AMERIKA

Wajah Trump Mejeng di Paspor Amerika Terbaru

Penambahan foto dan tanda tangan Trump pada paspor adalah langkah terbaru yang diambil para pembantunya untuk meningkatkan visibilitas presiden AS.

29 Apr 2026 10:03 WIB · Internasional

AP Photo/Jon Elswick

Oleh Priyombodo .

Trump Passports

Dalam rangka memperingati HUT Ke-250 Amerika Serikat, Departemen Luar Negeri AS akan menerbitkan paspor edisi khusus bergambar wajah Presiden Donald Trump. Melalui langkah ini, Trump akan menjadi presiden pertama AS yang masih hidup yang wajahnya ditampilkan pada dokumen perjalanan tersebut.

Konsep paspor khusus ini, termasuk penggambaran wajah Trump yang tampak tegas, telah digodok selama berbulan-bulan sebelum akhirnya disetujui pada Senin (27/4/2026) malam. Sebanyak 25.000-30.000 paspor baru ini akan tersedia bagi pemohon di kantor paspor Washington DC dan distribusinya akan dimulai menjelang tanggal 4 Juli.

Penerbitan paspor ini menjadi contoh terbaru dari manuver Trump yang sebelumnya kerap menyematkan nama dan wajahnya pada gedung, dokumen, dan obyek lainnya. Terdapat pula upaya untuk membubuhkan tanda tangan Trump pada seluruh uang kertas baru AS, yang akan menjadi preseden pertama bagi seorang presiden yang sedang menjabat. Selain itu, gambar Trump juga diusulkan untuk masuk pada koin emas edisi khusus perayaan berdirinya negara tersebut.

Seorang pejabat menyatakan bahwa paspor edisi khusus ini akan menjadi dokumen standar bagi pemohon yang datang langsung ke kantor Washington DC. Namun, warga yang menginginkan paspor standar tetap dapat memperolehnya dengan mengajukan permohonan secara daring atau melalui kantor perwakilan di luar wilayah Washington DC.

”Saat Amerika Serikat merayakan ulang tahun ke-250 pada bulan Juli, Departemen Luar Negeri mempersiapkan peluncuran paspor AS yang dirancang khusus dalam jumlah terbatas untuk memperingati peristiwa bersejarah ini,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.

Trump Passports

​Ia menambahkan, ”Paspor ini akan menampilkan rancangan seni dan citra visual yang lebih baik dengan tetap mempertahankan fitur keamanan utama yang menjadikan paspor AS sebagai dokumen paling aman di dunia.”

Pada bagian dalam paspor edisi terbatas ini, foto Trump akan tercetak di atas tanda tangan emasnya. Sementara itu, bagian sampul akan menampilkan tulisan ”Amerika Serikat” dengan cetakan emas tebal di bagian atas dan ”paspor” di bagian bawah—sebuah tata letak yang merupakan kebalikan dari sampul standar.

Selain itu, gambar bendera AS berukuran kecil dengan laminasi emas, lengkap dengan angka 250 yang dikelilingi bintang, akan disematkan di bagian bawah sampul belakang.

Rencana penerbitan paspor AS edisi Trump ini pertama kali dilaporkan oleh situs berita The Bulwark, yang turut merilis maket (rancangan awal) dokumen tersebut. Berdasarkan maket itu, bagian belakang paspor akan menampilkan reproduksi lukisan Deklarasi Kemerdekaan karya John Trumbull.

Tangkapan layar halaman <em>The Bulwark</em> yang memuat berita terkait wajah Presiden AS Donald Trump pada paspor AS edisi khusus merayakan HUT Ke-250 Amerika.

Saat ini, satu-satunya wajah presiden yang ditampilkan pada paspor AS adalah ukiran relief di Gunung Rushmore, Dakota Selatan, yang menampilkan wajah George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln.

Gambar lainnya pada paspor standar mencakup Patung Liberty, Lonceng Liberty, dan Independence Hall di Philadelphia, serta lanskap panorama alam, pegunungan, dan pulau-pulau. Paspor saat ini juga memuat kutipan dari Martin Luther King Jr, serta sejumlah presiden, seperti Washington, Jefferson, Roosevelt, John F Kennedy, dan Dwight Eisenhower.

Trump Passports

Penambahan foto dan tanda tangan Trump pada buku paspor merupakan langkah terbaru dari jajaran stafnya untuk meningkatkan visibilitas sang presiden. Langkah serupa juga terlihat dari upaya menyematkan namanya pada gedung Institut Perdamaian AS dan pusat pertunjukan seni Kennedy Center.

Sebelumnya, Trump juga memicu polemik terkait rencananya membangun ruang dansa baru di Gedung Putih serta sebuah gapura raksasa di salah satu akses masuk menuju Washington DC dari arah Virginia. (AP) 


Kerabat Kerja

Penulis:

Priyombodo .
 | 

Editor:

Aris Prasetyo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan