PIALA DUNIA 2026

Wabah Ebola dan Potensi Risikonya bagi Piala Dunia

Penyakit ebola yang sedang merebak di RD Kongo membawa kekhawatiran terkait potensi risikonya bagi Piala Dunia 2026. Apa langkah otoritas terkait untuk mencegahnya?

16 Jun 2026 09:04 WIB · Olahraga

AP Photo/Mark Stockwell

Oleh Mohamad Final Daeng

Kehadiran orang dari berbagai penjuru dunia untuk menyaksikan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada membawa potensi risiko penyebaran ebola. Meski disebut ”sangat rendah”, risiko infeksi virus berbahaya itu tetap ada. Rumah sakit-rumah sakit di AS pun siap merespons jika hal itu terjadi.

Penyakit ebola saat ini sedang merebak di Republik Demokratik (RD) Kongo. Catatan Reuters, penyakit yang berasal dari virus genus Orthoebolavirus itu telah menginfeksi lebih dari 675 orang dan menyebabkan 135 kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, ebola merupakan penyakit langka, tetapi sangat parah pada manusia. Tingkat kematiannya sekitar 50 persen dengan angka kematian pada wabah terdahulu bervariasi 25 persen hingga 90 persen.

”Kita tidak akan bisa mencegah infeksi 100 persen, tetapi kita dipastikan dalam kondisi paling siap (mengantisipasi) sejauh ini,” kata Dr Gavin Harris, pakar penyakit menular serius dari Emory University di Atlanta, salah satu dari 11 kota tuan rumah Piala Dunia di AS.

A health worker disinfects an ambulance at the Mongbwalu treatment center that transported a suspected Ebola patient in Mongbwalu, Congo, Friday, June 5, 2026. (AP Photo/Moses Sawasawa)

Pejabat kesehatan publik dan rumah sakit-rumah sakit di semua kota penyelenggara Piala Dunia telah bersiap untuk menghadapi ancaman berbagai penyakit menular yang mungkin muncul. Hal ini seiring perjalanan 6,5 juta orang selama 39 hari untuk menyaksikan 104 pertandingan di ketiga negara Amerika Utara tersebut.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), WHO, dan Pan American Health Organization telah mengungkapkan bahwa risiko penularan ebola di negara tuan rumah Piala Dunia rendah. Ancaman lebih besar adalah cacar, Covid-19, dan influenza yang dapat menyebar di kerumunan besar.

Quote

Ebola bukan penyakit yang ditularkan lewat udara dan tidak menyebar melalui kontak biasa.

Namun, kasus ebola yang kini sedang merebak di RD Kongo tetap menjadi perhatian. Menurut Dr Tom Frieden, Chief Executive Resolve to Save Lives dan mantan Direktur CDC, risiko ebola di Piala Dunia sangatlah rendah.

”Ebola bukan penyakit yang ditularkan lewat udara dan tidak menyebar melalui kontak biasa. Ini memerlukan kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang sakit,” ujarnya.

Infografik Negara Peserta Piala Dunia 2026 Berdasarkan Wilayah

Meski begitu, dia menekankan, rendah bukanlah nol. ”Dan ini tidak akan menjadi nol sampai wabah dihentikan di sumbernya di RD Kongo,” ucapnya.

Situasi terkini, seperti dikutip AP, Kementerian Kesehatan RD Kongo melaporkan salah satu peningkatan kasus harian tertinggi dalam wabah yang sudah berlangsung selama sebulan tersebut. Pada Minggu (14/6/2026), sebanyak 72 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam.

Hal itu membuat total kasus yang terkonfirmasi mencapai 782 orang dengan 181 kematian. Virus dilaporkan menyebar cepat di wilayah terpencil di mana penduduk yang berpindah menyulitkan upaya menemukan orang-orang yang terjangkit.

Wabah ebola sejauh ini terkonsentrasi di Provinsi Ituri di timur RD Kongo dengan 90 persen kasus. Kasus juga tercatat di Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan serta telah menyebar melintasi perbatasan ke Uganda.

TOPSHOT - A Uganda Red Cross Society worker in protective gear are sprayed with disinfectant during the evacuation of the body of a suspected Ebola victim in Kampala on May 26, 2026. The organisation is poised to assist the Ministry of Health in transporting suspected cases to treatment centres and conducting safe, dignified burials following confirmed positive results. This action comes after the confirmation of three additional Ebola  Bundibugyo cases , raising the total to five linked to travelers from the neighbouring Democratic Republic of Congo (DRC), where an outbreak has claimed 119 lives among 904 suspected cases. The World Health Organisation has classified this outbreak in both the DRC and Uganda as a public health emergency of international concern. (Photo by Badru KATUMBA / AFP)

Pelajaran wabah 2014

AS belajar dari pengalaman saat wabah ebola Afrika Barat pada 2014. Kala itu, seorang warga Liberia bernama Thomas Eric Duncan datang dengan gejala ebola ke sebuah rumah sakit di Dallas, Texas. Lelaki itu sempat ditolak sebelum akhirnya dirawat. Belakangan, dua perawat terinfeksi, tetapi selamat.

Sejak itu, Pemerintah AS mengucurkan pendanaan sebesar 260 juta dolar AS untuk pelatihan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat. Sebanyak 13 pusat perawatan spesialis juga didirikan.

Quote

Pemerintah AS, Meksiko, dan Kanada juga telah memberlakukan penapisan (screening) di bandara.

Itu semua untuk membantu rumah sakit mengidentifikasi, mengisolasi, dan merawat secara aman pasien yang dicurigai terjangkit ebola. Sejak 2015, ribuan tenaga kesehatan dan pekerja medis telah dilatih untuk mengenali dan merawat pasien dengan ebola atau penyakit patogen serius lainnya.

Khusus Piala Dunia, para pakar kesiapsiagaan telah menggelar pelatihan nasional dengan simulasi potensi terjadinya wabah MERS dalam ajang tersebut.

Supporters of Scotland celebrate after the World Cup Group C soccer match between Haiti and Scotland in Foxborough, Mass., near Boston, Saturday, June 13, 2026. (AP Photo/Mark Stockwell)

Mereka juga telah memberikan panduan bagi para dokter untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit yang tak lazim ditemukan di kota masing-masing. Ini termasuk penyakit yang berasal dari nyamuk, seperti malaria, demam berdarah, dan chikungunya.

Pemerintah AS, Meksiko, dan Kanada juga telah memberlakukan penapisan (screening) di bandara serta larangan masuk bagi nonwarga negara dengan riwayat perjalanan ke negara-negara terdampak wabah. AS pun mendesak Eropa untuk menerapkan pembatasan serupa.

Harris mengatakan, pembatasan itu akan menurunkan peluang ebola menyebar di lokasi-lokasi Piala Dunia. Hal ini termasuk pengaturan untuk tim nasional RD Kongo, yang menjadi salah satu peserta putaran final Piala Dunia 2026.

Untuk menyesuaikan diri dengan pembatasan yang diterapkan AS, timnas RD Kongo meninggalkan negerinya sejak bulan Mei. Mereka berlatih di Belgia sebelum menuju AS untuk mengikuti turnamen sepak bola terbesar sejagat itu.

Suporter timnas Republik Demokratik Kongo mendukung timnya saat melawan Nigeria pada babak final play off Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Rabat, Maroko, Minggu (16/11/2025). Kongo menang 4-3 pada adu penalti dan Nigeria menuduh Kongo memakai voodoo untuk menang.

Menurut Harris, FIFA, pejabat kesehatan publik lokal, dan sistem rumah sakit telah membentuk komite medis. Komite itu melakukan taksiran ancaman ebola dan penyakit menular lainnya berdasarkan tim yang bermain di kota tertentu, penyakit yang lazim di negara peserta, serta pembatasan visa dan logistik stadion.

Beberapa wilayah juga telah mendiskusikan langkah untuk menyuplai perlengkapan perlindungan diri dan perawatan penyakit spesifik ke lokasi penyelenggara pertandingan. Selain itu, juga peralatan pengawasan seperti pemantauan air limbah, data kualitas udara, serta rekam medis elektronik untuk mendeteksi kluster penyakit yang tak lazim.

FIFA mengungkapkan, risiko terkait medis telah diperhitungkan sebagai bagian dari perencanaan turnamen secara keseluruhan. Hal itu pun dikelola dalam koordinasi erat dengan kota penyelenggara, yang menugaskan pemimpin medisnya untuk mengawasi dan mengoordinasikan layanan.

FIFA pun menyatakan mereka terus memantau wabah ebola dan berkomunikasi dengan otoritas olahraga dan kesehatan di RD Kongo. Koordinasi juga dilakukan dengan ketiga negara tuan rumah Piala Dunia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar