Demam Berburu ”Garis-garis” Ikonik

Yang membuat barang-barang itu diburu adalah motif garis-garis berwarna yang merupakan ciri khas.

07 Apr 2025 21:00 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

Toronto

Di tengah tekanan tarif Trump terhadap produk-produk asal Kanada, warga Kanada justru sibuk. Hari-hari ini mereka dilanda demam berburu produk-produk dengan simbol atau ikon Kanada dari perusahaan ritel tertua, Hudson’s Bay, yang hendak tutup.

Produk itu bervariasi, mulai dari selimut, payung, boneka, hingga aneka dekorasi rumah. Yang membuat barang-barang itu diburu adalah motif garis-garis berwarna yang merupakan ciri khas.

BBC, Minggu (6/5/2025), melaporkan, motif garis-garis itu berwarna nila, merah, kuning kenari, dan hijau zamrud. Garis-garis ini bukan sekadar garis. Namun, garis-garis itu simbol perusahaan ritel tertua di Kanada, Hudson’s Bay Company (HBC), sekaligus menjadi lambang dari babak perkembangan Kanada sebagai negara.

HBC berdiri sejak 1670. Perusahaan ini memperoleh piagam kerajaan lantaran mengendalikan perdagangan di sejumlah wilayah Kanada.

Awalnya, HBC menjual selimut wol ”titik”. Selimut ini diproduksi oleh masyarakat kota kecil Witney di Oxfordshire, Inggris. Sering kali selimut wol juga menghadirkan motif garis-garis dengan warna-warna cerah tadi.

HAMILTON, CANADA - MARCH 20: A person walks by a closed Hudson's Bay store in a mall on March 20, 2025 in Hamilton, Canada. The fate of Canada's oldest company is uncertain as an Ontario judge granted an extension on its liquidation plan until March 21.   Katherine KY Cheng/Getty Images/AFP (Photo by Katherine KY Cheng / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Sejarah kolonialisme dan imperialisme Kanada membuat sejumlah orang mengkritik HBC. Akan tetapi, motif garis-garis tetap bertahan. Motif itu menjadi simbol tidak hanya bagi HBC, tetapi juga bagi masa lalu Kanada yang keras.

Saat perdagangan selimut wol tak lagi pesat, HBC membuka toko ritel pertama pada 1881. HBC mulai memproduksi selimut untuk eceran massal pada 1929. Tentu saja motif garis-garis itu ikut muncul pada produk selimut massal.

Segera setelahnya garis-garis HBC muncul pada berbagai dekorasi rumah. Desainer interior yang berbasis di Toronto, Kate Thornley-Hall, mengubah selimut menjadi aneka produk, dari bantal hingga sandaran kaki.

”(Motif garis-garis) ini pengingat abadi tentang peran penting yang dimainkan HBC dalam pembangunan negara kita. Sungguh emosional,” kata Shauna Daniels, warga Toronto.

Seiring perkembangan pasar ritel, kecepatan dan kemudahan belanja daring melalui lokapasar membuat HBC kehilangan banyak pembeli. ”Pandemi Covid-19 turut mempercepat perubahan perilaku konsumen,” jelas analis ritel, Bruce Winder.

Pandemi membuat peritel lama, seperti Sears, HBC, dan mal Amerika, mesti berjuang untuk mempertahankan pembeli. Walhasil, karena penjualan seret, HBC kesulitan membayar para pemasok barang. Tarif Trump yang membayangi turut menyebabkan para kreditornya khawatir tentang kemampuan perusahaan untuk membayar mereka kembali.

Saat ini, jaringan ritel HBC tengah menghadapi kebangkrutan dan utang senilai hampir 1 miliar dollar AS. Menangguk utang, HBC memutuskan menutup 80 jaringan toserbanya yang tersebar di semua kota besar di Kanada. Padahal, ritel HBC selama ini menjadi ikon dan tempat wajib dikunjungi oleh warga atau turis.

HAMILTON, CANADA - MARCH 20: A Hudson's Bay sign behind closed doors in a mall on March 20, 2025 in Hamilton, Canada. The fate of Canada's oldest company is uncertain as an Ontario judge granted an extension on its liquidation plan until March 21.   Katherine KY Cheng/Getty Images/AFP (Photo by Katherine KY Cheng / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Pengumuman penutupan toko malah menyedot ribuan warga Kanada untuk memburu aneka produk bermotif garis-garis khas HBC. Saking tingginya minat warga Kanada pada garis-garis HBC, nilai produk bermotif garis HBC meningkat tajam.

Di lokapasar eBay, harga jual selimut HBC mencapai lebih dari 1.000 dollar Kanada (Rp 11,8 juta). Padahal, normalnya selimut HBC itu dibanderol 300 dollar Kanada (Rp 3,5 juta).

”Perburuan garis-garis” membuat penjualan barang dagangan HBC meningkat pesat. Walhasil, HBC mampu melunasi sebagian utangnya dan mencegah enam toko ditutup.

Para pencinta HBC berharap kebangkitan permintaan untuk selimut dan barang dagangan bergaris akan memberi jenama itu kehidupan kedua. Sementara Winder berpendapat, sebaiknya perusahaan melisensikan garis-garis ikoniknya ke perusahaan lain atau membuka butik kecil bermerek HBC. Tujuannya supaya pengunjung atau turis mengetahui, jenama HBC itu identik sebagai Kanada.


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W