Pemuda Katolik diharap bersinergi dan mengawal program pemerintah.
17 Des 2024 22:13 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto memastikan warga Indonesia bisa beribadah Natal dengan aman dan nyaman. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun memberikan nomor teleponnya untuk menerima laporan bila ada gangguan ibadah.
Saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2024-2027, Selasa (17/12/2024) di Jakarta, Wapres Gibran menceritakan rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo. Dalam ratas yang diselenggarakan Senin (16/12/2024), dibahas persiapan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2025.
”Di sini salah satu penekanannya adalah, beliau, Bapak Presiden ingin seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal dan Tahun baru dengan aman, penuh sukacita, kebaikan dan rasa nyaman,” tuturnya.
Bapak Presiden ingin seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal dan Tahun baru dengan aman, penuh sukacita, kebaikan dan rasa nyaman
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/2784d195-a783-4934-814b-b9a1a529f0bb_jpg.jpg)
Wapres pun menjamin akan memastikan semua warga bisa beribadah Natal tanpa gangguan. ”Jadi, saya juga pesan ini ke Mas Gusma (Ketua PP Pemuda Katolik yang baru terpilih), jika ada yang dipersulit saat menjalankan misa Natal dan perayaan Natal, segera laporkan ke kepolisian, TNI, pemda atau bisa langsung ke saya. Di situ ada nomor HP-nya, bisa langsung di-WA atau bisa langsung ditelepon,” tuturnya.
Kita membuat perayaan Natal, memasang ornamen Natal, memasang pohon Natal, itu juga tantangannya berat. Tapi apa yang membuat saya berani, karena di belakang saya (ada) anak-anak muda yang ’open minded’, pikirannya terbuka, mau merangkul semua, menghargai perbedaan.
Gibran pun menegaskan, komitmennya tak berubah, sama seperti saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Dia menceritakan, saat tiga tahun lebih menjabat Wali Kota Surakarta, banyak tantangan.
”Kita membuat perayaan Natal, memasang ornamen natal, memasang pohon natal, itu juga tantangannya berat. Tapi, apa yang membuat saya berani, karena di belakang saya (ada) anak-anak muda yang open minded, pikirannya terbuka, mau merangkul semua, menghargai perbedaan. Jadi, sekali lagi, jika ada yang dipersulit (beribadah), silakan lapor ke nomor yang ada di layar," tambahnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/c1a99176-4743-40a7-8867-31389467422c_jpg.jpg)
Tak hanya itu, Gibran juga mengajak seluruh pemuda Katolik untuk ikut mengawal bersama arahan Presiden Prabowo Subianto. ”Jaga bersama persatuan dan kesatuan kita,” tuturnya.
Dia juga berharap pemuda Katolik mau terus berinovasi dan menjadi motor penggerak termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dengan demikian, para pemuda bisa didorong untuk menjadi aktor utama pembangunan di daerah sendiri.
Anak-anak muda juga harus menyambut baik harus selalu ikut berpartisipasi, berinovasi dan jangan sampai apatis.
Gibran pun menambahkan, Presiden Prabowo sangat memberi ruang untuk anak-anak muda. ”Contohnya saya,” ujar Gibran memberi contoh.
Presiden Prabowo disebut memberikan ruang dan kesempatan yang banyak untuk anak muda. Namun, Gibran berpesan bahwa anak-anak muda juga harus menyambut baik harus selalu ikut berpartisipasi, berinovasi dan jangan sampai apatis.
Kepada para pemuda Katolik, Gibran juga mengingatkan supaya semua menjaga persatuan. Apalagi, Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia juga berpesan agar masyarakat Indonesia terus tumbuh dalam keimanan, persaudaraan, dan kasih sayang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/b053e4e5-c97e-453e-b2c0-a8c1525df101_jpg.jpg)
”Indonesia adalah negara yang dianugerahi keberagaman, beragam suku, beragam bahasa, beragam budaya. Di mana perbedaan itu adalah kekuatan kita. Perbedaan itu adalah warna-warni indah kita. Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan luhur para pendiri bangsa yang harus terus kita rawat dan jaga dan perkuat bersama,” tambahnya.
Gibran pun beberapa kali meminta Pemuda Katolik terus bersinergi mengawal program-program pemerintah. ”Saya jujur saja, tantangannya di depan berat, tetapi sekali lagi akan dipermudah jika pemuda-pemudanya ikut terlibat,” tuturnya.
Gibran pun sempat berseloroh saat menyapa Stefanus Gusma yang terpilih dan baru dilantik sebagai Ketua Umum Pemuda Katolik. ”Jadi sebenarnya Mas Gusma ini senasib dengan saya, baru saja dikeluarkan dari partai. Tapi Bapak/Ibu, saya ingatkan juga ini Pak Ketua. Sekali lagi, yang namanya perbedaan itu hal yang biasa. Perbedaan itu yang mewarnai demokrasi kita,” selorohnya.
Gibran baru saja dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pemecatan resmi disampaikan Senin (16/12/2024) bersama pemecatan ayahnya, Joko Widodo, dan kakak iparnya, Bobby Nasution.
Gibran dikeluarkan dari PDI-P karena mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2024. Keduanya diusung Koalisi Indonesia Maju, sedangkan PDI-P mengusung pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Adapun Stefanus Gusma sempat menjadi pengurus Badiklatpus PDI-P. Dia mengundurkan diri dari PDI-P Januari lalu.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma menegaskan Pemuda Katolik ingin terlibat dalam pembangunan, apalagi tema Kongres XIX Pemuda Katolik di Palangka Raya beberapa waktu lalu adalah ”Komitmen Pemuda Katolik Mengawal Keberlanjutan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Sekretaris Jenderal Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM menambahkan tiga isu strategis untuk dibahas dalam Kongres. Pertama, stunting dan penanganan gizi buruk. Isu ini dinilai penting karena wilayah etalase Katolik seperti NTT dan Papua rentan bayi stunting.
Kami juga akan semaksimal mungkin untuk terlibat dalam program makan bergizi gratis.
”Kami juga akan semaksimal mungkin untuk terlibat dalam program makan bergizi gratis,” tutur Stefanus Gusma dalam sambutannya.
Pemuda Katolik pun membuat nota kesepahaman kerja sama dengan BKKBN untuk mengatasi stunting atau kurang gizi kronis yang berakibat kekerdilan.
Isu kedua adalah terkait pekerja migran dan isu ketiga terkait lingkungan. Bank Sampah Digital sudah berdiri di Pemuda Katolik Banten. ”Jadi, kalo Pemuda Katolik Banten bikin acara sudah tidak pakai proposal tapi pakai minyak jelantah, botol aqua, sabut kelapa dan lain sebagainya. Saya kira ini akan jadi program nasional kita,” tambah Gusma.
Ketua KWI Mgr Antonius Bunjamin OSC dalam sambutannya meminta Pemuda Katolik menjadi bagian dari Indonesia dan ikut dalam pembangunan bangsa dan negara. ”Apalagi slogan mereka pro ecclesia et patria. Ini sejalan dengan semangat Uskup pertama Indonesia Soegijapranata, untuk menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia. Itulah yang disebut 100 persen Pancasilais,” tutur Bunjamin.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Suhartono .Penyelaras Bahasa:
Apolonius Lase