Mohammad Zaki Ubaidillah bermain di Thailand Terbuka setelah menjuarai Thailand Masters pada awal tahun. Zaki memenangi babak pertama.
13 Mei 2026 20:54 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BANGKOK, RABU — Mohammad Zaki Ubaidillah, atlet Indonesia, kembali ke Thailand berbekal gelar juara Thailand Masters 2026. Namun, tantangan bagi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu di Thailand Terbuka 2026 akan lebih besar karena level turnamen yang lebih tinggi.
Zaki memenangi babak pertama Thailand Terbuka saat berhadapan dengan atlet tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, di Stadion Nimibutr, Bangkok, Rabu (13/5/2026). Atlet Indonesia berusia 18 tahun itu menang dengan skor 21-10, 21-18.
Teeraratsakul bukan lawan yang asing bagi Zaki. Mereka sudah empat kali bertemu dan berbagi dua kemenangan. Salah satu pertemuan lain terjadi di tempat yang sama, Januari lalu, yaitu pada final turnamen Thailand Masters ketika Zaki mengalahkan Teeraratsakul dalam laga ketat 21-19, 20-22, 21-19.
Dengan lawan dan tempat yang sama, pertemuan kali ini terjadi jauh lebih awal karena kedua atlet tampil dalam turnamen berlevel lebih tinggi. Thailand Terbuka adalah turnamen BWF World Tour berlevel Super 500, sementara Thailand Masters berlevel Super 300.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/13/1b2684a36c8f2374cec82a280dedd672-WhatsApp_Image_2026_05_13_at_14.44.35.jpeg)
Dengan level lebih tinggi dan hadiah lebih besar, Thailand Terbuka pun diikuti lebih banyak atlet ranking atas. Pada tunggal putra, lima atlet di jajaran ranking sepuluh besar ikut serta, termasuk tiga peringkat teratas, yaitu Shi Yu Qi, Kunlavut Vitidsarn, dan Anders Antonsen.
Adapun Thailand Masters tak diikuti atlet sepuluh besar dunia. Maka, Zaki pun menyatakan akan meningkatkan level kewaspadaannya.
”Januari lalu, saya main di sini dan bisa juara. Pasti ada tambahan motivasi, tapi sekarang levelnya lebih tinggi. Jadi, saya masuk delapan besar, lalu ke semifinal dulu,” kata Zaki menyebutkan targetnya.
Thailand Terbuka menjadi turnamen Super 500 kelima yang diikuti Zaki setelah Hong Kong Terbuka, Korea Terbuka, dan Kumamoto Masters pada 2025 serta Indonesia Masters 2026. Hasil terbaik finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2025 ini adalah mencapai babak kedua Indonesia Masters. Atas dasar ini, Zaki tak menetapkan target terlalu tinggi.
Atlet berperingkat ke-43 dunia tersebut menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos ke babak kedua setelah Anthony Sinisuka Ginting dan Prahdiska Bagas Shujiwo tersingkir pada babak pertama. Mendapat ujian berat, Anthony harus bertemu Shi pada babak pertama dan kalah 12-21, 17-21, sedangkan Prahdiska kalah dari Yushi Tanaka 15-21, 19-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/13/2d0a807b38292bd112bc9598211c4190-WhatsApp_Image_2026_05_13_at_13.16.09_1_.jpeg)
”Memang bukan lawan yang mudah hari ini. Strategi sudah disiapkan dan didiskusikan dengan pelatih, tetapi saya kurang bisa mengeluarkan permainan dengan baik. Dari pertandingan hari ini dan juga sebelum-sebelumnya memang ada kesulitan tersendiri apabila bertemu dengan pemain top 20. Masih ada yang harus ditingkatkan lagi, terutama bagaimana bisa dengan cepat mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan,” tutur Anthony.
Selain tunggal putra, pemain-pemain ganda campuran Indonesia memulai penampilan di Thailand Masters pada Rabu. Kemenangan didapat Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Verrel Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Adapun Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil kalah dari wakil tuan rumah unggulan teratas, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran 11-21, 22-20, 18-21.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul