Ronaldo memenangi pertarungan atas Yamal. Mendes menjadi mimpi terburuk untuk Yamal. Dua kisah itu menandakan kembalinya kejayaan Portugal di Liga Nasional Eropa.
09 Jun 2025 06:47 WIB · Olahraga
MUENCHEN, MINGGU — Duel final dimulai dengan tajuk ”Cristiano Ronaldo versus Lamine Yamal”, tetapi diakhiri tanpa aksi kedua bintang beda generasi itu. Yamal tenggelam bersama Spanyol, sementara Ronaldo sukses mengangkat Portugal. Di balik itu, bek sayap Portugal, Nuno Mendes, menjadi sosok paling bersinar.
Portugal keluar sebagai pemenang Liga Nasional Eropa 2024-2025 seusai menaklukkan juara bertahan Spanyol di Stadion Muenchen Football Arena, Jerman, Senin (9/6/2025) WIB. Ronaldo dan rekan-rekan menang lewat adu penalti 5-3 setelah laga berakhir imbang dalam 90 menit waktu normal dan 2 x 15 menit babak tambahan.
Seusai laga berakhir, Ronaldo hanya bisa menangis di pinggir lapangan. Dia tidak bisa terlibat dalam adu penalti karena sudah ditarik pada menit ke-88. Usianya yang sudah 40 tahun tidak berbohong. Sang veteran tidak mampu melanjutkan laga setelah tampil agresif dalam serangan dan bertahan selama nyaris 90 menit.
Kerja keras Ronaldo yang memberikan teladan kepada rekan-rekannya, ditambah sumbangan satu gol yang membuat kedudukan imbang 2-2, ternyata sudah untuk membuat Portugal berjaya. Perjuangan diteruskan tim asuhan pelatih Roberto Martinez itu di babak tambahan hingga adu penalti.
Pengaruh Ronaldo, kata Mendes, tidak terhingga untuk skuad Portugal. ”Kami sangat senang untuk dia, bisa memberikan gelar lagi. Dia membantu kami di dalam dan luar lapangan. Dia memberikan banyak masukan. Dia juga menunjukkan sikap dan mentalitas pemenang untuk menjadi panutan para pemain muda di tim nasional,” tutur Mendes.
Dewi Fortuna seperti sudah berpihak sebelum adu tos-tosan. Portugal diuntungkan dengan berada di sisi tribune pendukung sendiri. Benar saja, seluruh dari lima eksekutor Portugal menjalankan tugas dengan sempurna. Kiper Portugal, Diogo Costa, menjadi pembeda dengan menggagalkan eksekusi penyerang pengganti Spanyol, Alvaro Morata.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/09/a075e2bc5461d4e9655d4abae139a75d-wires_photo_2025_06_09T055900.702.jpg)
Portugal resmi menjadi tim pertama yang menjuarai Liga Nasional sebanyak dua kali. Mereka mengembalikan takhta juara setelah sempat memenangi edisi pertama. ”Saya sangat bangga. Final penting untuk dimenangi. Kami menunjukkan karakter luar biasa setelah Spanyol unggul dua kali. Kami berkembang selama permainan dan pantas menjadi juara,” kata Martinez yang baru dua setengah tahun melatih Portugal.
Yamal, seperti Ronaldo, juga hanya bisa menyaksikan adu penalti dari pinggir lapangan. Dia diganti pada paruh kedua babak tambahan. Selama bermain 106 menit, kandidat terkuat peraih Ballon d’Or itu nyaris tidak terlihat. Satu-satunya kontribusi penting Yamal hanya pada gol pembuka yang dicetak Martin Zubimendi. Umpan silangnya menjadi kemelut yang berujung gol.
Yamal kehilangan sentuhan terbaiknya. Remaja 17 tahun itu tidak bisa meliuk-liuk dari sisi sayap seperti biasa. Dia tenggelam di dalam penjagaan bek sayap lawan, Mendes. Mendes kembali membuktikan diri sebagai penakluk para sayap kelas dunia. Sebelumnya, di Liga Champions, pemain Paris Saint-Germain itu membuat Mohamed Salah (Liverpool) dan Bukayo Saka (Arsenal) tidak berkutik.
”Itu adalah duel seperti banyak yang lain sepanjang musim ini,” kata Mendes tentang berhadapan dengan Yamal. ”Saya sudah menghadapi banyak pemain dengan keterampilan teknis tinggi yang bisa membuat perbedaan. Saya pun bisa mengatasi Yamal hari ini. Semua tentang konsistensi. Saya bekerja keras di klub dan tim nasional,” lanjutnya yang terpilih sebagai pemain terbaik laga versi UEFA.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/09/a2b7b543e045e2423580e27547d65636-wires_photo_2025_06_09T060221.977.jpg)
Mendes pantas mendapatkan penghargaan itu. Selain kontribusi di pertahanan, dia berperan krusial dalam dua gol pada waktu normal dan keberhasilan eksekusi penalti. Mendes merupakan pencetak gol pertama Portugal. Dia menciptakan ruang di sisi kanan kotak penalti lawan dengan kecepatannya, lalu mengeksekusi sendiri.
Gol kedua yang dicetak Ronaldo juga berawal dari inspirasi Mendes. Bek 22 tahun itu melewati Yamal, lalu mengirim umpan silang. Umpan itu sedikit berubah arah setelah membentur barisan pertahanan Spanyol, tetapi masih mengarah tepat ke jangkauan Ronaldo. Mendes sukses menjadi mimpi buruk Yamal di dua sisi lapangan.
Spanyol, juara Piala Eropa 2024 dan Liga Nasional edisi sebelumnya, kalah karena problem yang tidak kunjung dibenahi sejak awal fase gugur. Mereka selalu kecolongan setelah unggul lebih dulu sejak menghadapi Belanda (perempat final), Perancis (semifinal), hingga partai puncak tadi.
Tim asuhan pelatih Luis de la Fuente memulai laga dengan meyakinkan. Mereka sudah unggul lewat Zubimendi pada menit ke-21. Namun, keunggulan itu hanya bertahan lima menit. Jelang turun minum, penyerang Mikel Oyarzabal mengembalikan keunggulan, tetapi itu tidak berarti lagi setelah gol balasan Ronaldo.
Fuente berkata, Portugal pantas juara. ”Para pemain Portugal mengatakan kami sebagai tim terbaik yang mereka hadapi. Namun, kami juga menghadapi tim Portugal yang luar biasa. Jika tidak kemasukan gol kedua, mungkin akan berbeda. Pada akhirnya semua soal kemenangan. Mereka tampil hebat malam ini,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/09/9f35cf21efd72d942410dd504d9c26d0-wires_photo_2025_06_09T055727.246.jpg)
Karakter Portugal yang lambat panas seperti mesin diesel kembali terpancar. Mereka sempat kesulitan pada paruh pertama karena lubang besar di sisi kanan pertahanan. Gelandang Joao Neves kembali diturunkan jadi bek sayap kanan yang bukan posisi aslinya. Celah itu dieksploitasi oleh Spanyol lewat penyerang sayap Nico Williams.
Martinez langsung bereaksi setelah turun minum. Bek sayap Nelson Semedo masuk menggantikan Neves. Pemain sayap Francisco Conceicao juga diganti dengan gelandang Ruben Neves. Portugal berupaya memperbanyak gelandang untuk mengimbangi dominasi Spanyol di lini tengah. Perubahan itu berbuah manis.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .