Sejumlah daerah di Indonesia diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama sepekan ke depan.
03 Mar 2025 19:55 WIB · Humaniora
JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah daerah di Indonesia diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama sepekan ke depan. Masyarakat di daerah rawan bencana diimbau untuk mengantisipasi dampak hujan lebat ini selama bulan suci Ramadhan.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menyampaikan, selama sepekan terakhir BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas amat lebat di beberapa daerah. Intensitas hujan itu mencapai lebih dari 100 milimeter per hari (mm/hari).
Hujan dengan intensitas sangat lebat tersebut terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat (123 mm/hari); beberapa daerah di Riau (116 mm/hari); Kabupaten Bogor, Jawa Barat (104 mm/hari); Kabupaten Mimika, Papua Tengah (100 mm/hari); Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (100 mm/hari); dan Kabupaten Manggarai, NTT (100 mm/hari).
”Kondisi ini masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah khususnya di bagian barat Indonesia dan kepulauan Papua yang dipicu oleh berbagai gangguan atmosfer,” ujar Guswanto, Senin (3/3/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/f6ba4c16c80942599fc910d3fa76083f-20250129_104625.jpg)
Guswanto menjelaskan, gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin diprediksi tetap aktif dalam sepekan ke depan.
Adanya sirkulasi siklonik dan labilitas lokal yang kuat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan membuat potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan akan lebih persisten. Hal itu membuat sejumlah daerah diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Warga di daerah rawan diminta segera mengungsi jika debit air meningkat serta menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lain.
Daerah yang diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Guswanto menekankan, pada bulan Ramadhan saat ini, Indonesia memasuki musim pancaroba (Maret, April, dan Mei). Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tingalnya sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat datang sewaktu-waktu.
”BMKG selama ini selalu berkoordinasi secara pentaheliks, pemerintah, masyarakat, akademisi, media massa, dan dunia usaha, terkait bencana hidrometeorologi. Koordinasi juga dilakukan melalui update informasi cuaca, potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah bencana,” kata Guswanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/344ba269d8e8b9c0e8b7bed00a25409b-Puncak_XX.jpg)
Kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi juga disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. BNPB mencatat, kini beberapa daerah menghadapi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi.
”BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan cuaca ekstrem. Warga di daerah rawan diminta segera mengungsi jika debit air meningkat serta menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lain,” ucapnya.
Penulis:
Pradipta Pandu MustikaEditor:
Evy Rachmawati