingginya, 194 sentimeter, untuk menjangkau ke mana pun kok diarahkan oleh lawan. Akurasi pukulan yang tinggi, kemampuan untuk meminimalisasi kesalahan, dan ketenangan dalam menghadapi tekanan membuat lawan sulit menemukan celah kekurangannya.

Cara bermainnya taktis, sama seperti pembawaannya di luar lapangan. Dalam sesi wawancara dengan pers, misalnya, dia selalu datang tepat waktu dan meninggalkan acara secepat mungkin. Axelsen pun selalu menjawab pertanyaan to the point, tanpa basa-basi. Jika merasa telah cukup menjawab pertanyaan saat, dia tak segan meninggalkan wartawan, tanpa basa-basi.

Dengan semua kemampuannya di lapangan, Axelsen unggul atas banyak lawan yang menjadi pesaing terkuat, seperti Anthony Sinisuka Ginting, Chou Tien Chen, dan Shi Yu Qi. Hanya dari Chen Long dan Kento Momota, Axelsen tertinggal.

Axelsen pun menjadi salah satu atlet yang disebut Momota, yang akan dirindukan ketika atlet Jepang itu pensiun, dua tahun lalu. Momota pensiun setelah membela Jepang dalam kejuaraan Piala Thomas dan Uber di Chengdu, China, pada 2024.

Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen (kiri), menyalami Anthony Sinisuka Ginting, usai laga final Indonesia Terbuka 2023 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/6/2023). Axelsen menang 21-14 dan 21-13. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 18-06-2023

Momota menilai, Axelsen menjadi salah satu lawan yang disegani karena mereka berasal dari generasi yang sama. Keduanya lahir pada 1994. Atlet lain yang disebut sebagai lawan yang selalu meninggalkan kesan adalah Anthony.

Axelsen bahkan menjadi salah satu atlet yang memanfaatkan momen Piala Thomas 2024 untuk berfoto bersama Momota. Dia lalu mengunggah foto itu dalam media sosial.

”Selamat menjalani masa pensiun dari arena internasional dan selamat untuk kariermu yang fantastis. Bisakah kita bermain beberapa pertandingan di lapangan pemanasan supaya saya bisa mendekatkan statistik pertemuan kita?” kata Axelsen.

Dua tahun setelah itu, giliran Momota yang mengunggah fotonya bersama Axelsen, beberapa jam setelah Axelsen mengumumkan pensiun. Selain Momota, pujian dan ucapan selamat pensiun untuk Axelsen disampaikan banyak atlet, seperti Loh Kean Yew, Fajar Alfian, Mohammad Ahsan, Lakhsya Sen, dan Kunlavut Vitidsarn.

”Selamat pensiun, sang juara. Semoga sukses untuk babak berikutnya,” kata mereka.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan