Indonesia harus bisa memanfaatkan status tuan rumah untuk menjaga tren kemenangan, sekaligus menaklukkan Thailand pada laga terakhir SEA V League 2025 putaran kedua.
18 Jul 2025 12:06 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Setelah gagal menjuarai SEA V League 2025 putaran pertama karena kalah saing dari seteru berat, Thailand, timnas bola voli Indonesia berkesempatan membayarnya pada putaran kedua. Indonesia harus bisa memanfaatkan status tuan rumah untuk menjaga tren kemenangan sekaligus menaklukkan Thailand pada laga terakhir.
Indonesia mengawali SEA V League 2025 putaran kedua dengan baik lewat kemenangan beruntun atas Filipina (3-2) dan Vietnam (3-1). Dua kemenangan di Jakarta International Velodrome, Jakarta, ini jadi modal positif untuk laga selanjutnya melawan Kamboja, Sabtu (19/7/2025).
SEA V League merupakan turnamen bola voli antarnegara Asia Tenggara. Pada edisi kali ini, sebanyak lima negara berpartisipasi, antara lain, Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Kamboja.
Mereka bertanding menggunakan format round robin, yakni setiap tim akan saling berhadapan satu sama lain di babak penyisihan.
Menurut Ketua III Bidang Pertandingan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Reginald Nelwan, lantaran merupakan lanjutan putaran pertama di Filipina pekan lalu, poin pada putaran kedua nantinya akan diakumulasi untuk menentukan hasil klasemen akhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/13c2fd44ecb85d98b8454cce9585c631-WhatsApp_Image_2025_07_17_at_18.27.36.jpeg)
Pada putaran pertama, Thailand meraih gelar ketiganya di SEA V League berkat koleksi 9 poin dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Indonesia sebenarnya juga mencatatkan tiga kemenangan dan satu kekalahan, tetapi ada satu kemenangan yang diraih lewat skor 3-2 sehingga hanya menghasilkan dua poin.
Hasil ini yang membedakan poin akhir Indonesia dengan Thailand yang selalu menang dengan skor 3-0 atau 3-1. Dalam sistem poin di klasemen bola voli, sebuah tim mendapatkan tiga poin jika meraih kemenangan skor 3-0 atau 3-1 dan dua poin apabila menang dengan skor 3-2.
Berbeda dengan putaran pertama saat Indonesia dan Thailand bertemu pada laga perdana, pertemuan kedua tim akan tersaji pada hari terakhir putaran ketiga, Minggu (20/7/2025). Apabila Indonesia dan Thailand sama-sama meraih kemenangan beruntun pada tiga laga sebelumnya, pertemuan mereka bisa jadi laga penentu juara.
Sebelum bertemu Thailand, Indonesia harus mengalahkan Kamboja lebih dahulu. Di atas kertas, Rivan Nurmulki dan kawan-kawan lebih unggul dari Kamboja yang pada putaran pertama finis pada posisi juru kunci.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/4a5da1cddb5fb8a2c97fbf59ccf61b7e-WhatsApp_Image_2025_07_16_at_21.29.20.jpeg)
Namun, Indonesia tetap harus waspada dengan setiap lawan. Sebab, pada laga pertama, Indonesia pun terbukti kesulitan ketika menghadapi Filipina yang di atas kertas juga tidak lebih unggul dari tim ”Merah-Putih”.
Asisten pelatih Timnas voli putra Indonesia, Erwin Rusni, mengungkapkan, penampilan anak-anak asuhannya sudah mulai membaik pada laga kedua melawan Vietnam. Chemistry antarpemain pun sudah terbentuk.
”Meski begitu, masih ada yang harus diperbaiki, terutama servis,” kata Erwin Rusni.
Setidaknya, penampilan tersebut lebih baik ketimbang saat pertandingan perdana kontra Filipina. Saat itu, permainan Indonesia masih belum konsisten dengan akurasi serangan pemain yang rendah.
Boy Arnes Arabi, yang dinobatkan sebagai best outside spikers pada putaran pertama, pun optimistis Indonesia menatap laga selanjutnya kontra Kamboja. ”Kami sepakat untuk tampil lebih baik lagi,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/337ea4ade28fea2b3a771c599ca786ea-WhatsApp_Image_2025_07_17_at_21.34.39.jpeg)
SEA V League kategori putra pertama kali digelar pada 2023. Dulu, turnamen yang diprakarsai Asosiasi Voli Asia Tenggara (SEAVA) ini bernama ASEAN Grand Prix.
Pada SEA V League 2023, Indonesia berhasil menyapu bersih semua kemenangan dan menyabet gelar juara pada dua putaran. Dua pemain Indonesia, Fahry Septian dan Farhan Halim, pun bergantian terpilih sebagai pemain terbaik.
Dalam perjalanannya menjadi juara, Indonesia dua kali mengalahkan Thailand. Timnas membuktikan, dominasi mereka di Asia Tenggara tak tergoyahkan.
Mereka berharap mengulang pencapaian pada edisi 2024. Namun, gelar juara jadi milik Thailand yang menguasai putaran pertama dan kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/27423f6071e2f5629f6e8b7395914a33-WhatsApp_Image_2025_07_17_at_21.39.45.jpeg)
SEA V League merupakan ajang penting untuk mengukur kemampuan Indonesia untuk menatap SEA Games Thailand 2025 yang jadi target utama tim asuhan pelatih Jiang Jie tahun ini. Apalagi, setelah finis keenam dari 11 peserta di AVC Nations Cup 2025, tim kepelatihan berjanji melakukan evaluasi demi SEA V League.
Di sisi lain, timnas bola voli dalam ruangan masih ”puasa” gelar tahun ini. Belum ada prestasi yang mereka torehkan, baik dari tim putra maupun tim putri.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto