Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Lampung selama beberapa hari ke depan.
19 Des 2025 17:20 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru, cuaca ekstrem menjadi tantangan utama penyeberangan lintas Merak-Bakauheni atau sebaliknya. Masyarakat diminta menghindari penyeberangan sore hingga malam hari untuk mengantisipasi adanya gangguan akibat gelombang tinggi atau cuaca buruk.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Lampung selama beberapa hari ke depan. Hujan deras disertai angin kencang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Lampung.
Pada Desember 2025, Lampung juga sudah memasuki musim hujan. Dinamika atmosfer, kelembaban udara yang cukup tinggi, dan hangatnya suhu permukaan air laut memicu terjadinya hujan.
Kemunculan bibit siklon tropis 93S di sekitar Samudra Hindia sebelah Selatan Jawa Timur semakin mendukung pembentukan awan-awan hujan. Saat ini, pola angin juga bergerak dari barat hingga barat laut, sehingga berpotensi mendorong awan hujan ke wilayah Lampung.
Pada Jumat (19/12/2025), kondisi cuaca di sekitar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, juga terpantau berawan tebal. Kecepatan angin berkisar 2-6 knot dengan tinggi gelombang 0,4-0,7 meter.
Di wilayah perairan Lampung, gelombang dengan ketinggian 1,25 meter sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan Teluk Lampung bagian Selatan.
”Hari ini dan beberapa hari ke depan perlu diantisipasi potensi angin kencang dengan kecepatan dapat mencapai 15-20 knot. Untuk gelombang diprakirakan berkisar 1–1,3 meter dengan kategori rendah hingga sedang,” kata petugas prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang Meldisa Putri di Bandar Lampung.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/29/2926878b277784057a342a091b2c9e29-DSC01213.JPG)
Terkait hal itu, General Manager PT ASDP Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Bakauheni Partogi Samba mengatakan, ombak yang cukup tinggi pada Kamis (18/12/2025) malam di sekitar pelabuhan sempat menghambat kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal. Cuaca buruk membuat proses sandar dan bongkar muat kapal harus dilakukan lebih hati-hati demi mengutamakan keselamatan penumpang.
Pada saat yang bersamaan, terjadi peningkatan jumlah kendaraan logistik yang hendak menyeberang. Akibatnya, sempat terjadi antrean panjang di sekitar Pelabuhan Bakauheni.
”Kemarin memang terjadi antrean di pelabuhan karena ombak dan angin cukup kencang. Tapi saat ini kondisi sudah terurai,” ujar Partogi.
Menurut dia, angin kencang dan gelombang tinggi cenderung terjadi pada sore hingga malam hari. Untuk itu, ASDP mengimbau agar para pengendara menghindari perjalanan pada malam hari untuk menghindari risiko gangguan di perjalanan. Masyarakat diminta menyeberang pada pagi atau siang hari karena kondisi cuaca lebih stabil.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/29/c9fea1006a65ee566ec588d2754d8c13-DSC01210.JPG)
Dia menekankan, ASDP akan mengutamakan keselamatan pelayaran. Karena itu, saat terjadi gelombang tinggi, aktivitas bongkar muat kapal harus dilakukan secara lebih hati-hati. Jadwal pelayaran juga bisa ditunda jika cuaca dinilai dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Tak hanya di Pelabuhan Bakauheni, antrean kendaraan juga sempat terjadi di Pelabuhan Merak, Banten, pada Rabu (17/12/2025) malam. Antrean kendaraan mengular hingga sekitar tujuh kilometer hingga keluar area pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, antrean kendaraan dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan logistik yang hendak menyeberang menjelang berlakunya pembatasan operasional angkutan barang. Pada saat yang bersamaan, cuaca ekstrem membuat operasional kapal di dermaga eksekutif ataupun regular Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi terganggu.
Menurut dia, ASDP bekerja sama dengan pemerintah menerapkan pola tiba–bongkar–berangkat pada sejumlah armada kapal. ”Salah satunya KMP Rajarakata yang telah diberangkatkan dari Dermaga VII Pelabuhan Merak dan, setelah sandar di Pelabuhan Bakauheni serta menurunkan muatan, akan langsung kembali menuju Pelabuhan Merak guna mempercepat rotasi kapal dan memperkuat kapasitas layanan penyeberangan,” paparnya.
ASDP mengimbau pengguna jasa untuk mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi yang disampaikan secara berkala. ASDP berkomitmen terus melakukan langkah-langkah adaptif dan terukur agar layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan tertib di tengah dinamika cuaca dan peningkatan arus kendaraan akhir tahun.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/04/16/bd2dcd06bcb904fd219c744ad33b54a4-IMG-20240416-WA0005.jpg)
Pada lintasan Merak–Bakauheni atau sebaliknya, ASDP menyiapkan sebanyak 33 unit kapal selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Jumlah itu meningkat dibandingkan jumlah kapal yang beroperasi saat kondisi normal, 28 unit.
Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiapkan sarana dan prasarana, seperti tugboat pendukung operasional, peningkatan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, hingga penguatan sistem komunikasi dan informasi.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan BMKG untuk pemantauan cuaca pelabuhan dan jalur penyeberangan secara berkala. ASDP juga akan berkoordinasi dengan Syahbandar dan BPTD, terutama jika harus mengambil bijakan buka-tutup pelabuhan akibat cuaca ekstrem.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase