Ukraina menerima usulan AS, tetapi keberatan melepaskan wilayah untuk Rusia. Rusia sudah menguasai 20 persen wilayah Ukraina sejak awal perang Februari 2022.
26 Nov 2025 13:00 WIB · Internasional
AFP
KYIV, RABU — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan siap melangkah lebih lanjut dengan proposal perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Zelenskyy juga mendesak agar Eropa segera menempatkan ”kekuatan penjamin” di Ukraina dan tetap mendukung Kyiv.
Staf Khusus Presiden Rusia Yuri Ushakov mengatakan, beberapa aspek dari proposal itu positif. "Walakin, banyak yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut," ujarnya, Rabu (26/11/2025), di Moskwa.
Ia membenarkan, delegasi Rusia-Ukraina bertemu di Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin-Selasa. Ia tidak menjelaskan apa saja pembahasan di Abu Dhabi. Ia hanya menyebut, proposal damai terbaru tidak dibahas di sana.
Kantor berita Reuters, Rabu (26/11/2025), mengutip Zelenskyy yang mengemukakan pidatonya di Kyiv pada Selasa (25/11/2025) malam waktu setempat. ”Kerangka kerja sudah tersedia dan kami siap untuk bergerak maju bersama AS dengan keterlibatan pribadi Presiden Trump,” katanya.
”Kami yakin keputusan keamanan tentang Ukraina harus melibatkan Ukraina, keputusan keamanan tentang Eropa harus melibatkan Eropa,” katanya. Ketika sesuatu diputuskan tanpa sepengetahuan suatu negara atau rakyatnya, selalu ada risiko itu tidak akan berhasil,” ujar Zelenskyy di hadapan negara-negara yang tergabung dalam ”koalisi yang bersedia”.
Pada Selasa petang di Washington, Trump melalui Truth Social mengatakan, hanya ada beberapa ganjalan yang tersisa dari butir-butir usulan perdamaian Ukraina-Rusia. Trump mengirim Utusan Khusus Steve Witkoff menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa dan pada saat bersamaan mengutus Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll untuk bertemu pejabat Ukraina.
”Saya berharap bertemu Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin segera pada saat kesepakatan dicapai untuk mengakhiri perang atau sudah tahap akhir pembicaraan,” kata Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/13/bde386b40dbeef4ad78eabb39b3b64ab-UKRAINE_RUSSIA_CONFLICT_WAR_131692998.jpg)
”Saya segera menjelaskan perkembangan perundingan bersama Wapres JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Perang Pete Hegseth, dan Kepala Staf Susie Wiles,” ujar Trump.
Trump mengatakan, proses pembahasan perdamaian dengan Ukraina mendekati tahap akhir. ”Kita segera mencapainya (perdamaian),” katanya.
Trump terkadang mencoba mempercepat negosiasi dengan mengumumkan tenggat waktu, seperti yang dilakukannya minggu lalu. Ketika itu ia berharap kesepakatan tercapai pada Kamis minggu ini. Namun, ia melunakkannya pada Selasa malam.
”Batas waktu bagi saya adalah ketika semuanya berakhir. Saya pikir semua orang sudah lelah berjuang,” katanya kepada para wartawan.
Ia juga mengimbau para wartawan untuk tidak menganggap rencana perdamaian 28 poin yang ia luncurkan sebagai cetak biru yang kaku.
”Itu hanyalah peta. Itu sebuah konsep. Para negosiator sedang membahas setiap poin dan merincinya,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/22/651dafbd0862cac31201bac689349b95-000_72334WN.jpg)
Seorang diplomat Ukraina mengingatkan, ganjalan utama usulan perdamaian adalah Ukraina harus menyerahkan sebagian wilayahnya yang kini dikuasai Rusia. Luasnya mencapai 20 persen dari wilayah Ukraina.
Ia mengatakan, ganjalan tetap ada walaupun berbagai definisi digunakan untuk memperjelas masalah melepas wilayah. Rusia kini menguasai bagian timur Ukraina, yakni di Luhansk dan Donetsk. Ukraina juga telah lama kehilangan Crimea.
Menurut Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov, Zelenskyy diperkirakan terbang kembali ke AS dalam beberapa hari ke depan untuk membahas rancangan akhir perdamaian. Belum ada konfirmasi AS atas rencana tersebut.
Kyiv memberikan sinyal, desakan AS kepada mereka sepertinya dapat diterima. Namun, Rusia bertahan pada sasaran operasi militer dan sepertinya tidak mau mundur dari posisi yang berhasil dikuasai saat ini.
Para perunding AS dan Ukraina melanjutkan pertemuan di Geneva, Swiss, sejak Minggu. Driscoll kemudian menemui para pejabat Rusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Senin hingga Selasa.
Seorang pejabat Ukraina mengatakan, mereka mendukung prinsip usulan perdamaian, beberapa isu sensitif dibahas langsung di tingkat presiden.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/16/cbeb5d5dd2c6620cd2bc4ebd7a0deca2-063_2230343193.jpg)
Kebijakan AS dalam perundingan perdamaian Ukraina-Rusia berubah-ubah dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pertemuan mendadak antara Trump dan Putin di Alaska, Amerika Serikat, pada Agustus lalu, banyak pihak khawatir AS akan menerima usulan yang menguntungkan Rusia. Pada akhirnya pertemuan tersebut menghasilkan lebih banyak tekanan AS kepada Rusia.
Adapun usulan 28 poin yang muncul pekan lalu mengejutkan banyak orang di AS, Ukraina, dan Eropa. AS diperkirakan tetap mendorong usulan tersebut yang dikatakan lebih banyak memberikan keuntungan bagi Rusia.
Selaian harus melepaskan wilayah yang diduduki Rusia, Ukraina tidak boleh bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Jika menerima syarat perdamaian itu, Zelenskyy di mata rakyat Ukraina akan terlihat tidak berdaya dan menjual negara.
Di sisi lain, aneka skandal korupsi mengguncang Ukraina membuat posisi Zelenskyy semakin lemah di dalam dan luar negeri. Sementara kondisi terakhir di medan pertempuran, pasukan Rusia terus bergerak maju di front timur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/02/74ec390fde205ba288b4144c5b2be39d-photo_2025_09_01_17_10_15.jpg)
Menlu Rusia Sergey Lavrov mengatakan, amendemen terhadap rencana perdamaian harus mencerminkan kesepakatan pertemuan Trump dan Putin di Alaska. ”Kalau kesepakatan perundingan di Alaksa diubah, tentu saja secara mendasar mengubah sikap kami,” kata Lavrov memperingatkan.
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan, upaya perdamaian kini mendapatkan momentum dan mencapai titik menentukan. Dia berbicara setelah delegasi AS dan Ukraina bertemu di Geneva dan mengadakan pertemuan virtual dengan para sekutu Ukraina. Mereka yakin, Inggris dan Perancis dapat membantu mengawasi gencatan senjata Ukraina-Rusia.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan hal berbeda dan menilai situasi tidak menuju arah yang positif. Meski demikian, banyaknya usulan yang diajukan Zelenskyy dapat diterima.
Adapun Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, koalisi yang bersedia menyatakan, hasil pertemuan mereka menghasilkan suara bulat dan positif. Ia mengkritisi serangan Rusia ke Kyiv dan pelanggaran penerbangan drone ke Romania dan Moldova.
”Rusia hanya memahami bahasa tekanan, kita juga akan meningkatkan tekanan, hingga tercapai kesepakatan untuk merundingkan perdamaian,” kata Von der Leyen.
Anggota delegasi Ukraina di Geneva, Oleksandr Bevs, mengatakan, terlalu prematur untuk menyatakan sudah ada hal-hal yang disepakati.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/06/90304e37c7a30c56ef08f720190e7ce7-AFP_36ZE3D2.jpg)
Sepanjang Selasa malam di Ukraina, situasi perang semakin berbahaya. Sebanyak 22 drone dan 460 rudal Rusia menghantam Kyiv. Tujuh orang tewas dan jaringan listrik serta pemanas rusak akibat serangan itu. Warga Kyiv dengan baju musim dingin berjejalan di berbagai ruang perlindungan bawah tanah di seantero kota.
Wali Kota Kyiv Vitalii Klitscho mengatakan, 20 orang terluka di Kyiv akibat serangan Rusia. Kemenhan Rusia menyatakan, serangan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Ukraina ke sasaran sipil di Rusia.
Liobov Petrivna (90), warga yang rumahnya rusak dihantam serangan Rusia di Dniprovskyi, menuturkan, situasinya mengerikan. Dia tidak percaya perundingan damai sedang berlangsung. ”Sepertinya Putin ingin menghabisi kami,” katanya. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan