Warna yang Menghidupkan Kenangan

Potret seniman grafiti di Suriah yang membuat mural di tembok-tembok rumah yang hancur karena perang untuk menghidupkan kenangan.

06 Nov 2025 08:35 WIB · Internasional

AP/Omar Sanadiki

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Di sebuah tembok rumah, seorang pemuda berkaus kuning membuat sketsa sebuah pigura. Di dalam pigura ia menggambar keluargnya yang telah meninggal saat perang saudara pecah. Sesekali, Bilal Shoraba, nama pemuda itu, terdiam, mencoba mengingat wajah dan kenangan tentang keluarganya. 

Di sebelahnya, seorang perempuan berjilbab putih membuat hal serupa. Namun, sketsa yang dia buat adalah gambar seorang ibu yang sedang duduk di kursi. Puluhan warga menonton proses pembuatan mural ini dengan takjub. 

Bilal Shoraba melukis di langit-langit rumah yang rusak akibat perang yang runtuh di Daraya, di pinggiran Damaskus, Suriah, Senin, (3/11/2025).

Beberapa seniman yang lain terlihat memanfaatkan bagian tembok yang hancur untuk membuat lukisan di tembok yang lebih tinggi. Semua menggambar tema yang sama, kenangan akan keluarga dan benda tercinta.

Di Kota Daraya, pinggiran Damaskus, Suriah, yang porak-poranda akibat perang, sekelompok seniman muda Suriah mengubah reruntuhan rumah yang hancur akibat bom menjadi kanvas kenangan. Di atas langit-langit rumah yang runtuh, mereka melukis mural grafiti warna-warni untuk mengenang keluarga-keluarga yang telah meninggal.

Seniman grafiti Suriah melukis mural di sebuah rumah yang rusak akibat perang di Daraya, pinggiran Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).
Mural yang menggambarkan seorang ibu dilukis di langit-langit rumah yang runtuh akibat perang di Daraya, pinggiran Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).
Persiapan sekelompok seniman grafiti Suriah di Daraya, pinggiran Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).
Sekelompok seniman grafiti Suriah membuat sketsa mural di langit-langit rumah yang runtuh akibat perang di Daraya, pinggiran Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).
Sekelompok seniman grafiti Suriah berpose untuk foto setelah melukis mural di langit-langit rumah yang runtuh akibat akibat perang di Daraya, Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).
Langit-langit rumah yang runtuh akibat perang di Daraya, di pinggiran Damaskus menjadi kanvas bagi seniman grafiti di Suriah, Senin (3/11/2025).
Warga menonton seniman grafiti Suriah yang membuat sketsa mural di langit-langit rumah yang runtuh di Daraya, di pinggiran Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).
Seorang perempuan seniman grafiti Suriah membuat sketsa mural di rumah yang rusak akibat perang di Daraya, pinggiran Damaskus, Suriah, Senin (3/11/2025).

Bilal Shoraba yang memimpin proyek ini adalah seorang aktivis dan seniman grafiti. Saat Daraya menjadi pusat perlawanan terhadap pemerintah Presiden Bashar Assad, Shoraba menciptakan sekitar 30 karya grafiti sebagai aksi perlawanan.

Assad akhirnya digulingkan dalam serangan kilat pemberontak pada Desember tahun lalu. Tergulingnya Assad berhasil menghentikan perang saudara selama hampir 14 tahun yang menewaskan sekitar setengah juta orang. Selama perang, jutaan orang terpaksa mengungsi, dan puluhan ribu orang hilang.

Sekembalinya ke Daraya, Shoraba meluncurkan lokakarya bersama Pusat Kebudayaan Dar Ebla untuk mengajarkan seni grafiti kepada pemuda setempat. Mural yang terlihat di sini lahir dari kolaborasi tersebut. Sebuah simbol ketahanan dan pembaruan di tempat yang dulu identik dengan kehilangan.

Sekelompok seniman grafiti Suriah mengambil foto mural yang baru saja mereka lukis di dinding rumah yang rusak akibat perang di Daraya, di pinggiran Damaskus, Suriah, Senin, (3/11/2025).

Di tengah-tengah tembok yang hancur dan rumah-rumah yang hancur, cat mereka membawa sentuhan warna dan harapan kembali ke Daraya.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto