Setelah banjir bandang berlalu, sebagian korban banjir di Aceh Tamiang masih harus menggantungkan hidupnya dari bantuan orang lain.
06 Des 2025 06:45 WIB · Lingkungan
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Tiga anak keluar dari ruko dengan wajah semringah. Di tangannya sebuah karung beras dipeluknya erat seolah takut untuk terlepas. Salah satu dari mereka juga menenteng sandal yang kotor oleh lumpur.
Mereka keluar dari ruko tersebut dengan melewati ratusan warga yang berbaris rapi membentuk antrean sepanjang sekitar 300 meter. Mereka antre untuk mendapatkan bantuan bahan pangan dari donatur di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025).
Warga antre dengan tertib. Tidak ada yang menyerobot barisan meski matahari sedang terik-teriknya. Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Debu dari lumpur bekas banjir terlihat betebangan tersapu kendaraan yang melintas di sekitar mereka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/05/2ceffd624e2101ed60b2a1504ee09c83-20251205TOK334.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/05/c7a4141a3cb4cf5b5b10b0a779c63d86-20251205TOK34.jpg)
Lapar karena kekurangan makanan selama banjir menjadikan mereka rela antre demi mendapatkan bantuan berupa 2,5 kilogram beras, 5 butir telur, 5 bungkus mi instan, dan 10 gelas air mineral. Kebanyakan warga itu berasal dari Desa Kota Lintang di tepi Sungai Tamiang. Permukiman mereka diterjang banjir bandang pada Rabu pekan lalu. Saat ini mayoritas tempat itu sudah rata dengan tanah, tersapu air bah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/05/da589eae36e2a410a53fe8c39d45c9b3-20251205TOK35.jpg)
Posko bernama Perhimpunan Peternak Petelur ini menyalurkan bantuan yang dikumpulkan oleh Asosiasi Pinsar Petelur Nasional dan Perhimpunan Peternak Petelur Sumatera Utara. Mereka mendatangkan semua bahan pangan yang hendak disumbangkan dari Medan melalui jalan darat. Sebanyak 5,5 ton beras, 700 dus mi instan, 1.500 dus air mineral, dan 18.000 butir telur didistribusikan kepada warga penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/05/92ce5d2fd55870aa4c5a2a779e70db47-20251205TOK1.jpg)
Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang paling terdampak akibat bencana ekologis banjir bandang pada Rabu pekan lalu. Hingga 5 Desember 2025, BNPB melaporkan jumlah warga yang tewas sebanyak 48 jiwa, 2.800 rumah dilaporkan rusak, dan warga mengungsi sebanyak 281.000 orang.
Penulis:
Totok WijayantoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan