Wolves Menyadarkan Liverpool, Meraih Trofi Juara Tak Semudah Itu

Kemenangan Liverpool atas Wolverhampton tidak patut sekadar dilihat dari skor akhir. "Si Merah" sudah unjuk mentalitas juara demi menjaga konsistensi.

17 Feb 2025 00:18 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LIVERPOOL, MINGGU — Meskipun berselisih 30 poin dan berjarak 16 peringkat, Liverpool mengalami salah satu laga tersengit di Liga Inggris musim ini ketika menjamu Wolverhampton Wanderers, Minggu (16/2/2025), di Stadion Anfield. Keunggulan tipis 2-1 membantu ”Si Merah” menjaga disparitas poin dengan Arsenal tetap tujuh poin.

Awalnya, Liverpool terlihat tidak bakal kesulitan menghadapi Wolves yang duduk di peringkat ke-17 atau satu posisi di atas zona degradasi. Luis Diaz dan Mohamed Salah telah membantu Liverpool unggul di menit ke-15 dan ke-37. Segalanya berjalan dengan baik bagi Liverpool pada paruh pertama.

Dua gol itu telah sesuai dengan expected goals (xG) yang mencapai 1,76 dari 10 tembakan. Sebanyak 53 persen penguasaan bola dicatatkan Liverpool sebagai penegas mereka tampil dominan menghadapi Wolves.

Tim tamu hanya hasilkan enam tembakan yang berbuah satu tembakan tepat sasaran. Satu-satunya tembakan pemain Wolves yang menyebabkan kiper Liverpool, Alisson Becker, melakukan penyelamatan dilakukan melalui tendangan jarak jauh bek sayap kanan Nelson Semedo saat pertandingan baru berjalan 17 menit.

Setelah turun minum, arah permainan seperti membalikkan papan klasemen. Liverpool tim semenjana, sedangkan Wolves sebagai perwakilan klub di papan atas. Penyebabnya, dominasi mutlak yang diperagakan Matheus Cunha dan kawan-kawan.

Bek Liverpool, Virgil van Dijk, menyundul bola tendangan gelandang Wolverhampton Wanderers, Tommy Doyle, pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Minggu (16/2/2025). Liverpool menang dengan skor 2-1.

Wolves mampu mengkreasi 10 tembakan. Salah satunya, berbuah gol hiburan yang diciptakan Cunha melalui tembakan keras melengkung di menit ke-67.

Adapun Liverpool gagal menciptakan satu pun tembakan pada babak kedua. Itu adalah pertama kalinya Si Merah gagal menembak di zona pertahanan lawan pada satu babak laga Liga Inggris di era Pelatih Arne Slot.

Virgil van Dijk, kapten dan bek tengah Liverpool, mengakui timnya tidak mampu menjaga dominasi permainan menghadapi Wolves. Ia pun memuji daya juang Wolves yang mampu membangkitkan Liverpool dari ”tertidur” melalui sepakan Cunha.

”Kami bermain sangat buruk. Kami tidak bisa mempertahankan bola sebaik yang kami lakukan selama ini,” ujar Van Dijk dilansir BBC.

”Kami senang mendominasi selama 90 menit, tetapi di Liga Primer, Wolves selalu berusaha menciptakan momen berbahaya. Hal itu membuat kami harus waspada. Kami terus berjuang dan bisa mendapatkan tiga poin,” tambah Van Dijk.

Liverpool's Colombian midfielder #07 Luis Diaz (L) vies with Wolverhampton Wanderers' Portuguese defender #22 Nelson Semedo (C) during the English Premier League football match between Liverpool and Wolverhampton Wanderers at Anfield in Liverpool, north west England on February 16, 2025. (Photo by Darren Staples / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Manajer Wolves Vitor Pereira mengungkapkan, Wolves memetik performa apik di babak kedua yang bisa menjadi bekal mereka berjuang keluar dari ancaman turun kasta. Ia melihat skuad Wolves bermain dengan kepribadian, keberanian, dan identitas yang jelas.

”Wolves bangun setelah turun minum. Kami bermain tanpa takut, berani memainkan bola, menekan, dan menciptakan masalah. Ini yang harus kami lakukan di masa depan, tidak hanya di satu babak, tetapi di dua babak pertandingan,” tutur Pereira kepada Sky Sports.

Pergantian darurat

Terlepas dari pengaruh Salah yang semakin tidak tertandingi di Liverpool dengan koleksi 23 gol, Slot dipaksa melakukan sejumlah pergantian darurat untuk meredam permainan agresif Wolves di babak kedua.

Ibrahima Konate memulai pergantian pemain yang dilakukan Slot. Konate diganti oleh Jarrel Quansah pada menit ke-46. Keputusan Slot menarik keluar Konate didasari hukuman kartu kuning yang didapatkan bek tim nasional Perancis itu setelah berduel dengan Cunha.

Nyaris setengah jam berlalu, Slot menarik dua pemain yang tampil menurun di babak kedua, yaitu Tren Alexander-Arnold dan Diogo Jota pada menit ke-64. Conor Bradley dan Darwin Nunez dimasukkan untuk menambah kualitas permainan di posisi bek sayap kanan dan penyerang.

Setelah kemasukan, giliran Diaz yang ditarik keluar oleh Slot untuk memasukkan gelandang bertahan Wataru Endo. Kehadiran Endo membuat Liverpool bermain dengan tiga gelandang tengah sejajar. Peran kapten timnas Jepang itu adalah mempertebal ”benteng” di muka kotak penalti Liverpool.

Britain Soccer Premier League

Endo berjibaku bersama Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister untuk meredam ambisi Wolves melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Endo pun melakukan satu blok krusial pada menit 90+3 yang membuat rekan setimnya silih berganti memeluknya, termasuk Alisson.

Slot kembali mengakui kekuatan mental timnya untuk mengatasi situasi sulit di babak kedua. Menurut Slot, skuad Liverpool menunjukkan bekal kuat untuk meraih trofi juara Liga Inggris musim ini.

”Jika Anda ingin meraih sesuatu, itu tidak sekadar membawa bola menjauh dari pertahanan atau Mo (Salah) mencetak gol. Kans juara juga ditentukan kemampuan tim bertahan,” tutur Slot dilansir BBC.

Juru taktik asal Belanda itu juga memuji daya juang anak asuhannya yang mampu menjaga persaingan sengit dengan Arsenal. Ketika ”Si Meriam” meraih 15 poin dalam tren nirkalah di liga, Liverpool tetap bisa mempertahankan selisih poin dengan mereka.

”Dengan penampilan baik mereka, kami sempat memimpin tujuh poin atas Arsenal dan kondisi itu masih bertahan saat ini. Jadi, itu tidak hanya menggambarkan betapa baiknya mereka, tetapi juga betapa positifnya apa yang kami lakukan,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .