Alvaro Arbeloa tengah menikmati masa bulan madu sebagai pelatih baru Real Madrid. Melawat ke markas Villarreal, bulan madu itu sangat mungkin berakhir lebih cepat.
23 Jan 2026 20:16 WIB · Olahraga
AFP
VILLARREAL, JUMAT – Real Madrid tidak bisa berlama-lama menikmati kemenangan besar atas AS Monaco di Liga Champions Eropa. Ujian sesungguhnya menanti Real yang tengah menikmati masa bulan madu bersama pelatih Alvaro Arbeloa saat melawat ke markas Villarreal. Dengan kekuatan strukturnya, Villarreal berpotensi memberi kekalahan kedua bagi Arbeloa.
Setelah mengalami awal yang sulit, Arbeloa akhirnya mulai tampak bisa memberikan kestabilan bagi Real. Kalah dari tim semenjana Albacete pada babak 16 besar Piala Raja Spanyol, Real bangkit dengan meraih dua kemenangan beruntun atas Levante dan Monaco. Kemenangan telak 6-1 atas Monaco sangat mendongkrak kepercayaan diri para pemain Real. Dalam sesi latihan tim dipenuhi canda tawa. Suasana latihan terlihat sangat lepas.
Arbeloa bisa dikatakan tengah menjalani bulan madu bersama tim barunya. Namun, bulan madu itu berada di persimpangan jalan saat melawat ke markas Villarreal di Stadion De La Ceramica, Minggu (25/1/2026) pukul 03.00 WIB. Villarreal yang pragmatis tetapi tajam dalam serangan balik jadi lawan sulit untuk Real yang belum menyelesaikan masalah dalam pertahanan.
Laga sengit pun diprediksi terjadi. Villarreal saat ini menempati posisi ketiga dengan 41 poin di klasemen sementara Liga Spanyol. “Kapal Selam Kuning” terpaut tujuh poin dari Real di peringkat kedua. Jika mampu mengatasi Real, Villarreal akan makin menipiskan jarak menjadi empat poin. Sedangkan, Real jelas tidak ingin membuang kesempatan untuk terus membayangi Barcelona di puncak. Real dan Barca kini hanya berselisih satu poin.
“Pertandingan ini sangat penting karena lawannya adalah Villarreal. Ini adalah salah satu pertandingan tandang tersulit di liga. Kami harus tampil maksimal jika ingin menang. Itulah yang menjadi fokus kami,” kata Arbeloa dalam konferensi pers, Jumat (23/1/2026) malam.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/01/23/1e636c43-e8fe-45bf-8377-02cf5851c92d_jpg.jpg)
Hanya saja Stadion De La Ceramica bukan tempat yang mudah untuk Real. Dalam delapan pertandingan liga terakhir di sana, Real hanya mampu memetik satu kemenangan. Villarreal cenderung punya cara untuk bangkit setiap kali bertemu Real.
Meski tidak memiliki rekor bagus melawan tim kuat, Villarreal punya kualitas yang cukup untuk mengekspos kelemahan lawan. Real pun bukan pengecualian. Tanpa Aurelien Tchouameni yang absen karena hukuman kartu merah, pertahanan bisa kian rapuh.
Itu karena Tchouameni merupakan palang pintu andalan Real saat bertransisi dari menyerang ke bertahan. Gelandang bertahan asal Perancis itu selalu sigap menutup celah yang ditinggalkan Alvaro Carreras atau Federico Valverde yang kerap naik membantu serangan.
Tiadanya Tchouameni berpotensi jadi santapan empuk Villarreal yang banyak mengandalkan serangan balik cepat dan tajam. Kecenderungan Villarreal dalam mengandalkan serangan balik tercermin pada statistik yang menempatkan mereka pada urutan empat dari bawah tim dengan rerata penguasaan bola terendah, yaitu hanya 43,7 persen.
Terkenal dengan struktur bertahan yang solid, Villarreal tidak bisa diremehkan dalam urusan mencetak gol. Statistik menyebutkan mereka adalah tim ketiga terproduktif di liga setelah mengoleksi 37 gol atau rerata 1,9 gol per 90 menit. Tanpa perlu banyak mendominasi laga dengan penguasaan bola, Villarreal sanggup melepaskan hingga 4,8 tendangan tepat sasaran per laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/19/c5a0b28dccdf12ff2fdc012e03ff1406-APTOPIX_Spain_La_Liga_Soccer_135344855.jpg)
Arbeloa harus memeras otak untuk menangkal kecerdikan Villarreal dalam menebar ancaman meski tidak banyak menguasai bola. Perhatian setidaknya bisa difokuskan pada pergerakan penyerang sayap kiri Alberto Moleiro yang tengah dalam performa terbaiknya bersama Villarreal. Pemain berusia 22 tahun itu sejauh ini telah menciptakan lima peluang di mana tiga di antaranya menjadi asis.
Di sisi lain, Pelatih Villarreal, Marcelino, tidak melihat situasi transisi kepelatihan yang tengah terjadi di Real sebagai keuntungan tersendiri bagi timnya. Baginya Real tetaplah tim besar yang patut difavoritkan sebagai penantang gelar juara liga musim ini.
“Saya yakin mereka memiliki sumber daya manusia dan sepak bola untuk dengan cepat membalikkan situasi apa pun. Lihatlah mereka di Liga Champions, mereka memiliki peluang yang sangat bagus untuk finis di delapan besar,” kata Marcelino.
Marcelino akan tetap menanamkan disiplin pertahanan sambil mempertahankan kreativitas lini depan yang telah menjadi ciri khasnya menangani Villarreal dalam beberapa musim terakhir. Dengan begitu, kecil kemungkinan skor besar saat mengalahkan Monaco akan kembali terulang di De La Ceramica.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Retma Wati