Zelenskyy Tuntut Jaminan Keamanan, Trump Enggan

Presiden Zelenskyy terus menuntut jaminan keamanan Barat untuk berdamai. Bagi Presiden Trump, investasi AS di pertambangan Ukraina sudah jadi jaminan keamanan.

04 Mar 2025 09:59 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

WASHINGTON, SENIN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan lagi memberikan kelonggaran kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan akan menghentikan perang Rusia-Ukraina sesegera mungkin, Senin (3/3/2025). Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan, pernyataan Zelenskyy bahwa akhir perang masih jauh adalah hal terburuk yang disampaikan Zelenskyy.

”Amerika Serikat tidak akan lagi menerima rencana–rencana dia,” kata Trump dalam cuitan di media sosial.

Komentar Trump muncul setelah Presiden Ukraina menuduh Rusia yang menyerang Ukraina di tahun 2014 dan melakukan invasi besar di tahun 2022. Rusia dinilainya bersikap tidak serius dalam mencapai perdamaian.

Zelenskyy mengatakan, hanya jaminan keamanan skala besar dari sekutu Barat yang dapat mengakhiri konlfik Rusia–Ukraina. Jaminan keamanan yang dimaksud adalah pelibatan militer NATO di Ukraina dan pengembangan serta pendanaan militer Ukraina.

Dalam laman Parlemen Inggris (House of Commons) disebutkan, jaminan keamanan yang diberikan NATO kepada Presiden Zelenskyy pada KTT NATO di Vilnius, Lituania, Juli 2023, adalah masa depan Ukraina di dalam NATO. Itu bisa dilakukan jika kondisi memungkinkan dan seluruh anggota NATO setuju. Selain itu, diberikan pula paket perluasan dukungan politik dan praktis untuk mendekatkan Ukraina ke NATO.

Dalam laporan RBC Ukraina, 28 Februri 2025, jaminan keamanan yang diminta Ukraina adalah kenggotaan NATO, pendanaan militer Ukraina dengan kekuatan mencapai 800.000 prajurit, dan kehadiran pasukan penjaga perdamaian dari Barat.

Quote

Keberadaan bisnis besar pertambangan AS di Ukraina akan menjadi jaminan tidak adanya serangan dari Rusia.

Selain itu, Zelenskyy juga minta jaminan keamanan dari sisi ekonomi, termasuk di dalamnya keanggotaan Uni Eropa.

Sementara negara G7 pada Juli 2023 memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina di luar keanggotaan NATO dengan membantu pengembangan militer Ukraina, dan konsultasi 24 jam jika di masa depan ada agresi rusia dan memberikan bantuan jika dirasa perlu.

TOPSHOT - A symbolic illumination called "Rays of Memory" is seen over the graves of Ukrainian soldiers, who died in the war with Russia, as people visit the Lychakiv Military Cemetery in Lviv on February 23, 2025, on the eve of the third anniversary of Russia's invasion of Ukraine. (Photo by YURIY DYACHYSHYN / AFP)

Seluruh gagasan itu ditolak Presiden Trump yang menegaskan kesepakatan mineral AS–Ukraina sudah menjadi jaminan keamanan yang memadai. Keberadaan bisnis besar pertambangan AS di Ukraina akan menjadi jaminan tidak adanya serangan dari Rusia.

Dalam laman Al Jazeera, 3 Maret 2025, tercatat hingga Juli 2024 ada 65.000 prajurit AS ditempatkan di negara-negara anggota NATO di Eropa. Sementara seluruh anggota NATO memiliki 2 juta prajurit aktif.

Presiden Trump mengingatkan, Zelenskyy agar tidak macam–macam dengan menghambat gencatan senjata dengan Rusia dalam waktu dekat. Dia berharap Zelenskyy lebih tahu diri dalam menghargai bantuan militer miliaran dollar yang telah diberikan AS selama ini dalam perang melawan Rusia.

Trump meyakini kesepakatan mineral dengan Ukraina dapat dicapai seraya menyanggah telah menghentikan bantuan militer untuk Ukraina.

”Sepertinya ada yang tidak mau mencapai kesepakatan (gencatan senjata). Jika orang itu tetap berpendirian demikian, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump.

Quote

Upaya mengakhiri perang secara permanen masih jauh.

Setelah perundingan di London pada 1-2 Maret 2025, Inggris dan Perancis menjajaki kemungkinan satu bulan gencatan senjata Rusia-Ukraina di udara, laut, dan infrastruktur energi dan didukung pasukan penjaga perdamaian.

Zelenskyy mengatakan, perundingan saat ini masih membahas langkah pertama. ”Upaya mengakhiri perang secara permanen masih jauh,” kata Zelenskyy yang disambut kemarahan Trump.

Zelenskyy melanjutkan dalam keterangan video, Senin (3/3/2025), bahwa perdamaian sejati hanya akan hadir melalui jaminan keamanan bagi Ukraina yang menyepakati denuklirisasi di tahun 1994 dengan syarat adanya perlindungan dari AS dan Inggris.

Jurnalis melintasi reruntuhan bangunan akibat dari serangan militer Rusia Byshiv pinggiran Kota Kyiv, Ukraina, Minggu (27/3/2022). Sejak terjadinya perang ini sebanyak lima wartawan meninggal dan puluhan lainnya terluka. A journalist walks amid the destruction after a Russian attack in Byshiv, in the outskirts of Kyiv, Ukraine, Sunday, March 27, 2022. Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy accused the West of lacking courage as his country fights to stave off Russia's invading troops, making an exasperated plea for fighter jets and tanks to sustain a defense in a conflict that has ground into a war of attrition. (AP Photo/Rodrigo Abd)

”Nyaris tiadanya jaminan keamanan bagi Ukraina 11 tahun silam yang membuat Rusia dapat menguasai Krimea dan perang di Donbas. Selanjutnya, ketiadaan jaminan keamanan juga yang membuat Rusia dapat melancarkan serangan skala penuh tahun 2022,” kata Zelenskyy.

Adapun dalih serangan Rusia adalah keberatan terhadap meluasnya pengaruh Barat di Ukraina sejak tahun 2014 dan adanya persekusi terhadap etnis Rusia di Ukraina timur. Rusia juga keberatan terhadap perluasan NATO ke Eropa Timur, termasuk ke Ukraina dan Georgia. Persoalan persekusi etnis Rusia di Ukraina itu dibantah oleh pihak Barat.

Rusia menyanggah tudingan Zelenskyy dan menuduhnya tidak ingin mencapai perdamaian.

Saat ini di medan pertempuran, para pejabat Ukraina melaporkan adanya korban akibat serangan rudal Rusia sekitar 130 kilometer dari garis depan pertempuran di dekat Dnipro—kota yang membelah Ukraina menjadi bagian barat dan timur. Seorang blogger militer menyebutkan, 30-40 prajurit Ukraina gugur dan 90 orang terluka akibat serangan Rusia pada Sabtu lalu.

Trump sebelumnya menyebut Zelenskyy yang menjabat presiden sejak 2019 sebagai diktator karena belum menyelenggarakan pemilu di Ukraina. Kondisi keadaan darurat perang membuat pemilu belum dilakukan di Ukraina dalam enam tahun terakhir.

Zelenskyy menolak tuntutan agar mengundurkan diri. Dia berulang kali menyampaikan, jika Ukraina menjadi anggota NATO, dia otomatis akan mengundurkan diri. Keanggotaan Ukraina dalam NATO ditentang keras Rusia. Kini Presiden Trump juga menentang gagasan tersebut dengan pertimbangan stabilitas kawasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat bertemu di Helsinki, Finlandia pada 16 Juli 2018. Sejumlah pengamat menilai, pertemuan itu merupakan wujud kemenangan Putin.

Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan, tindakan Zelenskyy di Gedung Putih dalam pertemuan dengan Presiden Trump dan Wapres Vance meuunjukan ketidakmampuan Zelenskyy dalam berdiplomasi. ”Dia menolak perdamaian,” kata Peskov.

Menyikapi ketegangan Zelenskyy dan Trump, kanidat Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengatakan, ketegangan AS–Ukraina dipicu oleh tindakan Trump.

Para pejabat AS-Rusia mengadakan berbagai perundingan membahas mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan kemarahan Ukraian dan Eropa yang merasa ditinggalkan. Ukraina khawatir kesepakatan AS–Rusia akan membahayakan masa depan Ukraina.

Zelenskky memicu kemarahan Trump dan Vance dalam pertemuan pekan lalu dengan mempertanyakan apakah Rusia bisa dipercaya dalam kesepakatan gencatan senjata.

Trump kontan mengamuk dan menyatakan Zelenskyy tidak tahu berterima kasih atas bantuan AS dan menyadari posisinya sudah tersudut sehingga jalan perdamaian merupakan pilihan paling realistis.

Sementara di Paris, Presiden Perancis Emmanuel Macron kepada harian Le Figaro mengatakan, gencatan senjata mula-mula akan berjalan. Akan tetapi, berubahnya perbatasan dan wilayah yang dikuasai Rusia akan membuat pengawasan gencatan senjata sulit dilakukan.

Macron bertemu Trump pekan lalu di Washington DC. Demikian juga PM Inggris Keir Staramer yang menegaskan pada Minggu, AS sebagai Sekutu yang masih bisa diandalkan. Walau pada saat sama, Trump banyak mengakomodasi kepentingan Presiden Putin.

(AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada, Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .