Ruud van Nistelrooy mengembalikan atmosfer positif kepada Manchester United. Tugas Ruben Amorim untuk meningkatkan performa MU akan lebih mudah.
11 Nov 2024 02:32 WIB · Olahraga
Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]
MANCHESTER, MINGGU – Ruud van Nistelrooy menutup dengan gemilang masa singkatnya sebagai pelatih interim di er transisi pergantian manajer Manchester United. Raihan tiga poin berkat mengalahkan Leicester City 3-0, Minggu (10/11/2024), di Stadion Old Trafford bisa menjadi bekal bagi Ruben Amorim untuk menyajikan perubahan positif bagi “Setan Merah”.
Bersama Van Nistelrooy dalam empat pertandingan, MU mencetak 11 gol atau rerata 2,75 gol per laga. Jumlah itu adalah peningkatan signifikan dari 1,92 gol per gim yang diciptakan pada 14 laga bersama rezim Erik ten Hag di seluruh pertandingan musim 2024-2025.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/d09f4565-abe8-49ec-8d6b-302ac0da9c1e_jpg.jpg)
Gelandang serang, Bruno Fernandes, tampil sangat tajam di bawah kendali Van Nistelrooy. Empat gol, termasuk sebuah gol pembuka MU melawan Leicester di menit ke-17, membuktikan adanya perubahan peran yang diberikan mantan penyerang MU itu untuk Fernandes.
Pemain asal Portugal itu berkontribusi pula bagi gol kedua MU di menit ke-38 yang dihitung sebagai gol bunuh diri bek sayap kiri tim tamu, Victor Kristiansen. Niat Fernandes menyambut umpan silang bek sayap kanan, Noussair Mazraoui, dengan sundulan dibantu Kristiansen untuk menggetarkan jala gawang Leicester untuk kali kedua.
Kemenangan perdana sekaligus terakhir MU pada era sementara Van Nistelrooy di Liga Inggris disempurnakan oleh sepakan keras melengkung, Alejandro Garnacho, ketika waktu normal tersisa delapan menit. Lagi-lagi, Fernandes berperan pada gol itu untuk menyumbang asis.
Kami akan menyambut era baru, manajer baru yang berarti segalanya berubah. (Bruno Fernandes)
Alhasil, Fernandes kembali menunjukkan peran krusialnya untuk MU. Selain gol, ia juga menyumbang tiga asis untuk Setan Merah bersama Van Nistelrooy.
Fernandes menyambut baik masa-masa transisi bersama Van Nistelrooy. Kata dia, Van Nistelrooy membantunya mencetak rentetan gol beruntun dan meningkatkan penampilan tim sehingga mampu menciptakan gol lebih banyak dari sebelumnya.
“Ruud van Nistelrooy memenuhi klub, ia mencintai klub dan ingin menyajikan kebahagiaan kepada pemain. Ia membawa semua orang dengan senyum ke pertandingan demi kami menikmati laga. Kami ingin memberikan perpisahan yang layak untuknya sebagai manajer, sebab ia melakukan hal baik bagi kami,” ujar Fernandes kepada BBC.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/8a8eedb2-7dd9-44b4-a5e2-6843618d590e_jpg.jpg)
Benang merah
Tiga gol ke gawang “Si Rubah”, julukan Leicester, memiliki proses yang memiliki benang merah. Pemain MU langsung menyajikan umpan-umpan cepat untuk mengarah ke sepertiga akhir pertahanan Leicester.
Dimulai dari lemparan ke dalam cepat yang dilanjutkan operan tumit Amad Diallo dan berujung gol pembuka MU. Gol kedua berawal dari penetrasi Mazraoui dari sisi sayap.
Kemudian, gol ketiga diawali transisi positif yang diinisiasi Fernandes dengan menggiring bola di sisi tengah. Tiga pemain MU membuka ruang di sisi sayap, yaitu Diallo, Garnacho, dan Joshua Zirkzee. Gol yang dicetak Garnacho pun hanya berjarak sembilan detik sejak Fernandes merebut bola dari kaki pemain Leicester di zona tengah lapangan.
Aliran bola cepat dalam menyerang itu bisa semakin sempurna bersama pelatih baru, Ruben Amorim, yang bakal tiba di Carrington, pusat latihan MU, Senin (11/11/2024). Amorim dikenal memiliki kecerdikan untuk meramu fast-break atau serangan balik cepat di Sporting Lisbon.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/b47f30af-5385-48a2-b203-9c13ed80c4d2_jpg.jpg)
Permainan menyerang Setan Merah di bawah Van Nistelrooy berbeda dibandingkan akhir masa Ten Hag. Perpindahan bola dan pergerakan tanpa bola pemain-pemain MU cenderung lebih lambat.
Bersama Ten Hag, MU kerap menunda bola dialirkan ke sepertiga zona pertahanan lawan demi memastikan lebih dahulu adanya sokongan pemain yang cukup dari gelandang dan bek sayap. Taktik itu mudah diredam lawan yang memiliki organisasi bertahan baik dan menerapkan pres ketat sejak kehilangan bola.
Menyerang dengan lebih direct membantu MU tampil lebih efektif. Mereka bisa mencetak tiga gol ke gawang Leicester, meski hanya mencatatkan 0,7 expected goals (xG). Bahkan, probabilitas gol MU itu kalah dari Leicester yang hasilkan 0,77 xG berkat kreasi lima tembakan tepat sasaran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/f8488191-dd36-43cc-b6e4-1f1775d182a3_jpg.jpg)
Van Nistelrooy menutup periode singkatnya sebagai pelatih interim dengan tiga menang dan sekali imbang. Ia senang bisa membantu pemain-pemain MU mendapatkan kembali standar permainan yang seharusnya ditampilkan dengan seragam Setan Merah.
“Kami mencoba menghadirkan kestabilan setelah periode sulit dan emosional. Kami ingin membantu pemain tampil dengan performa terbaik yang didasari adanya hubungan baik dengan mereka dan mengembalikan keyakinan kepada masing-masing pemain,” ucap Van Nistelrooy dilansir BBC.
Manajer Leicester Steve Cooper menilai timnya bermain bagus untuk mengkreasi peluang. Tetapi, tambah Cooper, Si Rubah tampil buruk di dua sisi kotak penalti, baik menyerang dan bertahan, sehingga menderita kekalahan telak yang sebenarnya tidak layak mereka dapatkan.
“Kami tidak menunjukkan keinginan dan bermain tanpa tujuan ketika menyentuh kotak penalti. Ini mengapa kami merindukan Jamie Vardy yang bisa memberikan ancaman di kotak penalti lawan,” kata Cooper dilansir Sky Sports.
Kemenangan atas Leicester tidak membuat MU beranjak dari posisi ke-13. Mereka masih berjarak tiga poin dari zona Eropa yang berada di peringkat tujuh besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/975002ab-5508-4bb8-b8f2-6b5a0d86e84a_jpg.jpg)
Meskipun belum mampu mengangkat posisi MU, Van Nistelrooy berhasil memberikan peninggalan yang lebih baik dibandingkan Ten Hag. Ketika dipecat, Ten Hag memberikan MU selisih -3 gol di Liga Inggris.
Van Nistelrooy menyerahkan tongkat estafet pelatih MU kepada Amorim dengan bekal selisih nol gol. MU mencetak 12 gol dan 12 kali kemasukan.
“Kami akan menyambut era baru, manajer baru yang berarti segalanya berubah. Tetapi, ada hal yang tidak berubah bahwa klub ini akan berjuang untuk kembali ke status yang seharusnya,” tutur Fernandes.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .