Pembukaan perbatasan Rafah hanya berlaku untuk warga Palestina, tidak berlaku untuk wartawan asing.
03 Feb 2026 12:01 WIB · Internasional
AP/Abdel Kareem Hana
RAFAH, SELASA—Selusin warga Palestina diizinkan masuk ke Gaza setelah kembali dari Mesir melewati penyeberangan di perbatasan Rafah pada Senin (2/2/2026) malam. Meskipun Rafah telah dibuka kembali, Israel masih menolak mengizinkan jurnalis asing masuk.
Warga Palestina datang beberapa jam setelah sekelompok kecil pengungsi medis diangkut dari wilayah tersebut ke Mesir.
Pembukaan kembali perbatasan tersebut menandai langkah penting dalam gencatan senjata Israel-Hamas. Namun, sejumlah kalangan menilai pembukaan ini hanya bersifat simbolis. Pada Senin, jumlah orang yang melintasi perbatasan jauh dari angka 50 orang yang ditetapkan Pemerintah Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/02/03/a590206c-646d-45d4-9c33-f8dd60e69b07_jpg.jpg)
Penyeberangan Rafah dulu merupakan kota berpenduduk seperempat juta jiwa, tetapi kini telah dihancurkan dan dikosongkan sepenuhnya oleh Israel. Tempat ini menjadi satu-satunya jalur masuk atau keluar bagi hampir semua penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari 2 juta jiwa.
Pada hari pertama pembukaan perbatasan ini, puluhan pasien terlihat antre di sisi Palestina. Mereka berupaya mendapatkan perawatan yang lebih baik di negara tetangga, Mesir. Sekitar 200 pasien lain menanti izin menyeberang perbatasan untuk pengobatan.
Menurut pejabat kesehatan Gaza, sekitar 20.000 anak dan orang dewasa Palestina yang membutuhkan perawatan medis berharap dapat meninggalkan wilayah yang hancur itu melalui perbatasan. Ribuan warga Palestina yang melarikan diri saat perang berharap dapat masuk ke Gaza dan kembali ke rumah mereka.
Tepat sebelum tengah malam, sebuah bus tiba di Gaza membawa warga Palestina yang kembali setelah melarikan diri dari pertempuran di awal perang.
Saat kendaraan itu memasuki kompleks sebuah rumah sakit di Khan Younis, seorang gadis yang mengenakan jepit rambut dan seorang perempuan yang lebih tua berdiri tepat di pintu depan, melambaikan tangan kepada kerabat yang cemas menunggu kepulangan mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/03/eef801093b74d7967580064b0d27e07f-cropped_image.jpg)
Pelarangan wartawan asing masuk ke Gaza diberlakukan sejak awal perang. Pelaporan dari dalam Gaza untuk media internasional, termasuk Reuters, hanya dilakukan oleh jurnalis yang tinggal di sana, yang ratusan di antaranya telah tewas.
Mahkamah Agung Israel sedang mempertimbangkan petisi dari Asosiasi Pers Asing (FPA) yang menuntut agar jurnalis asing diizinkan masuk ke Gaza. Pengacara pemerintah berpendapat bahwa hal ini dapat menimbulkan risiko bagi tentara Israel. FPA mengatakan, publik kehilangan sumber informasi independen yang sangat penting.
Pada fase pertama gencatan senjata, pertempuran besar dihentikan, sandera yang ditahan di Gaza dibebaskan sebagai imbalan atas pembebasan ribuan tahanan Palestina yang ditahan Israel, dan peningkatan bantuan kemanusiaan dijanjikan.
Fase selanjutnya dari rencana Trump memperkirakan Hamas akan menyerahkan senjatanya dan melepaskan kendali kepada pemerintahan yang didukung secara internasional. Pemerintahan ini akan mengawasi rekonstruksi, termasuk bangunan tempat tinggal mewah di sepanjang pantai Mediterania.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/03/d0ba7458ef095d0d634a4c31a5a2cf1a-cropped_image.jpg)
Banyak warga Israel dan Palestina menganggap hal ini tidak realistis. Hamas belum setuju untuk menyerahkan senjatanya dan Israel mengatakan siap memulai kembali perang untuk melucuti senjata kelompok tersebut dengan kekerasan.
Perang dimulai ketika para pejuang Hamas menyerang Israel pada Oktober 2023. Peristiwa itu menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut perhitungan Israel. Israel membalas menghancurkan sebagian besar Gaza dan menewaskan lebih dari 70.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/a555b42b-dc07-4f16-a960-fac0d4bdc636.jpg)
Sejak kesepakatan Oktober tercapai, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 500 warga Palestina dan empat tentara Israel. Pada hari Sabtu, Israel melancarkan beberapa serangan udara paling intensif sejak gencatan senjata, yang menewaskan sedikitnya 30 orang. (AP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti