Wapres Gibran Minta Pemerintah Hadir Tangani Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar 11.553 pengungsi harus tepat. Relokasi dan pembangunan hunian warga disiapkan.

12 Nov 2024 16:06 WIB · Lingkungan

Oleh Nina Susilo -

JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan segera meninjau kondisi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Layanan kepada pengungsi diharapkan benar-benar tepat sembari mempersiapkan pembangunan permukiman warga di lokasi yang jauh lebih aman.

Direncanakan hari Kamis (14/11/2024) Wapres Gibran akan menuju lokasi pengungsian warga korban erupsi Gunung Lewotobi dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Pesan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat memimpin rapat terkait penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupetan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (12/11/2024). Hadir dalam rapat ini, antara lain, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, dan Kepala BNPB Suharyanto.

”Bapak Wapres langsung memimpin rapat dan memberikan arahan-arahan, bahkan beliau (berpesan) harus dibedakan tempat pengungsian antara yang umum, antara yang lansia, antara yang hamil, antara yang menyusui dan anak-anak. Supaya pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasarnya tepat,” tutur Suharyanto seusai rapat.

Wapres Gibran juga meminta supaya masyarakat bisa betul-betul merasakan kehadiran pemerintah di masa darurat seperti ini. Ditekankan pula pentingnya perencanaan yang matang, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. ”Kita ingin pemerintah hadir di saat-saat darurat seperti ini,” katanya.

Quote

Bapak Wapres langsung memimpin rapat dan memberikan arahan-arahan, bahkan beliau (berpesan) harus dibedakan tempat pengungsian antara yang umum, lansia, antara yang hamil, antara yang menyusui dan anak-anak. Supaya pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasarnya tepat.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin rapat terkait penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11/2024).

Pentingnya kesamaan data

Wapres juga menekankan pentingnya kesamaan data antarpemangku kepentingan agar penanganan bencana dapat tepat sasaran. Terkait penanganan dan upaya yang dilakukan ke depan, Wapres meminta seluruh upaya maksimal dikerahkan untuk keselamatan warga dan hasil secara berkala dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. ”Untuk selanjutnya, hasil rapat akan kita laporkan ke Pak Prabowo,” lanjutnya.

Suharyanto, dalam keterangan kepada wartawan seusai rapat, memastikan sampai hari ini tidak ada keluhan dari pengungsi terkait pelayanan dasar makan, minum, dan air bersih. Namun, sarana MCK terus dilengkapi karena pengungsi menyampaikan kekurangan MCK.

Quote

Yang mobile dari Kepala BNPB, kemudian dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, semua bergerak, termasuk Kemendagri juga mengirim tim dari Ditjen Adwil (Direktorat Jenderal Administrasi Kewilayahan) ke sana (untuk) mengoordinasikan.

Tito Karnavian menyebutkan, penyaluran bantuan berjalan baik. Fokus selanjutnya adalah memastikan bantuan, seperti perumahan dan logistik, agar didistribusikan dengan jelas dan tepat sasaran.

”Yang mobile dari Kepala BNPB, kemudian dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, semua bergerak, termasuk Kemendagri juga mengirim tim dari Ditjen Adwil (Direktorat Jenderal Administrasi Kewilayahan) ke sana (untuk) mengoordinasikan,” katanya.

Pengiriman bantuan dari pemerintah pusat, menurut Tito, datang lebih cepat. Sebab, pendapatan asli daerah di wilayah tersebut terbatas dan sulit untuk menangani bencana. ”Kapasitas fiskal mereka BTT terutama belanja tidak terduga yang digunakan untuk penanganan bencana itu mereka memang minim,” ujarnya.

Dipindah

Saat ini, tanggap darurat akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sudah memasuki hari kedelapan. Sejak letusan awal pada Sabtu (3/11/2024), tercatat sudah 54 kali letusan. Erupsi masih terjadi kendati erupsi terbesar terjadi pada Sabtu (9/11/2024).

Sejumlah warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki asal posko pengungsian Desa Hikong, Talibura, Kabupaten Sikka menunggu informasi pembagian tenda usai tiba di posko baru mereka di Desa Kobasoma, Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/11/2024). Aparat gabungan memindahkan 217 pengungsi ke posko pengungsian di Desa Kobasoma, Titehena, Kabupaten Flores Timur karena posko pengungsian Hikong terdampak parah abu vulkanis Lewotobi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU

Akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki ini, 11.533 orang mengungsi ke delapan lokasi pengungsian terpusat. Sebanyak enam lokasi pengungsian berada di Kabupaten Flores Timur, sedangkan dua lainnya di Kabupaten Sika. Kedua lokasi pengungsian di Kabupaten Sikka ini pun akan dipindah ke Flores Timur secara bertahap. Sebab, abu vulkanik kini mengarah ke barat dan barat daya. Karena itu, pengungsian di Kabupaten Sika ini terdampak abu.

Quote

Abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki memang sampai Manggarai Barat. Bahkan, Bandara Komodo di Labuan Bajo pun masih ditutup akibat erupsi gunung ini. Namun, wilayah Larantuka dan kawasan timur dinilai lebih aman sehingga pengungsi lebih banyak dipusatkan di Flores Timur.

Radius aman dari dampak erupsi kini ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjadi 9 kilometer, yang sebelumnya 7 kilometer. Abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki memang sampai Manggarai Barat. Bahkan, Bandara Komodo di Labuan Bajo pun masih ditutup akibat erupsi gunung ini. Namun, wilayah Larantuka dan kawasan timur dinilai lebih aman sehingga pengungsi lebih banyak dipusatkan di Flores Timur.

Jalur pelayaran

Selain itu, menurut Suharyanto, pemerintah daerah meminta penambahan jalur pelayaran laut. Hal ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. TNI Angkatan Laut juga membantu dan akan menggeser KRI Ahmad Yani.

”Dengan langkah-langkah ini, mudah-mudahan dalam masa tanggap darurat ini, semua kebutuhan pengungsi ini betul-betul bisa kita penuhi,” tambah Suharyanto.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, menurut Maruarar, siap mendukung kebutuhan pengadaan layanan kesehatan, obat-obatan, dan logistik untuk pengungsi bencana.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantau penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dari ruang pusat pengendalian operasi BNPB di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Selain rapat, Wapres Gibran juga mengunjungi ruang pusat pengendalian dan operasi di BNPB. Wapres memantau operasi yang dikerjakan BNPB dalam menangani warga terdampak bencana.

Relokasi

Karena permukiman warga umumnya di daerah merah atau paling rawan, pemerintah akan merelokasi warga. Maruarar mengatakan, segera setelah Kepala BNPB dan kepala daerah menentukan lokasinya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman segera menuju lokasi dan menyiapkan pembangunan.

Maruarar mengatakan, 1.100 rumah akan ditangani. Namun, Kementerian Agraria dan Tata Ruang akan memverifikasi lahan terlebih dahulu. Lokasinya pun diharap tak terlampau jauh dari tempat kerja warga yang sebagian besar adalah petani.

”Tadi dua titik sudah ada disiapkan untuk relokasi, sebesar 50 hektar. Nah, itu letaknya 10 kilometer dan 12 kilometer (dari lokasi erupsi) sehingga jauh dari gunung, dalam zona bahaya, tetapi juga mereka tidak terlalu jauh ke mata pencariannya, yaitu pertaniannya, kebunnya, ternaknya,” tambah Maruarar.

Saat erupsi sudah reda, masyarakat bisa berada di radius 5 kilometer dari pusat erupsi kendati tak boleh bermukim di sana. Namun, hak kebunnya, lanjut Maruarar, tetap.

Untuk anggaran, menurut Maruarar, akan ditangani secara gotong royong, baik dari APBN dan APBD maupun swasta. Rumah yang rusak berat akan mendapat alokasi Rp 60 juta.

Kerusakan bangunan yang terkena material vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur seperti pada Rabu (6/11/2024). Puluhan rumah dilaporkan rusak berat.
Quote

Jadi, relokasi untuk sementara kami sampaikan ke Pak Menteri ada 2.700 rumah. Nah, kalau pengalaman (erupsi Gunung) Semeru, kan, 1.951 rumah dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat waktu itu. Enggak sampai setahun, 135 hari selesai.

Untuk masyarakat dengan rumah rusak berat, akan ada dana tunggu hunian sebesar Rp 500.000 per keluarga per bulan selama enam bulan. Diperkirakan pembangunan permukiman warga sudah rampung dalam enam bulan.

”Jadi, relokasi untuk sementara kami sampaikan ke Pak Menteri ada 2.700 rumah. Nah, kalau pengalaman (erupsi Gunung) Semeru ,kan, 1.951 rumah dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat waktu itu. Enggak sampai setahun, 135 hari selesai. Nah, ini mungkin kalau tambah 700, kan, rekan-rekan media bisa hitung,” tutur Suharyanto.

Namun, relokasi tidak dipaksakan. BNPB akan berdialog dengan warga dan menawarkan dua lokasi permukiman baru tersebut. Apabila warga memilih lokasi lain karena, misalnya, memiliki lahan lain, Menteri Perumahan atau BNPB bisa membantu membangun rumah di sana.

”Ini sifatnya terserah masyarakat, tidak ada yang dipaksa. Jadi kalau bencana, memang tidak pernah terjadi, sudah dibangun terus tidak ditinggali. Coba lihat di mana-mana tidak ada karena prosesnya negosiasi dan koordinasi dengan masyarakat yang akan menerima,” kata Suharyanto.

Wapres Gibran, menurut Maruarar, juga akan meninjau kondisi warga pengungsi. Dari kunjungan kerja ke Makassar dan Toraja, Gibran akan berkunjung ke Flores Timur dalam dua atau tiga hari ke depan. Diperkirakan, tambah Suharyanto, Wapres akan ke Kecamatan Larantuka, Flores Timur.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

Suhartono .