Virus Hanta yang disebarkan tikus sangat mematikan, belum ada obat dan vaksinnya. Cara terbaik melakukan pencegahan, dengan menghindari paparan kotoran tikus.
09 Mar 2025 08:54 WIB · Humaniora
Pada Jumat (7/3/2025), pihak berwenang di New Mexico, Amerika Serikat, menyatakan Gene Hackman mengembuskan napas terakhir karena penyakit jantung beberapa hari setelah istrinya, Betsy Arakawa (65), meninggal dunia karena sindrom paru hantavirus. Namun, apa sebenarnya penyakit langka, tetapi mematikan yang disebarkan oleh tikus ini?
Sisa-sisa jenazah aktor Hackman dan Arakawa awalnya ditemukan di rumah peristirahatan mereka di Santa Fe, New Mexico, AS, pada 26 Februari oleh petugas pemeliharaan dan keamanan.
Rumah milik pasangan itu terletak di atas bukit di ujung selatan Pegunungan Rocky, kawasan yang dikenal sebagai tempat berlindung bagi para selebritas, seniman, dan penulis.
Alat pacu jantung Hackman terakhir kali menunjukkan aktivitas pada 17 Februari, sembilan hari sebelum petugas pemeliharaan dan keamanan datang ke rumah dan memberi tahu polisi. Dia ditemukan di pintu masuk rumah. Sementara Arakawa ditemukan di kamar mandi.
Satu dari tiga anjing pasangan itu juga ditemukan mati dalam peti di lemari kamar mandi dekat Arakawa, dan dua anjing lain selamat. Saat ditemukan, mayat-mayat itu membusuk dengan sedikit mumifikasi akibat tipe tubuh dan iklim di Santa Fe yang udaranya amat kering pada ketinggian hampir 2.200 meter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/ba1a01aa4156b05606f106a0564d2f66-000_36YQ7BE.jpg)
Hackman merupakan salah satu ikon Hollywood. Dia memenangi dua Oscar selama kariernya yang terkenal dalam film-film, termasuk The French Connection, Hoosiers, dan Superman dari tahun 1960-an hingga pensiun pada awal tahun 2000-an.
Sementara itu, istrinya, Arakawa, lahir di Hawaii, belajar sebagai pianis konser, kuliah di University of Southern California, dan bertemu dengan Hackman pada pertengahan tahun 1980-an.
Hackman mendedikasikan sebagian besar waktunya di masa pensiun untuk melukis dan menulis novel yang jauh dari kehidupan sosial Hollywood. Ia menjabat selama beberapa tahun di dewan pengawas di Museum Georgia O’Keeffe di Santa Fe, dan ia dan istrinya lalu jadi investor di berbagai bisnis lokal.
Setelah melalui penyelidikan intensif, Heather Jarrell, Kepala Penyelidik Medis untuk Kantor Penyelidik Medis New Mexico, mengumumkan Arakawa meninggal karena sindrom paru hantavirus (HPS). Sementara Hackman meninggal karena penyakit jantung, dengan penyakit alzheimer tingkat lanjut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/f95a09ad90cddf935f43c834acc8cf54-000_36YQ8CC.jpg)
Hackman kemungkinan hidup selama seminggu setelah kematian Arakawa. Diduga, dia tak menyadari istrinya meninggal. ”Dia dalam kondisi kesehatan amat buruk. Dia menderita penyakit jantung yang serius, dan saya pikir akhirnya itu menyebabkan kematiannya,” kata Jarrell, sebagaimana dilaporkan The Associate Press.
Pada konferensi pers tersebut, polisi Adan Mendoza mengungkapkan, para penyelidik telah berhasil mengumpulkan informasi hari-hari terakhir Arakawa.
Tim kepolisian menemukan ia telah menjemput anjingnya, yang lalu ditemukan mati di dekatnya, dari janji temu dengan dokter hewan pada 9 Februari dan bahwa ia telah menanggapi surat elektronik dan pergi berbelanja pada 11 Februari 2025 lalu. Aktivitas terakhir Arakawa yang diketahui adalah hari itu.
Aparat keamanan juga memastikan tidak ada dugaan kejahatan dan keracunan dari kematian sepasang suami-istri ini. Berdasarkan penyelidikan, kematian Arakawa dikaitkan sindrom paru hantavirus (HPS), penyakit langka, tetapi bisa berakibat fatal yang disebarkan kotoran hewan pengerat, yaitu tikus, yang terinfeksi virus hanta atau hantavirus.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, hantavirus bisa menyebabkan dua sindrom, salah satunya sindrom paru hantavirus (HPS) dan demam berdarah dengan sindrom ginjal.
Orang dapat tertular HPS dengan menghirup, makan, minum, atau bersentuhan dengan kotoran, urine, atau air liur tikus atau mencit yang terinfeksi. Orang juga bisa terpapar virus hanta karena gigitan atau cakaran hewan pengerat itu sekalipun hal ini lebih jarang terjadi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/11abac98f1c9a1576b0bedbea7f80be7-Screen_Shot_2025_03_09_at_06.08.33.png)
Meskipun tidak semua hewan pengerat ini membawa hantavirus, beberapa spesies, termasuk tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus sawah, dan tikus kapas, dikenal sebagai pembawa virus ini di AS.
Beberapa kali tercatat adanya wabah di AS. Antara tahun 1993 dan 2022, ada 864 kasus yang dilaporkan di AS. New Mexico memiliki jumlah tertinggi selama waktu itu, yaitu 122, diikuti oleh Colorado, yaitu 119.
Gejala awal virus ini terkadang sulit dibedakan dengan flu biasa. Menurut CDC, gejala mulai muncul satu hingga delapan minggu setelah terpapar dan awalnya dapat meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot.
Seiring dengan perkembangan penyakit, gejalanya dapat meliputi batuk, sesak napas, dan sesak di dada saat paru-paru terisi cairan. Sekitar sepertiga orang yang mengalami gejala pernapasan akibat penyakit tersebut dapat meninggal dunia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/06/115d2db0-f9e2-4847-b135-67dbe570c731.jpg)
Meski penelitian telah dilakukan selama bertahun-tahun, banyak pertanyaan belum terjawab, termasuk mengapa penyakit tersebut dapat bersifat ringan bagi sebagian orang dan amat parah bagi yang lain, serta bagaimana antibodi berkembang.
Dari sisi medis, virus hanta diliputi banyak misteri. Namun, hal yang pasti, paparan tikus menjadi kuncinya. Di AS, sebagian besar kasus HPS terjadi di negara bagian sebelah barat Sungai Mississippi. Kebanyakan terjadi di perdesaan karena di sanalah sebagian besar hewan pengerat pembawa penyakit ini tinggal.
Tak hanya di AS, hantavirus telah ditemukan di seluruh dunia, menyebar melalui kontak dengan tikus. Penularan dari orang ke orang sangat jarang terjadi dan hanya terdokumentasikan dalam kasus jenis hantavirus yang ditemukan di Argentina dan Chile.
Penyakit ini tergolong sangat mematikan. Sejauh ini tidak ada pengobatan atau penyembuhan khusus untuk mengatasi infeksi virus ini sekalipun perawatan medis dini dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/07/13/839564a7-bbd0-45ed-bfcc-e56c9b88acb4.jpg)
Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, belum ada terapi spesifik infeksi virus hanta. Pasien akan mendapat terapi suportif, hidrasi, dan penanganan sesuai dengan gejalanya.
Sejauh ini belum ada vaksin HPS. Karena itu, strategi pencegahan guna mengurangi risiko paling disarankan, termasuk menghindari tikus liar, menutup titik masuk rumah, disinfeksi area terkontaminasi tikus, memakai alat pelindung saat menangani kotoran, dan menyimpan makanan. ”Sebaiknya tikus tak berkeliaran di sekitar rumah,” kata Tjandra.
Tjandra mengutarakan, mengacu data Kementerian Kesehatan melalui laman ”InfeksiEmerging”, situasi persebaran hantavirus di Indonesia pada hewan ataupun manusia belum banyak diketahui. Namun, sejumlah riset atau publikasi menyatakan kasus infeksi hantavirus, selain virus Seoul, ditemukan pada manusia di Indonesia.
Adanya laporan kasus HPS pada istri Gene Hackman ini seharusnya akan membuat kita lebih waspada dan meningkatkan sistem surveilans kesehatan.
Selain itu, keberadaan hantavirus pada vektor (rodensia) melalui Hasil Riset Khusus Vektor dan Reservoir (Rikhus Vektora) yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada 2015-2018 di 29 provinsi mengemukakan, infeksi hantavirus pada rodensia ditemukan tersebar pada berbagai tipe habitat, seperti pemukiman dan lahan pertanian.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/11/12/20201112kor1-upacara-adat1_1605173865.jpg)
”Riset Khusus Vektor dan Reservoir telah dilakukan sejak saya menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sampai tahun 2015 yang lalu,” ungkapnya.
Menurut Tjandra, adanya laporan kasus HPS pada istri Gene Hackman ini seharusnya akan membuat kita lebih waspada dan meningkatkan sistem surveilans kesehatan.
Tidak adanya laporan kasus dan kematian karena HPS di Indonesia bukan berarti penyakit ini belum beredar di masyarakat. Sebagaimana pepatah lama saat pandemi Covid-19, no test no case, kalau tidak diperiksa, maka kasusnya seolah tidak ada.
Penulis:
Ahmad ArifEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .