Yogyakarta memiliki beberapa destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang menarik untuk ditelusuri sembari menikmati suasana khas kota itu.
16 Mei 2026 11:11 WIB · Nasional
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Puluhan pasang mata menatap sosok abdi dalem Suryalatri (76) yang melakukan laku dodok (berjalan dengan posisi jongkok) menuju sebuah meja di tengah Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Para wisatawan yang menyaksikan di tempat itu tertegun dan sebagian berusaha merekam dengan gawai ketika perempuan dengan busana warna hitam itu melakukan sikap hormat dengan kedua tangan di depan mukanya, lalu mulai melantunkan Serat Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwana IX dengan gaya tembang Jawa Kinanthi.
Karya sastra yang berkisah tentang penganugerahan penghargaan untuk Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono IX itu dikisahkan melalui tembang macapat oleh para abdi dalem yang ditunjuk dan telah berlatih khusus. Mereka adalah anggota Paguyuban Sanggar Ngambar Arum, sebuah kelompok pelestari budaya Jawa yang berbasis di Yogyakarta.
Pada masa libur panjang kali ini, Ngambar Arum kembali mengemban tugas untuk menjadi salah satu pengisi acara dalam rangkaian paket wisata Srimanganti yang diadakan oleh Keraton Yogyakarta. Mereka bersanding dengan pentas wayang kulit, wayang golek, wayang wong, serta Gladhen Beksan (pertunjukan tari), yang ditampilkan oleh sejumlah komunitas kebanggaan Raja Keraton Yogyakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/a4634e99d1487bd6c6c4634ec1be3426-20260515DRA796.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/b877fdf03fefc4f99f26a78ad9075773-20260515DRA791.jpg)
Wisatawan yang hadir di tempat itu mendapatkan pengalaman berbeda yang belum tentu bisa dijumpai oleh rombongan turis lainnya yang berkunjung pada waktu berbeda. Mereka tak hanya mendapatkan sajian penampilan khusus, tapi juga bisa menyaksikan secara dekat berbagai aktivitas keseharian para abdi dalem (pendukung berbagai urusan rumah tangga Keraton Yogyakarta), seperti ketika melakukan penghormatan kepada Sang Raja melalui laku dodok yang harus mereka jalani.
Sekali waktu, Keraton Yogyakarta menggelar paket wisata yang berbeda dibandingkan dengan hari biasa untuk memberikan pengalaman yang susah dilupakan oleh pengunjung yang singgah untuk berwisata. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menggaungkan semangat pelestarian bermacam hal tentang sejarah dan budaya Jawa ke masyarakat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/c49a281f980fa8171e6876db33f0be97-20260515DRA804.jpg)
Wisata menyusuri labirin kawasan Kotagede juga menarik untuk dicoba oleh pelancong yang ingin mendapatkan sensasi wisata berbasis sejarah Yogyakarta yang senapas dengan paket wisata di Keraton Yogyakarta. Dengan berkunjung ke Kotagede, wisatawan dapat mengenal lebih dekat kawasan ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada abad ke-16 oleh Panembahan Senopati dan menjadi cikal bakal Kesultanan Yogyakarta.
Penggemar wisata bertema sejarah tentu tidak akan melewatkan kesempatan menyambangi kawasan yang dahulu merupakan hutan Alas Mentaok dan dikembangkan menjadi permukiman nan unik ini. Sisa arsitektur yang mengagumkan dari sejumlah Rumah Kalang yang masih terus dilestarikan juga tentu akan memanjakan mata bagi wisatawan yang berkunjung ke Kotagede.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/d5dfc1e48e38174e37be0348930e5030-20260515DRA816.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/705d79f523a8263bda4f12f4c4d5bca2-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/f6ca238e76ccedbc1fb8a72ff7c69034-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/f585b9698ae3fda0ab82f8c085b074e6-cropped_image.jpg)
Warga memasuki gapura menuju Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Warga memasuki gapura menuju Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Salah satu Rumah Kalang yang terus dilestarikan di kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Gardu listrik di kawasan Pasar Kotagede.
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/d47c6f9e23d511172dec82ffad4a8c7e-20260515DRA812.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/2a00d8cea58762674b9ee4e373abe69f-20260515DRA818.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/486d09498fe649842b761795fb9ee061-20260515DRA814.jpg)
Yogyakarta menyimpan segudang obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi siapa pun. Namun, bagi pelancong yang peduli serta tertarik dengan upaya pelestarian sejarah, budaya, dan tradisi khas Yogyakarta, maka Kotagede dan Keraton Yogyakarta dapat menjadi destinasi yang luar biasa menyenangkan ketika masa liburan panjang tiba.
Penulis:
Ferganata Indra RiatmokoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Retma Wati