Anjing penyelamat memiliki peran penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan saat bencana.
08 Apr 2025 07:30 WIB · Foto
Zen, anjing border collie berusia 5 tahun, berputar-putar dengan lincah di hamparan salju. Saat ia mencium bau sesuatu, gerakannya yang cepat memberi isyarat kepada pawangnya bahwa seseorang terkubur jauh di bawah.
Tak lama kemudian, tim penyelamat mendekat dan berusaha menggali dengan hati-hati untuk menyelamatkan korban. Zen menunggui proses ini bersama pawangnya. Dan Zen terlihat gembira dengan menggonggong saat korban berhasil diselamatkan.
”Semua anjing kami perlu memiliki hubungan yang intens dengan pawangnya. Jika tidak, kami tidak dapat memahami apa yang coba ia katakan kepada kami,” kata pawang Zen, Paolo Sbisa, seperti dikutip AP dan dirilis pada Senin (7/4/2025).
Hari itu, Zen menjadi ”pelatih” bagi 20 anjing lain untuk mendapat sertifikasi penyelamatan longsor di Dolomites, Italia. Daerah ini telah menjadi salah satu tempat dengan kecelakaan akibat longsoran salju yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tingkat kenaikannya bahkan mencapai 50 persen selama 25 tahun terakhir.
Selain pemain ski, para pelancong dan penggemar olahraga alam mendatangi tempat yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang luar biasa ini. Dolomites juga akan menjadi salah satu arena Olimpiade musim dingin pada 2026 yang akan datang.
Perang anjing-anjing pelacak seperti Zen dan teman-temannya menjadi sangat penting untuk daerah ini. Hidung anjing penyelamat yang terlatih dapat dengan segera menemukan di mana korban tertimbun longsoran salju. Ini sangat membantu tim penyelamat saat terjadi musibah salju longsor yang mengakibatkan korban, seperti yang terjadi sembilan hari sebelumnya.
Saat itu terdengar kabar tentang tiga pemain ski yang terkubur longsoran salju di Jalur Giau pada ketinggian 2.300 meter setelah terjadi hujan salju lebat di daerah itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/367d0363-2734-4840-b308-a7dc4488be64_jpg.jpg)
Zen diterbangkan bersama pawangnya dengan helikopter untuk mencapai lokasi longsoran. Saat tiba, tim penyelamat telah berhasil menemukan dua korban pertama dengan bantuan transponder yang melacak keberadaan korban melalui GPS.
Zen berjasa menemukan korban ketiga yang terkubur longsoran sedalam 9 meter. Sayangnya, korban kedua dan korban ketiga yang ditemukan Zen ditemukan dalam keadaan tewas.
Masa emas atau masa bertahan rata-rata dalam longsoran salju adalah 10-15 menit pertama. Lebih dari itu ada sedikit keberuntungan jika korban bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
Di Italia, sudah menjadi prosedur penyelamatan, menempatkan anjing pelacak di helikopter pertama yang meninggalkan pangkalan.
Meningkatnya kecelakaan akibat salju longsor ditengarai berhubungan dengan dengan perubahan iklim. Kadar basah pada salju yang terus meningkat membuat lereng pegunungan yang penuh salju lebih gampang longsor.
Selain itu, tumpukan salju baru yang biasanya terjadi di area cekungan menambah risiko yang tak kalah besar. Ini diperparah dengan meningkatnya jumlah wisatawan ke derah pegunungan bersalju.
Dalam kondisi puncak wisatawan, biasanya tim penyelamat akan menempatkan anjing-anjing penyelamat di titik tertentu. Ini dilakukan untuk mempercepat proses pertolongan jika terjadi kecelakaan.
Hari itu Zen manjadi guru bagi 20 anjing penolong lain.
Tim penyelamat sipil Perancis bersama organisasi yang melatih dan menggunakan anjing dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SWAN) juga melakukan latihan dalam upaya mempersiapkan anjing yang terampil di beberapa tempat di Perancis.
Dalam foto yang dirilis AFP, sebanyak 18 anjing yang dilatih untuk menemukan korban di dataran pegunungan. Mereka bergerak siang dan malam untuk dapat segera menemukan korban.
Ada pula foto saat mereka berlatih di reruntuhan bangunan di Collias, Nimes, di pinggiran Kota Madrid. Mereka dilatih untuk mencari dan segera menemukan korban di bawah reruntuhan gedung.
Selain itu, ada pula bagian saat anjing-anjing ini diperkenalkan medan bersalju di salah satu resor ski di Artouse, puncak pegunungan Pyrenes, Perancis.
Pentingnya keterlibatan anjing dalam setiap operasi pencarian dan penyelamatan, terlihat juga saat gempa di Myanmar. Hampir semua tim penolong dari berbagai negara yang datang, membawa serta anjing penyelamat.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .