Presiden Zelenskyy yakin perundingan di Arab Saudi membawa hasil baik. Trump ancam menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia karena terus melancarkan serangan.
09 Mar 2025 16:10 WIB · Internasional
KURSK, SABTU – Pasukan Rusia, Sabtu (8/3/2025) mengklaim merebut kembali tiga desa di Kursk yang sempat dikuasai Ukraina dalam serangan kilat akhir, Agustus tahun 2024. Perkembangan itu terjadi di saat Ukraina berusaha menguatkan posisi dalam perundingan untuk mengakhiri perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Sabtu kemarin, menunjuk pejabat tingkat tinggi yang akan terlibat perundingan dengan Amerika Serikat di Arab Saudi, yang dijadwalkan dimulai, Selasa (11/3/2025).
“Kami berharap segera berunding dan sepakat untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan,” kata Zelenskyy. ”Ukraina siap untuk dialog konstruktif,” kata Zelenskyy menegaskan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/a904799136f99fed0c70a08865d215bf-Russia_Ukraine_Talks_Outlook_126822390.jpg)
Dalam kesempatan sama, Zelenskyy mengecam serangan mematikan Rusia di Ukraina timur yang mengakibatkan sejumlah orang tewas. “Serangan itu membuktikan Rusia tidak memikirkan bagaimana mengakhiri perang,” kata Zelenskyy.
Trump menegaskan, Rusia dan Ukraina harus maju ke meja perundingan sebelum semuanya terlambat.
Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam menjatuhkan sanksi dan tarif baru terhadap Rusia akibat melakukan serangan tersebut.“Berdasar fakta Rusia mengebom Ukraina saat ini, saya mempertimbangkan menjatuhkan sanksi skala besar di bidang perbankan, dan tarif hingga Gencatan Senjata tercapai dan perdamaian penuh disepakati”, Trump menulis di akun Truth Social.
Dia menegaskan, Rusia dan Ukraina harus duduk ke meja perundingan sebelum semuanya terlambat.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett pada Jumat lalu mengatakan, Trump berusaha membawa Rusia dan Ukraina ke meja perundingan dengan cara keras jika pendekatan baik–baik tidak berhasil.
Adapun Trump kepada wartawan, Jumat, mengatakan bahwa Presiden Putin bisa dipercaya. “Lebih mudah berunding dengan pihak Rusia dalam hal ini”, kata Trump.
Perang yang sudah berlangsung tiga tahun ini berada dalam posisi kritis bagi Ukraina setelah AS menangguhkan bantuan militer dan pasokan data intelijen yang selama ini diandalkan Ukraina.
Ukraina memang masih menguasai sekitar 400 kilometer persegi wilayah Rusia di Kursk. Zelenskyy memandang, kondisi tersebut menjadi salah satu “kartu” dalam perundingan damai dengan Rusia. Akan tetapi Rusia tidak tinggal diam. Sepekan ini serangan balik Rusia membuat posisi Ukraina di Kursk terdesak hebat.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan menguasai kembali tiga desa penting di Kursk yakni Viktorovka, Nikolayevka, dan Staraya Sorochina.
Menurut pegiat digital militer Ukraina bernama DeepState, Pasukan Rusia berhasil membobol garis pertahanan Rusia di Kursk dekat Kota Sudzha. Serangan tersebut memutus jalur pasokan logistik pasukan Ukraina. Sejauh ini, Rusia sudah merebut kembali dua pertiga wilayahnya di Kursk yang sempat dikuasai Pasukan Ukraina. Namun, Ukraina membantah keterangan tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/5e998d61ce2bdbc801086c6291d15a6e-UKRAINE_RUSSIA_NORTH_KOREA_CONFLICT_WAR_126709630.jpg)
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan, pertempuran sengit masih terjadi di Kursk. Adu gempuran artileri dengan artileri dan pengeboman menggunakan drone masih terus berlangsung. Diketahui beberapa unit militer Rusia juga menggempur wilayah Sumy, Ukraina yang berbatasan langsung dengan Kursk.
Pusat Perlawanan Disinformasi Ukraina pada Sabtu menyanggah laporan terobosan besar yang dilakukan Rusia di perbatasan. Menurut lembaga tiu, pasukan Ukraina berhasil menghancurkan kelompok kecil militer Rusia yang berusaha menerobos masuk.
Perundingan damai untuk mengakhiri perang terlihat masih jauh dari akhir. Pihak Ukraina dan Rusia sama–sama menuntut hal yang saling bertentangan. Adapun Presiden Trump menegaskan penghentian kekerasan di Ukraina sebagai prioritas utama pemerintahannya sejak menjabat tanggal 20 Januari 2025.
Akan tetapi, langkahnya mendekati Presiden Rusia Vladimir Putin, seraya mengkritik Presiden Ukraina, Zelenskyy membuat Ukraina dan Sekutu Eropa Barat cemas. Mereka khawatir Trump akan memaksa Ukraina menerima kondisi perdamaian yang menguntungkan Rusia.
Utusan Khusus AS Steve Witkoff Kamis lalu mengatakan, AS ingin membahas gencatan senjata tahap awal dengan Rusia dan menyiapkan kerangka kerja untuk perjanjian jangka panjang. Sejalan dengan upaya AS, Presiden Zelenskyy akan bertemu putera mahkota Pangeran Mohammad Bin Salman, Senin (10/3/2025).
Zelenskyy mengatakan, Menlu Ukraina Andriy Sybiga dan Menthan Rustem Umerov akan hadir di Arab Saudi. Dalam pidato Sabtu petang di Kyiv, Zelenskyy mengatakan, yakin pertemuan tersebut akan membawa hasil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/abb6bdd8864ef233a018173ab0830978-dbe2103276414ea09b12be5b58173be2_0_fc27ef7a71c84525b9f5dad9c1d75414.jpg)
Zelenskyy juga mendesak Barat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia setelah serangan pengeboman di wilayah timur dan timur laut Ukraina. Serangan Rusia tersebut menghantam Dobropillia di Donetsk timur pada Jumat petang mengakibatkan 11 orang tewas dan 40 lainnya terluka.
“Rusia setiap hari berlaku kejam dan tidak berubah. Moskwa ingin menghancurkan lebih banyak wilayah lalu mereka kuasai dan dunia membiarkan mereka terus berperang,” kata Zelenskyy.
Gubernur Donestsk, Vadym Filashkin, Sabtu kemarin mengatakan, serangan Rusia menghantam Kota Pokrovsk. Serangan itu menewaskan seorang pria dan melukai dua lainnya.
Sedangkan Gubernur Militer Kharkiv mengatakan empat orang lainnya tewas akibat serangan drone di timur Kharkiv, Sabtu. Selanjutnya, Gubernur Kherson Oleksandr Prokudin mengatakan, serangan drone menewaskan seorang kakek berusia 74 tahun di selatan Kherson.
Di Kota Dobropillia, wartawan AFP menyaksikan gedung – gedung hangus, pasar hancur, sebagai dampak penggunaan bom renteng (cluster bomb) yang dilarang aturan internasional.
Irina Kostenko (59) penduduk setempat, bersembunyi semalaman bersama suaminya saat serangan terjadi. Dia menyaksikan tetangga di apartemennya tewas dan jenazahnya ditutup selimut.
“Sangat menakutkan. Saya kehabisan kata – kata”, kata Kostenko.
Direktur Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kalla menyikapi serangan Rusia, Sabtu dengan unggahan di akun X. Ia menulis, ”Sekali lagi Putin menunjukan tidak berminat mencapai perdamaian”.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk dalam unggahan di X menyebut serangan tersebut sebagai ”Demi memuaskan seorang pemimpin barbar. Lebih banyak bom, agresi, dan korban bertambah”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/22/6a27bc77-d69b-42d9-8660-375b6e426c9b.png)
Adapun Menhan Perancis Sebastien Lecornu kepada harian La Tribune, Sabtu, mengatakan, Perancis akan menggunakan 195 juta Euro dari asset Rusia yang dibekukan untuk bantuan militer Ukraina.
Dana tersebut akan digunakan membeli persenjataan untuk jet tempur Mirage 2000 yang diserahkan Perancis ke Ukraina pada Februari 2025 lalu.
(AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari