Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal setelah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sejak pertengahan Februari lalu.
02 Mar 2026 09:41 WIB · Politik & Hukum
KOMPAS/AGUS SUSANTO
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/6c244e01623feb6d315eb06ec3533296-20251115ron03.jpg)
JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026) pagi. Try Sutrisno yang menjabat pada 1993-1998 itu tiba di akhir hayat pada usia 90 tahun.
Menurut rencana, jenazah Try Sutrisno akan dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto, lalu dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan kabar duka. ”Kami berdukacita sangat mendalam,” ujarnya melalui pesan singkat daring.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/23/77217af5-9f1f-4e58-8183-b958dcc9e4bb.png)
Prasetyo telah meminta pihak RSPAD Gatot Soebroto, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, dan jajaran Kementerian Sekretariat Negara untuk memberikan atensi terbaik.
Menurut Prasetyo, mantan Panglima TNI itu merupakan salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri dan mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara. Ia pun mengajak masyarakat untuk sama-sama mendoakan Try Sutrisno, apalagi almarhum berpulang di bulan Ramadhan, bulan yang disucikan bagi umat Islam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/23/5330c1cd-cd00-4ec0-8cf4-53b47faaf973_jpg.jpg)
”Tentunya, marilah kita generasi muda, generasi penerus, meneladani apa yang sudah beliau contohkan kepada kita dalam memberikan darma bakti terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” tutur Prasetyo.
Berdasarkan informasi yang diterima Kompas, Try Sutrisno tutup usia di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 06.58 WIB. Mendiang dinyatakan meninggal oleh Letnan Kolonel (Ckm) dr Diani, SpPd. Almarhum sudah masuk ke ruang perawatan sejak 16 Februari lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/23/cedf415c-dcb3-4641-8953-d24e72826f80.jpg)
Berdasar catatan Kompas, Try Sutrisno pernah sakit dan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama empat pekan pada akhir Desember 2022. Kendati menghadapi beberapa masalah kesehatan, kondisinya kembali membaik. Beberapa pejabat, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, menjenguknya saat itu.
Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres mendampingi Presiden Soeharto yang kembali terpilih untuk masa jabatan 1993–1998 dalam Sidang Umum MPR masa bakti 1992–1997.
Pria kelahiran Surabaya, 15 November 1935 ini berlatar belakang militer dengan jabatan terakhir sebagai Panglima ABRI (1988–1993).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/24/2b70bef7-1f93-4962-bcc1-2ed88b4075b0_jpg.jpg)
Sejak remaja, Try Sutrisno telah mengenal dunia militer, bergabung dengan Batalyon Angkatan Darat Poncowati, kemudian masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung tahun 1956. Tahun 1974 ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto hingga 1978.
Karier militernya pun terus melesat. Seusai menjadi ajudan, suami Tuti Sutiawati ini diangkat sebagai Kepala Komando Daerah Staf di Kodam XVI/Udayana pada 1978. Setahun kemudian, ia dipercaya sebagai Pangdam IV/Sriwijaya, lalu empat tahun kemudian ke Jakarta sebagai Pangdam V/Jaya.
Pada 1985, ia naik pangkat menjadi Letjen TNI, dan bersamaan dengan itu diangkat sebagai Wakil KSAD mendampingi KSAD Jenderal TNI Rudini. Setelah selama 1,5 tahun menjadi Wakil KSAD, pada medio Juni 1986 ia diangkat sebagai KSAD. Pada 27 Februari 1988, ayah tujuh anak ini dipromosikan menjadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.
Selama lima tahun, Try Sutrisno menjadi orang nomor satu di ABRI yang saat itu masih terdiri dari institusi TNI AD, TNI AU, TNI AL, dan Polri. Try Sutrisno mencapai puncak karier politiknya ketika ia terpilih sebagai Wapres ke-6 RI masa jabatan 1993–1998 menggantikan Letjen TNI (Purn) Sudharmono.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/30/f5f922d6-f6d6-4f94-b390-9b86a22ec401_jpg.jpg)
Sepanjang perjalanan karier di militer dan politik, Try Sutrisno telah meraih berbagai penghargaan dan tanda jasa, mulai dari bintang hingga satyalancana, baik dari dalam maupun luar negeri (negara lain).
Di antaranya: Bintang Yudha Dharma Utama; Bintang Kartika Eka Paksi Utama; Bintang Jalasena Utama; Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama; Bintang Bhayangkara Utama; Bintang Kartika Eka Paksi Pratama; Bintang Kartika Eka Paksi Nararya; Bintang Legiun Veteran RI; Bintang Dharma; Bintang Mahaputera Adipradana; Bintang RI Adipradana; dan Bintang Mahaputera Adipurna.
Penghargaan berupa satyalancana, seperti: Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun; Satyalancana GOM VII; Satyalancana Sapta Marga; Satyalancana Satya Dharma; Satyalancana Wira Dharma; Satyalancana Penegak; Satyalancana Seroja; dan Satyalancana Wira Karya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/d92ebf2d13be28a1ece9070acd8c47da-Obituari_Try_Sutrisno_03.jpg)
Penghargaan dari negara lain, di antaranya dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, antara lain: “First Rank of the Order of the Yugoslav Flag eith Sish” dan “First Rank of the Order of Military Meris with Great Star” dari Yugoslavia; “Grand Cross of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany” dari Jerman; “Commander of the National Order of the Legion of Honour” dari Perancis; “Gold Decoration of Merit” dari Belanda; “Commander of the Legion of Merit (LOM)” dari Amerika Serikat.
Penghargaan dari negara-negara di Asia, di antaranya: “Knight Grand Cross of the Most Noble Order of the Crown of Thailand (GCCT)” dari Thailand; “Sri Paduka Mahkota Johor (SPMJ)” dari Johor; “Nishan-e-Imtiaz” dari Pakistan; “Pingat Panglima Gagah Angkatan Tentera (PGAT)” dan Panglima Mangku Negara (PMN)” dari Malaysia; Order of National Security Merit – 1st Class (Tong-il-Medal) dari Korea Selatan; “Darjah Utama Bakti Cemerlang – Tentera (DUBC)“ dari Singapura, dan “Knight Grand Cross of the Most Exalted Order of the White Elephant (KCE)” dari Thailand.
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu, Nino Citra AnugrahantoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti