Vinicius Junior, Pengusung Legasi ”Galactico” Real Madrid

Gelar Pemain Terbaik FIFA 2024 menegaskan Vinicius Junior sebagai bintang baru Real Madrid. Pengaruh keluarga membantunya mengejar mimpi besarnya di sepak bola.

19 Des 2024 19:03 WIB · Tokoh

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Perlu waktu menunggu enam tahun bagi Real Madrid untuk mengantarkan pemain mereka ke panggung utama penghargaan Pemain Terbaik FIFA. Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior alias Vinicius Junior (24) merupakan pemain ketiga ”Los Blancos” yang dinobatkan pemain terbaik dunia oleh FIFA, otoritas sepak bola global.

Sejak bercerai dengan France Football yang menggelar Ballon d’Or, FIFA menyelenggarakan sendiri penobatan pemain terbaik tahunan. Tiga edisi perdana dikuasai oleh Real. Cristiano Ronaldo berkuasa pada 2016 dan 2017, kemudian dilanjutkan oleh Luka Modric pada 2018.

Vinicius mempertegas dominasi Real pada ajang bergengsi itu. Ia menerima skor akumulatif 48 poin demi mengungguli Rodri (43 poin) dan rekan setimnya, Jude Bellingham (37 poin).

Performa Vinicius melejit setelah melanjutkan estafet nomor punggung tujuh, yang sebelumnya dikenakan Ronaldo dan Eden Hazard, sejak awal musim 2023-2024. Selama tahun 2024, Vinicius menghasilkan 34 gol dan 18 asis.

Catatan kontribusi golnya itu merupakan kunci Real mengangkat lima trofi selama tahun ini. Dimulai dengan Piala Super Spanyol, lalu berlanjut dengan Liga Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, serta Piala Interkontinental.

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berpose dengan trofi Pemain Terbaik FIFA 2024 dalam seremoni yang digelar badan sepak bola dunia itu di Doha, Qatar, Rabu (18/12/2024) dini hari WIB.

Setelah menerima trofi Pemain Terbaik FIFA 2024, Rabu (18/12/2024) WIB, Vinicius memamerkan penampilan gemilang untuk membantu Real meraih trofi Piala Interkontinental 2024 di Stadion Lusail, Qatar.

Vinicius memberikan asis bagi gol Kylian Mbappe yang membuka keran gol Los Blancos ke gawang Pachuca, tim asal Meksiko. Ia mengunci kemenangan Real 3-0 berkat eksekusi penalti.

”Saya tiba di Real Madrid, klub terbaik di dunia, ketika masih belia (18 tahun). Saya selalu bekerja keras untuk berada pada titik ini. Saya bermain untuk semua orang yang mendukung saya dan memberikan hal terbaik demi jersei terbaik di dunia,” kata Vinicius seusai membantu Real meraih Piala Interkontinental dilansir Real Madrid TV.

Penyerang asal Brasil itu menganggap koleksi lima gelar Real selama 2024 baru awal dari penanda era baru dominasi Real. Di dalam skuad Real saat ini, tidak hanya Vinicius yang bisa menjadi sosok pembeda.

Los Blancos dikelilingi sejumlah galacticos muda, seperti Jude Bellingham, Kylian Mbappe, dan Federico Valverde. Tak ketinggalan juga masih ada talenta remaja terbaik pada diri Arda Guler dan Endrick. Itu membuat Vinicius kian yakin Real bisa menjadi kekuatan dominan baru di Spanyol, Eropa, dan dunia.

”Semua pemain mengikuti sejarah besar yang dituntut oleh tim ini. Tidak banyak pemain mendapatkan kehormatan mengenakan seragam Real. Kami adalah para pemain terpilih, jadi ini adalah pengalaman unik yang hanya segelintir pemain terbaik bisa miliki,” tuturnya.

Kisah klasik ala Brasil

Selain mampu mengembalikan predikat Real sebagai pemilik pemain terbaik dunia, Vinicius juga membuktikan perwujudan mimpi-mimpi bocah Brasil. Seperti kisah-kisah pemain besar Brasil terdahulu, seperti Pele, Ronaldo, dan Ronaldinho, yang mengubah garis hidupnya dari sepak bola, Vinicius bisa menunjukkan hal itu bukan isapan jempol belaka.

Vinicius lahir dan besar di Sao Gancalo, sisi selatan pusat wilayah Rio de Janeiro. Kota kelahirannya adalah tipikal wilayah pinggiran kota besar yang identik dengan sumber kriminalitas. Vinicius pun mengakui itu. Masa kecil dan remajanya dibayangi ancaman narkoba dan kriminalitas.

Enggan terpengaruh dengan wilayahnya, Vinicius bak mengenakan kaca mata kuda karena hanya fokus memenuhi mimpinya dengan bola sepak. Ayahnya, Vinicius, dan ibunya, Fernanda, merupakan pendukung utama Vinicius mengejar mimpi besarnya.

Pemain Real Madrid Vinicius Junior mengontrol bola dalam pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (22/2/2023) dini hari WIB. Real Madrid mempermalukan Liverpool di hadapan pendukungnya dengan kemenangan 5-2. ***Real Madrid's Vinicius Junior controls the ball during the Champions League, round of 16, first leg soccer match between Liverpool and Real Madrid at the Anfield stadium in Liverpool, England, Tuesday, Feb. 21, 2023. (AP Photo/Jon Super)

Besar dari keluarga yang tidak cukup mapan secara ekonomi, Vinicius Senior kerap berpindah-pindah kerja di Sao Paulo sehingga berjauhan dengan istri dan anak-anaknya. Alhasil, tugas untuk mengantar Vinicius berlatih sepak bola diemban Fernanda.

Pada usia enam tahun, Vinicius telah didaftarkan sekolah sepak bola (SSB) Fla, yang merupakan salah satu dari 125 SSB binaan klub profesional, Flamengo. Dalam dokumen pendaftaran, tertulis posisi Vinicius adalah bek sayap kiri dan pemain favoritnya yaitu Robinho.

Namun, Vinicius tidak hanya berlatih bersama Fla. Sang Ayah juga mendaftarkan anaknya untuk masuk tim futsal di kota mereka, Canto do Rio, demi membekali Vinicius kemampuan dasar lebih baik, seperti kontrol bola, dribel di ruang kecil, dan kelincahannya. Ia bersama tim futsal itu sejak 2007 hingga 2010 atau hingga usianya 10 tahun.

Setelah berusia 10 tahun, Vinicius lulus dalam seleksi untuk masuk tim yunior utama Flamengo. Itu membuat dia harus pindah ke Ninho do Urubu, pusat latihan Flamengo, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari kota domisilinya. Kondisi itu membuat Vinicius menetap bersama adik ayahnya, Ulysses, demi dekat dengan tempat latihan Flamengo.

”Ia mulai tinggal dengan saya karena semakin sulit menyesuaikan jadwal sekolah dengan latihan,” kenang Ulysses kepada FIFA.

Sang paman pun tidak terkejut dengan capaian Vinicius saat ini. ”Sejak awal, kami yakin ia akan menjadi pemain yang sukses karena dedikasi dan talentanya. Ia bernapas selama 24 jam per hari untuk sepak bola”.

Meskipun berjauhan dengan kedua orangtuanya, Vinicius tidak melupakan didikan ayah dan ibunya. Menurut Cacau, pelatih Vinicius pertama di Fla, bekal kerendahan hati dan kemauan keras untuk mengejar mimpi yang dimiliki Vinicius ialah nilai yang ditanamkan keluarganya.

Quote

Capaian Vinicius adalah hasil dari proses panjang yang tidak hanya dari lapangan, tetapi juga dari luar lapangan.

Senyum yang kerap disajikan pemain setinggi 1,76 meter itu, lanjut Cacau, merupakan cermin kebahagiaan yang tercurah dari orangtuanya.

”Capaian Vinicius adalah hasil dari proses panjang yang tidak hanya dari lapangan, tetapi juga dari luar lapangan. Kedua orangtua Vinicius, terutama ayahnya, membimbing jalan Vinicius agar tidak keluar jalur. Itu membantu Vinicius sangat fokus dan tentu kesuksesannya berasal dari dukungan keluarga,” ujar Cacau kepada Globo.

Setelah mencapai puncak dunia bersama Real, masih ada satu hal yang dikejar Vinicius, yaitu memberikan trofi bagi Brasil, tanah airnya. Terdekat, ia berambisi membantu Brasil mengejar prestasi terbaik di Piala Dunia 2026. Hanya dengan prestasi bersama tim ”Selecao”, nama Vinicius akan abadi dalam histori sepak bola Brasil.

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) berebut bola dengan pemain Alaves Carlos Benavidez pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Selasa (24/9/2024). Real Madrid menang 3-2 pada laga itu.

Vinicius Junior

Lahir: Sao Goncalo (Brasil), 12 Juli 2000

Klub: Real Madrid

Posisi: Penyerang sayap

Prestasi: Pemain Terbaik FIFA 2024, Pemain Terbaik Liga Champions 2023-2024, Socrates Award 2023.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Dahono Fitrianto