Yogyakarta yang padat pelancong selama masa liburan akhir tahun membuat ungkapan hiperbolis ”Satu Indonesia Liburan ke Jogja” seolah mewujud di Kota Gudeg itu.
03 Jan 2026 20:20 WIB · Nasional
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Seorang perempuan calon penumpang kereta api yang berkursi roda spontan menoleh ketika ibunya yang berada beberapa meter di belakangnya memanggilnya dengan setengah berteriak. ”Sebentar, foto dulu,” ujar sang ibu yang segera mengarahkan kamera pada gawainya dan membuat komposisi potret foto anaknya dengan latar belakang pintu utama gedung Stasiun Tugu, Yogyakarta, yang masih dihias dengan dekorasi tokoh Santa Claus, Sabtu (3/1/2026) siang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/47419247a07aa8aee95d5a0b4f60c444-20260103DRA026.JPG)
Pada saat bersamaan, ratusan calon penumpang tengah berjubel di peron sisi selatan stasiun yang mulai beroperasi pada tahun 1887 itu. Sejumlah petugas keamanan menghadang pergerakan para calon penumpang itu dengan sebuah pita berwarna merah. Tujuannya agar pergerakan mereka terkendali dan mencegah risiko saat kereta api hilir mudik di stasiun itu.
Seorang petugas yang berpelantang suara warna merah kemudian memberi aba-aba kepada calon penumpang yang telah menunggu selama beberapa waktu ketika kereta yang akan mereka naiki tiba. Seperti aliran air, para calon penumpang segera menyeberangi peron dan bergegas menaiki kereta yang baru saja tiba dengan harapan dapat memperoleh tempat duduk di kereta tujuan Surakarta tersebut.
Pada hari itu Stasiun Tugu yang berada di dekat Jalan Malioboro itu dipadati penumpang kereta api jarak dekat dan jarak jauh. ”Pada hari ini sudah terasa arus balik di Daop 6 khususnya Stasiun Tugu Yogyakarta yang hari ini akan memberangkatkan 12.736 penumpang, ada peningkatan volume penumpang berangkat hingga 30 persen jika dibandingkan dengan weekend biasanya,” kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Feni Novida Saragih.
Puncak arus balik di sejumlah stasiun di Yogyakarta diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026. Pada pengujung masa liburan Natal dan Tahun Baru tersebut masih terlihat banyak wisatawan yang memadati sejumlah kawasan pelesir di Yogyakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/7dabf457b06b6294aa841f4c02d59840-20260103DRA009.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/ddf21e433a9722229643646fe035a4bd-20260103DRA015.JPG)
Antrean kendaraan yang hendak menuju Jalan Malioboro, misalnya, masih terlihat memanjang hingga melewati Jembatan Kewek. Area parkir di sejumlah tempat usaha kuliner juga masih dipadati oleh kendaraan yang berplatnomor non-AB (Yogyakarta).
Selama sekitar dua pekan terakhir ini, Yogyakarta terasa seperti Indonesia mini dengan pelancong dari berbagai daerah datang berbondong-bondong ke Kota Gudeg itu. Warganet pun meramaikan dunia media sosial dengan ungkapan hiperbolis ”Satu Indonesia Liburan ke Jogja”.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/cffae97ea5ae7f85696187bb5df0405d-20260103DRA028.JPG)
Beragam obyek wisata dan atraksi masih menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan untuk datang ke Yogyakarta. Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut bahwa jumlah wisatawan pada momen liburan Natal dan Tahun Baru ini lebih tinggi ketimbang wisatawan saat momen libur Lebaran pada Maret-April 2025. Hal itu didorong, antara lain, karena telah beroperasinya Jalan Tol Solo-Yogyakarta hingga ke Gerbang Tol Prambanan.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan DIY, jumlah kendaraan yang masuk ke provinsi itu pada periode 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 sebanyak 2.573.164 unit. Adapun jumlah kendaraan keluar sebanyak 2.383.657 unit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/76a7b1b085c71315c1e91840561ce1b4-20260103DRA031.JPG)
Membanjirnya kunjungan wisatawan ke DIY mendorong perputaran roda perekonomian di provinsi itu. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, rata-rata pengeluaran wisatawan di DIY pada 2024 sebanyak Rp 2,66 juta per orang. Angka ini lebih tinggi ketimbang rata-rata pengeluaran wisatawan secara nasional, yakni Rp 2,31 juta per orang.
Meski masih dihantui sejumlah masalah seperti hal pengelolaan sampah dan tarif parkir, Yogyakarta terus berupaya menjadi tuan rumah yang baik bagi semua. Harapannya, sektor pariwisata tetap menjadi pendongkrak perekonomian yang berkelanjutan bagi warga Yogyakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/47b6652e9b7e57e46aac09f1e9e2c5cf-20260103DRA024.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/8ee225669b412dde88c85151f47bf684-20260103DRA013.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/26/00ecbecefb6140100a740eafc205d3d2-20251226DRA5759.jpg)
Penulis:
Ferganata Indra RiatmokoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul