PARIWISATA

Wisata Istimewa Saat Libur Panjang di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki beberapa destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang menarik untuk ditelusuri sembari menikmati suasana khas kota itu.

16 Mei 2026 11:11 WIB · Nasional

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Oleh Ferganata Indra Riatmoko

Puluhan pasang mata menatap sosok abdi dalem Suryalatri (76) yang melakukan laku dodok (berjalan dengan posisi jongkok) menuju sebuah meja di tengah Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Para wisatawan yang menyaksikan di tempat itu tertegun dan sebagian berusaha merekam dengan gawai ketika perempuan dengan busana warna hitam itu melakukan sikap hormat dengan kedua tangan di depan mukanya, lalu mulai melantunkan Serat Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwana IX dengan gaya tembang Jawa Kinanthi.

Wisatawan menikmati lantunan tembang macapat tentang Serat Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwana IX Bangsal Srimanganti di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).
Diminati Kaum Muda
Anggota Paguyuban Sanggar Ngambar Arum Suryalatri melantunkan tembang macapat tentang Serat Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwana IX di Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).
Abdi dalem wajib melakukan laku dodok saat melintas di dalam Bangsal Srimanganti dan sejumlah lokasi lain di kompleks Keraton Yogyakarta.

Karya sastra yang berkisah tentang penganugerahan penghargaan untuk Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono IX itu dikisahkan melalui tembang macapat oleh para abdi dalem yang ditunjuk dan telah berlatih khusus. Mereka adalah anggota Paguyuban Sanggar Ngambar Arum, sebuah kelompok pelestari budaya Jawa yang berbasis di Yogyakarta.

Pada masa libur panjang kali ini, Ngambar Arum kembali mengemban tugas untuk menjadi salah satu pengisi acara dalam rangkaian paket wisata Srimanganti yang diadakan oleh Keraton Yogyakarta. Mereka bersanding dengan pentas wayang kulit, wayang golek, wayang wong, serta Gladhen Beksan (pertunjukan tari), yang ditampilkan oleh sejumlah komunitas kebanggaan Raja Keraton Yogyakarta.

Turis antre membeli tiket masuk di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Berbagai obyek wisata di Yogyakarta ramai oleh wisatawan yang mengisi masa libur panjang akhir pekan di kota itu.

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Turis berkunjung ke Keraton Yogyakarta di Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Berbagai obyek wisata di Yogyakarta ramai oleh wisatawan yang mengisi masa libur panjang akhir pekan di kota itu.

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Wisatawan yang hadir di tempat itu mendapatkan pengalaman berbeda yang belum tentu bisa dijumpai oleh rombongan turis lainnya yang berkunjung pada waktu berbeda. Mereka tak hanya mendapatkan sajian penampilan khusus, tapi juga bisa menyaksikan secara dekat berbagai aktivitas keseharian para abdi dalem (pendukung berbagai urusan rumah tangga Keraton Yogyakarta), seperti ketika melakukan penghormatan kepada Sang Raja melalui laku dodok yang harus mereka jalani.

Sekali waktu, Keraton Yogyakarta menggelar paket wisata yang berbeda dibandingkan dengan hari biasa untuk memberikan pengalaman yang susah dilupakan oleh pengunjung yang singgah untuk berwisata. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menggaungkan semangat pelestarian bermacam hal tentang sejarah dan budaya Jawa ke masyarakat.

Wisatawan mengunjungi kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Kawasan ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada abad ke-16 itu semakin banyak dikunjungi oleh penggemar perjalanan wisata bertema sejarah.


Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Wisata menyusuri labirin kawasan Kotagede juga menarik untuk dicoba oleh pelancong yang ingin mendapatkan sensasi wisata berbasis sejarah Yogyakarta yang senapas dengan paket wisata di Keraton Yogyakarta. Dengan berkunjung ke Kotagede, wisatawan dapat mengenal lebih dekat kawasan ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada abad ke-16 oleh Panembahan Senopati dan menjadi cikal bakal Kesultanan Yogyakarta.

Penggemar wisata bertema sejarah tentu tidak akan melewatkan kesempatan menyambangi kawasan yang dahulu merupakan hutan Alas Mentaok dan dikembangkan menjadi permukiman nan unik ini. Sisa arsitektur yang mengagumkan dari sejumlah Rumah Kalang yang masih terus dilestarikan juga tentu akan memanjakan mata bagi wisatawan yang berkunjung ke Kotagede.

<p>Warga memasuki gapura menuju Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).</p><p>&nbsp;</p><p>Kompas/Ferganata Indra Riatmoko</p><p>Warga memasuki gapura menuju Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).</p><p>&nbsp;</p><p>Kompas/Ferganata Indra Riatmoko</p><p>Salah satu Rumah Kalang yang terus dilestarikan di kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).</p><p>&nbsp;</p><p>Kompas/Ferganata Indra Riatmoko</p><p>Gardu listrik di kawasan Pasar Kotagede.</p><p>&nbsp;</p><p>Kompas/Ferganata Indra Riatmoko</p>

Warga memasuki gapura menuju Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).

 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Warga memasuki gapura menuju Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).

 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Salah satu Rumah Kalang yang terus dilestarikan di kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026).

 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Gardu listrik di kawasan Pasar Kotagede.

 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Wisatawan mengunjungi kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Kawasan ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada abad ke-16 itu semakin banyak dikunjungi oleh penggemar perjalanan wisata bertema sejarah.


Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Warga bersiap menunaikan ibadah Shalat Jumat di Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Kawasan ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada abad ke-16 itu semakin banyak dikunjungi oleh penggemar perjalanan wisata bertema sejarah.


Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Wisatawan mengunjungi kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta, Jumat (15/5/2026). Kawasan ibu kota pertama Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada abad ke-16 itu semakin banyak dikunjungi oleh penggemar perjalanan wisata bertema sejarah.


Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Yogyakarta menyimpan segudang obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi siapa pun. Namun, bagi pelancong yang peduli serta tertarik dengan upaya pelestarian sejarah, budaya, dan tradisi khas Yogyakarta, maka Kotagede dan Keraton Yogyakarta dapat menjadi destinasi yang luar biasa menyenangkan ketika masa liburan panjang tiba.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ferganata Indra Riatmoko
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati